
Cinta selalu memberikan jalan kepada setiap pemujahnya untuk menyelamatkan kisah mereka. Flora hanya perlu kekuatan untuk menghadapi Raisa. Flora harus terlihat tangguh meskipun sebenarnya dia sangat rapuh untuk membuat Raisa merasa segan. Meskipun Raisa tidak akan pernah menyerah untuk memisahkan mereka.
Di mana pun dan kapan pun itu Raisa tidak akan membiarkan Flora bernafas dengan tenang. Raisa akan terus mengikuti Flora untuk sekedar memberi ancaman. Hari itu di kampus Raisa menemui Flora
"Flo, boleh minta waktunya sebentar?" tanya Raisa lembut
"boleh, mau ngomongin apaan?"
"boleh tidak gue minta loh jauhin Leo?"
Intonasi bicara Raisa masih terdengar lembut
"maaf, tapi dia pacar gue, gak mungkin gue jauhin dia."
"gue udah minta tolong dengan sopan, jadi please jauhin Leo untuk gue, mau ya?" Raisa masih mencoba menahan emosinya
"maaf sekali lagi, tapi loh gak ada hak untuk minta gue jauhin pacar gue sendiri."
Raisa mulai emosi, dan memperlihatkan sifat aslinya
"he, gue udah memohon, jadi jangan buat gue marah." Kata Raisa sambil mencengkram lengan Flora
"aaww,, sakit Raisa, lepasin gak?" ujar Flora berusaha melepaskan cengkraman Raisa
"gue akan lakuin yang lebih menyakitkan dari ini kalau loh gak mau jauhin Leo."
Emosi Raisa semakin meluap tapi Flora sama sekali tidak takut dengan ancaman Raisa
"gue gak takut sama loh, harusnya loh malu, Leo udah gak suka sama loh."
"hentikan, loh gak berhak ngomong seperti itu." teriak Raisa semakin marah
"gue ngerti sekarang kenapa Leo gak suka sama loh, karena sikap loh yang selalu memaksakan kehendak."
"haaa, hentikan gak!" teriak Raisa kemudian mendorong Flora
Raisa benar-benar kehilangan kendali dan terlihat seperti orang yang tidak waras. Tapi Raisa sangat pintar mengubah ekspresi wajahnya. Dia terdiam sejenak dan berusaha tenang dan kemudian kembali berbicara
"Flo, bukankah loh bilang mau bantuin gue buat dapatin Leo lagi?, jadi sekarang gue butuh bantuan loh."
Flora terperangah melihat reaksi Raisa yang seketika berusaha menjadi lembut
"maaf, tapi itu sebelum gue tau orang yang loh maksud itu pacar gue."
"tapi gue juga pacar Leo Flo, jadi gue juga berhak atas Leo."
"loh cuma mantannya, tolong jangan ganggu hubungan kami."
"harusnya gue yang bilang kayak gitu, bukan gue yang mengganggu loh tapi loh merebut Leo dari gue."
Flora kehilangan akal untuk menghadapi Raisa. Raisa memiliki tempramen yang buruk
"dasar sialan, awas aja loh ya. Gue akan buktiin kalau Leo juga masih mengharapkan gue."
"Raisa, tolong hentikan semua ini, Leo tidak akan kembali ke hidup loh."
__ADS_1
"baiklah, nanti loh ke apartemen Leo sepulang dia dari kantor, gue akan kasih liat kalau Leo masih mengharapkan gue."
Raisa kemudian beranjak meninggalkan Flora. Raisa butuh sebuah rencana untuk membuat Flora menjauh dari Leo.
"baiklah kali ini gue gagal tapi liat aja nanti gue pasti bisa bikin kalian pisah." batin Raisa
"gue masih punya satu cara dan gue yakin ini akan berhasil." batin Raisa
Raisa meninggalkan kampus Flora dengan tertawa sinis menuju ke apartemen Leo. Entah dari mana Raisa mengetahui apartemen Leo tapi dia akan menunggu Leo di sana. Setelah menunggu cukup lama akhirnya Leo kembali juga. Leo sangat terkejut mengetahui Raisa ada di apartemennya
"bagaiman loh bisa di sini?"
"gue tau semua tentang Loh."
Raisa kemudian mendekati Leo dan berusaha memeluknya tapi Leo langsung mendorongnya ke sofa
"hentikan Raisa, gue sungguh malu liat tingkah menjijikkan loh."
"kenapa, kenapa Leo?" teriak Raisa
"Raisa kita tidak punya hubungan apa-apa lagi, tolong loh pergi dari sini!"
"kenapa gue yang selalu disalahkan?"
"karena emang loh yang salah, loh yang pergi ninggalin gue disaat gue masih sangat mengharapkan loh."
"harusnya loh berterima kasih sama gue, berkat gue loh masih bisa bernafas sampai sekarang."
"maksud loh apaan?"
"jaga ucapan loh, jangan sembarangan ngomong."
