Kisah Cintaku Bak Drama Korea

Kisah Cintaku Bak Drama Korea
Hubungan yang rahasia


__ADS_3

Pagi itu akhirnya tiba, nyanyian burung terdengar begitu merdu dari balik jendela. Hembusan angin pagi menyapa dengan lembutnya dengan sinar mentari yang nampak malu-malu menunjukkan wujudnya mereka seakan ikut merasakan kebahagian Flora yang sedang kasmaran.


Pagi itu Flora sedang siap-siap pergi ke kampus, dia tampak sibuk di depan cerminnya. Flora berusaha untuk tampil secantik mungkin di depan pacarnya padahal tidak dandan pun dia akan terlihat cantik.


"Ma, Flo berangkat ya." mencium pipi mamanya


"Flo, mau ke mana?, tumben dandan?"


"Dandan itu perlu ma, tapi dandanan Flo gak aneh kan Ma?"


"Cantik sekali, kapan-kapan kenalin mama ya!" sambung mamanya.


"Maksudnya?" Flora mengerutkan alisnya.


"Pacar kamu, kapan-kapan ajak dia ke rumah?" Flora tersipu malu dengan ucapan mamanya.


"Kok mama tau?"


"Mama tau dari sikap kamu."


"Baiklah, kapan-kapan Flo ajak dia ke rumah. Daa..mama love you."


"Flo, mama senang kamu bahagia, mama harap kamu sudah bisa melepas rasa sakitmu." batinnya


Leo sudah menunggu Flora di depan gang rumahnya


"Hai, lama yah nunggunya?"


"Nggak juga." kemudian melajukan mobilnya.


"Nanti Flo turunnya jangan di depan kampus ya!"


"Kenapa?"


"Yaa gak apa-apa, gak enak aja diliatin orang-orang."


"Kamu kan pacar aku Flo, kamu gak suka mereka tau?"


"Bukan gitu, kamu kan idola mereka, takut kena bully."


"Baiklah kalau kamu merasa tidak nyaman."


"Jangan salah paham, Flo cuma gak mau jadi bahan gosip mereka."


"Baiklah."


"Mari kita bersikap seperti tidak ada apa-apa."


"Baiklah, mari kita lakukan seperti yang kamu mau."


"Terima kasih."


"Kamu kan pacar aku Flo, kenyamanan kamu lebih penting buat aku."


Leo menghentikan mobilnya di luar kampus sesuai permintaan Flora.


"Sampai jumpa di kampus Leo."


"Kamu hati-hati, nanti aku hubungin lagi."


Flora memasuki kampus dengan perasaan bahagia, senyumannya tidak berhenti merekah. Dia tidak bisa menyembunyikan perasaannya yang sedang kasmaran. Flora tidak sadar kedua sahabatnya memperhatikannya dari belakang.


"Kenapa loh senyum-senyum gitu?" tanya Lila


"Loh juga dandan ya?" tanya Davina

__ADS_1


"Yumbe loh pake parfum." Lila mengenduskan hidungnya


"Hmmm..gue tau loh sedang kasmaran yah?" tanya Davina curiga


"Jangan-jangan loh udah jadian sama si Leo?"


"Gue tidak apa-apa, gue cuma menikmati hidup sebagai seorang gadis, jadi wajar dong kalau gue dandan dan pake parfum."


"Emang loh kira kita percaya, Flo kita tau loh banget, gak usah bohong deh," selidik Lila.


"Kalian kayak detektif tau, pokoknya gue lagi senang aja."


"Pasti ada sesuatu, tingkah loh aneh."


"Mendingan kita ke kelas," Flora menarik tangan kedua sahabatnya yang masih kebingungan.


Sepanjang perjalanan menuju ke kelas Flora memperlihatkan senyumnya dan menyapa orang-orang berpasasan dengannya.


Flora tidak lagi menampakkan muka datarnya membuat beberapa mahasiswa cowok mencoba untuk mendekatinya.


"Hai Flo, loh cantik bangat hari ini," puji seorang cowok.


"Hay Flo, loh ada waktu gak sepulang kampus?" tanya cowok yang lainnya.


"Terima kasih, tapi maaf saya tidak ada waktu.


Leo yang dari kejauhan memperhatikan tingkah cowok-cowok itu merasa kesal tapi dia tidak bisa berbuat apa. Tut..tut..tut ponsel Flora mendapat pesan.


"Ngapain senyum-senyum gitu, liat tuh mereka godain gitu."


Flora hanya tersenyum geli melihat pesan Leo


"kamu cemburu yah?" goda Flora.


"siapa yang cemburu, pokoknya jangan tebar senyum-senyum , senyum kamu hanya aku yang boleh liat."


