Kisah Cintaku Bak Drama Korea

Kisah Cintaku Bak Drama Korea
kencan


__ADS_3

...maaf Aku gak bisa jemput kamu, hari ini aku tidak ke kampus karena ada urusan mendadak di kantor. Nanti Aku jemput sepulang kuliah."


Flora menerima pesan singkat dari Leo.


Sepulang kuliah Leo sudah ada di depan kampus menunggu Flora.


"Hay, udah lama?" tanya Flora


"Lumayan, bagaimana kelasnya?"


"Yaa seperti biasa, hari ini kita mau ke mana?"


"Bagaimana kalau kencan?"


"Kencan?" Flora menautkan alisnya.


"Iya, mari kita lakukan sesuai keinginan kamu."


"Benarkah?" Flora kegirangan.


"Hmm, kamu yang tentuin tempatnya."


"Baiklah, pertama-tama kita pergi ke kantor kamu."


"Ngapain ke kantor?"


"Aku pengen liat tempat kerja kamu seperti apa."


"Terus selanjutnya?"


"Selanjutnya kita ke bioskop, abis itu kita makan malam."


"Terus apa lagi?"


"Cukup lakukan itu untuk kencan pertama kita." jawab Flora tersenyum


"Baiklah, tapi pertama-tama kita masuk mobil baru berangkat ke tujuan pertama," kemudian membukakan pintu mobil untuk Flora.


Kantor tempat Leo bekerja merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pengantaran barang baik dari dalam atau luar negeri. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan Ayahnya yang dipercayakan kepada Leo sebagai CEO.


"Wah, kantor kamu besar sekali," kata Flora takjub.


"Ayo aku ajak kamu keliling," ucap Leo menarik tangan Flora.


"Ngomong-ngomong, kenapa ambil jurusan Psikologi, kenapa bukan menejemen bisnis yang sesuai dengan kerjaan kamu?"


"Karena dulu aku punya seseorang untuk aku baca pikirannya tapi sekarang itu udah gak penting lagi."


"Kalau kamu kenapa ambil jurusan Psikologi?" tanya Leo penasaran.


"Kedengarannya mungkin aneh, tapi aku cuma ingin tau kenapa Papa meninggalkan kami. Dengan jurusan itu aku bisa tau alasan Papa meninggalkan kami."


"Maksudnya?" Leo tidak mengerti.


"Maksudnya aku akan membaca pikirannya dengan begitu aku akan mengetahui isi hatinya. Aku berharap Papa akan kembali dan aku bisa menanyakan alasan Papa pergi.


"Emang Papa kamu pergi ke mana?"


"Entahlah, Aku juga tidak ingin tau."


"Maaf, kalau aku menyinggung perasaanmu."


"Gak apa-apa, sekarang kita ke bioskop!"


"Ayo."


Mereka memasuki gedung bioskop kemudian membeli 2 tiket dengan 1 porsi popcorn ukuran jumbo dan 2 porsi minuman pepsi.


"Ini hari pertama kita nonton bareng," kata Flora melihat Leo.


"Emang yang sebelumnya tidak dihitung?"

__ADS_1


"Waktu itu kita nonton karena tugas bukan karena kencan."


"Padahal hari itu aku anggap kita kencan loh."


"Pokoknya hati itu tidak masuk hitungan."


"Baiklah tuan putri."


Flora tersipu malu dengan tingkah Leo. Setelah menonton mereka melanjutkan kencan mereka dengan makan malam.


"Kamu mau makan di mana Flo?"


"Aku ada tempat pavorit, makanannya enak-enak dan lumayan murah."


"Ayo kita ke sana!" sahut Leo antusias.


Leo terkejut ketika sampai di depan sebuah warung makan kecil di pinggiran jalan.


"Apakah kita akan makan di tempat ini?" tanya Leo tidak percaya.


leo tidak menyangka Flora akan membawanya ke tempat makan seperti itu.


"Terus di mana lagi? Ayo kita masuk! Aku jamin makanannya enak-enak."


"kita ke tempat lain aja yuk Flo! Sepertinya tempat ini kurang besih." ujar Leo melihat ke sekeliling ruangan.


"Ayolah, tempatnya bersih kok makanannya juga dijamin higenis."


Leo dengan terpaksa mengikuti Flora. Batinnya sudah mengomel dari tadi.


"Ayo duduk!" ajak Flora melihat Leo yang masih berdiri.


"Eh, iya," Leo kemudian mengambil tissu untuk membersihkan tempat duduknya.


"Kamu mau makan apa?"


"Terserah kamu aja."


"Di tunggu ya mbak."


"Kamu tidak pernah yah makan di tempat seperti ini?"


"Jujur ini pertama kalinya aku makan di pinggiran jalan."


"Pantesan aja, kamu harus terbiasa dengan tempat seperti ini mulai dari sekarang."