"orang tua loh juga tau, mereka maksa gue buat donorin sumsum tulang belakang gue, tapi apa yang mereka lakuin, bukannya berterima kasih mereka justru ngirim gue ke luar negeri dan meminta keluarga gue buat pindah." isak Raisa semakin keras
"loh pasti bohong kan?, gak mungkin orang tua ngelakuin itu."
"gue dipaksa buat ninggalin loh, disaat kondisi gue masih belum stabil gue harus meninggalkan loh yang masih terbaring lemas, loh tau betapa menyakitkannya itu, bahkan gue dilarang buat hubungin loh. Gue tersiksa Leo harus mengetahui kita tidak bisa bersama lagi."
Leo langsung duduk tergulai lemas mendengar penjelasan Raisa. Leo seakan tidak percaya dan tidak sanggup berkata-kata, kerongkongannya terasa keluh.
"please, jangan jauhin gue Leo, gue benar-benar merindukan loh. Selama kita berpisah hidup gue tidak pernah tenang karena memikirkan loh."
Tapi Leo masih terdiam dia tidak tau harus berbicara apa lagi
"ayo kita mulai dari awal lagi, gue masih sangat sayang sama loh, tidak ada yang mampu menggantikan log di hati gue." kata Raisa kemudian memeluk Leo.
Raisa benar-benar memainkan perannya dengan sangat baik, dia sudah mengatur dengan sedemikian rupa agar Flora melihat adegan pelukan Raisa dan benar saja Flora memasuki Apartemen Leo dan melihat dengan jelas Raisa sedang memeluk Leo dan orang yang dipeluk hanya terdiam.
"Leo?"
Leo terperanjat mengetahui kedatangan Flora
"ini tidak seperti yang kamu kira kok, tolong jangan salah paham."
"terus harusnya seperti apa Leo, jelas-jelas kamu menikmati pelukan Raisa."
__ADS_1
"Flo, tolong dengerin Aku dulu, Aku akan jelasin semuanya."
"tidak ada yang perlu dijelasin Leo, semuanya sudah sangat jelas."
Flora meninggalkan apartemen Leo dengan berurai air mata. Flora melihat ke belakang tapi tidak melihat Leo di sana
"bahkan kamu gak berusaha ngejar Aku Leo, apakah ini akhir dari kita?" batin Flora
Flora sangat kecewa memgetahui pacarnya bersama orang lain. Hatinya benar-benar hancur.
Di rumah Flora sedari tadi membolak balikkan ponselnya berharap Leo mau menghubunginya setidaknya mengirim pesan permintaan maaf, tapi ponselnya tak kunjung mendapat pesan.
Flora mengambil headsetnya dan memutar lagu korea
Nae mameul boksu issnayo (dapatkah kau melihat hatiku?)
Nan geudaeppunieyo (kau adalah satu-satunya untukku)
Geudaedwie na isseulgeyo (aku akan selalu berada di sini, di belakangmu)
Han geureum dwiesseoyo (selangkah di belakangmu)
Geudaen mae maeum morenjyo (kau tidak tau isi hatiku kan?)
Nunmuri geulsseongyeoyo (air mata memenuhi mataku)
Geudael bomyeon maeumi apeuneyo (hatiku terasa sakit ketika aku melihatmu)
Honjahaneun sarangeun (karena cintaku yang bertepuk sebelah tangan)
Geogoseul hollo georeogagetjyo (aku akan berjalan di sana seorang diri)
Geureon naega seulpeoyo (karena itulah aku merasa sedih)
Begitulah sepenggal bait lagu korea Can You See My Heart dari HEIZE. Flora begitu menghayati setiap bait kata dari lagu tersebut.
"kenapa lagunya begitu menyedihkan. Ah payah, bahkan lagu ini membuat air mata memancar kelua."
"huu,,huu,,huu,,apakah sekarang cintaku juga bertepuk sebelah tangan?" guman Flora menangis teseduh-seduh
"kenapa hati gue terasa sangat sakit?, kenapa air mata gue tidak mau berhenti keluar."
Flora mengusap air matanya tapi tetap saja air matanya tidak berhenti keluar
"Leo, tolong hubungin gue dan ucapkan satu kata aja."
Flora terduduk dan memeluk lututnya sambil memandangi ponselnya, tangisnya belum berhenti.
"kenapa, kenapa Leo?, apa kamu emang masih mencintai Raisa?"
"air mata gue please berhenti keluar, kenapa gue begitu menyedihkan."
"gue tidak sanggup menghadapi kenyataan jika emang Leo masih mengharapkannya. Tuham apa yang harus Flo lakukan?, tolong beri Flo kekuatan."
"kenapa kamu tidak juga menghubungiku Leo, bagaimana Aku bisa bertahan kalah kamu sendiri menghadirkan luka yang begitu dalam."
__ADS_1
Flora terus berbicara dalam diamnya sampai dia tertidur sambil memegang ponselnya. Flora terlihat begitu sedih, terlihat kekecewaan diraut wajahnya yang polos.