"hlHay Flo, loh cantik banget," puji Bima.


"Gue boleh minta nomor ponsel loh nggak?" tanya yang lain.


"Sumpah loh cantik bangat hari ini, cantikan loh daripada si Ranti," sahut yang lain.


Leo benar-benar tidak tahan melihat Flora digoda para mahasiswa cowok. Leo berdiri dan memukul mejanya sebagai tanda protes untuk Flora.


"Kenapa loh marah-marah gitu?" tanya Lila terkejut.


Leo kembali duduk dan menatap Flora tajam. Sedangkan Flora hanya tersenyum kecil melihat reaksi Leo.


Ranti mencoba mendekati Leo dan merayunya dengan suaranya yang dibuat-buat lembut dan Leo hanya diam dan tersenyum memperhatikan Ranti.


"Dasar genit, ngapain sih Ranti nempel-nempel gitu," gerutu Flora cemburu.


"Eh ranti, Leo pacar gue jadi loh tidak usah dekat- dekat dia lagi," batin Flora.


Flora tidak bisa sabar dengan tingkah Ranti yang selalu menggoda Leo tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak ingin ketahuan.


Kuliah hari itu berjalan dengan baik, Flora meninggalkan kelas menuju taman kampus untuk menemui Bang Adrian. Sedangkan Leo mengikutinya dari belakang.


"Hay, kamu tampak lelah sekali?" tanya Adrian.


"Iya nih, kelas hari ini begitu berat," jawab Flora memijit-mijit bahunya.


"Nanti sore ada waktu nggak?"


"Entahlah Bang, kenapa?"

__ADS_1


"Saya berencana pergi ke tokoh buku dan jika kamu ada waktu, aku mau ngajakin kamu juga."


"Flo tidak ada waktu untuk itu, kita udah punya rencana," kata Leo tiba-tiba entah datang dari arah mana.


"maksud kamu apaan?" tanya Adrian.


"Kita udah janjian mau makan bareng, jadi loh pergi sama yang lain aja!" Leo menarik tangan Flora.


"Tergantung Flora mau atau tidak." Adrian menghentikan Leo.


"Tanya aja!" Leo terlihat percaya diri.


"Bagaimana Flo, mau pergi sama siapa?" tanya Adrian berharap Flora memilih dia.


"Maaf Bang tapi aku udah janjian sama Leo."


"Oh begitu ya, tidak apa-apa." Adrian sedikit kecewa.


"Ayo Flo kita pergi," Leo kemudian menarik tangan Flora menuju mobilnya di parkiran.


Adrian terlihat kecewa dan cemburu melihat kedekatan Flora dan Leo. Tapi Adrian menyadari bahwa Flora juga menyukai Leo.


Di dalam mobil mereka bertengkar kecil


"Jangan senyum-senyum kayak tadi kalau sedang di kampus!" kata Leo kesal.


"Emang kenapa?" Goda Flora.


"Terus tidak usah dandan kalau ke kampus, aku tidak suka mereka goda-godain kamu." kata Leo lagi mencolek pipi Flora.


"Terus kamu ngapain senyum-senyum liat si Ranti genit?" Flora menyilangkan kedua tangannya.


"Siapa yang senyum sama dia?"


"Gak usah bohong, Aku lihat semuanya."


"Gak usah dekat-dekat Adrian lagi?" tegas Leo.


"Kenapa? Bang Adrian baik kok."


"Dia baik karena ada maunya, dia deketin kamu karena dia suka sama kamu."


"Bang Adrian tidak begitu kok," bela Flora.


"Sebagai cowok aku tau siapa yang suka dan tidak suka sama kamu."


"Kamu cemburu yah?" Flora mendekatkan wajahnya ke wajah Leom


"Iya Aku cemburu, kenapa?" Leo memalingkan wajahnya.


"Ternyata susah diam-diaman gini. Seharusnya kita tidak menyembunyikan hubungan kita."


"Yang mau hubungan sembunyi-bunyi siapa?"


"Baiklah, mulai besok kita ke kampus bareng."


"Kamu gak apa-apa? gak usah terlalu dipaksakan."


"Aku rasa bisa melakukannya."


"Kalau kamu rasa itu berat, tidak usah dilakukan, yang paling penting adalah perasaan kita."


"Semua orang harus tau hubungan kita biar tidak ada yang goda-godain kamu lagi." kata Flora serius.


"Baguslah, itu lebih baik biar semua orang tau bahwa Flora si muka datar adalah pacar Leo Sanjaya.

__ADS_1


"Yaa ampun pacar Flora ternyata cemburuan juga," goda Flora.


"Itu tandanya aku sayang sama kamu."


__ADS_2