"Kenapa tidak makan di restoran aja?"


"Lidah Aku gak cocok dengan makanan-makanan mahal."


Leo memandang Flora dengan perasaan bangga dan iri. Sebelumnya dia tidak pernah menemui gadis yang sederhana dan apa adanya seperti Flora.


"Silahkan Mbak!" kata pelayan menyajijan pesanan Flora.


"Terima kasih mbak, ayo silahkan di makan!"


Leo hanya memandangi makanannya


"Kok malah bengong, ayo dimakan keburu dingin!"


Leo mengambi bakmie dan memakannya dengan ragu-ragu. Matanya melotot ketika mengunyah makannannya yang ternyata rasanya enak.


"Bagaimana enak gak?"


"Ini enak bangat Flo, baru kali ini aku makan bakmie pinggir jalan ternyata rasanya tidak kalah enak dengan yang ada di restoran." Leo terlihat menikmati makanannya.


"Yang paling penting mengenyangkan dan murah." sahut Flora bangga.


Mereka menikmati makanan mereka dengan diiringi canda tawa.


"Kenyangnya, saatnya kita pulang."

__ADS_1


"Masih ada 1 tempat special Flo yang harus kita datangin."


"Tempat yang mana?"


"Ayo kita ke sana."


Flora sangat penasaran dengan tempat tujuan yang dimaksud Leo. Flora bingung ketika mereka sampai di kafe Zidan.


"Maksud kamu ini tempat specialnya?" tanya Flora sedikit kecewa.


"Ayo kita nasuk." ajak Leo


"Special apanya?" gerutu Flora.


"Duduk dulu, baru Aku ceritain."


"Baiklah."


"Dulu aku dan Enruw banyak menghabiskan waktu di sini. Hampir setiap hari kami datang di tempat ini."


"Terus?"


"Tiap kali datang, Aku akan melihat gadis yang sama di meja sudut sana," menunjuk meja yang selalu di tempati Flora.


"Gadis berambut panjang dengan headset di telinganya menjadi khasnya, dia akan berada di sana menghabiskan waktunya menatap layar laptopnya." Leo tersenyum.


"Aku selalu betanya-tanya kenapa dia selalu sendirian? apakah dia tidak punya teman? kadang dia tersenyum, kadang marah dan terkadang dia menangis. Dari sini aku dapat melihat tingkahnya dengan sangat jelas."


"Apakah gadis itu adalah aku?" Flora menyadari sesuatu.


"Iya, Aku tidak menyangkah itu kamu."


"Terus apa lagi?"


"Gadis itu keluar dari sana dengan muka cueknya menggandeng tas selempangnya. Kadang Aku tersenyum melihatnya dan ingin menyapa."


"Waktu itu Aku masih duduk di bangku SMA , dulu Aku akan langsung ke tempat ini sepulang sekolah dan itu sering membuat mamaku cemas karena telat pulang."


"Setelah beberapa tahun kemudian saat Aku kembali dari Jogja, Aku masih melihat gadis yang sama di meja itu. Gadis itu membuatku penasaran tapi hanya sekedar ingin tau aja.


"Oh yah, bagaimana kamu tau gadis itu adalah aku?" Flora terlihat antusia.


"Kamu ingat kita pernah bertemu di sini bersama Enruw?"


"Bagaimana mungkin akan aku lupa muka dingin kamu waktu itu."


"Waktu itu aku terkejut bukan karena kamu tiba-tiba muncul tapi karena aku akhirnya mengetahui gadis headset itu adalah kamu," Leo menatap Leo hangat.


"Aku bukanlah gadis yang pintar bergaul, bahkan dengan sahabatku aja kami jarang menghabiskan waktu bersama, Aku lebih suka menghabiskan waktu luangku sendirian."


"Udah jam 9, ayo kita pulang."


"Ayo, mama pasti udah cemas sekrang."


Mereka menikmati perjalan pulang mereka dengan mengobrol di mobil


"Sejak kapan kamu mulai menyukaiku?" tanya Flora.


"Sejak pertama ketemu di kelas, dan saat mengetahui si gadis headset adalah kamu aku semakin menyukaimu. Kalau kamu kapan kamu mulai menyukaiku?"


"Aku tidak tau kapan, tapi aku senang kamu ada didekatku, saat di perpustakaan, saat motorku mogok, saat di Aulah. Aku kadang merasa kehilangan jika tidak melihat kamu di kampus."


"Aku berharap hubungan kita bukan sekedar hubungan biasa." Leo menatap Flora penuh arti.


"Aku berharap hanya mencintai kamu selama hidupku." Flora balik menatap Leo.


"Maukah kamu menghabiskan waktumu bersamaku?" tanya Leo lembut.


"Ayo kita lakukan, sekarang, besok, lusa dan seterusnya masih kita menjaga hubungan kita."


"Promise?"

__ADS_1


"Promise.


__ADS_2