
Setelah memastikan kondisi gadis kecil itu telah membaik, ia berkata kepada La Domeng " tidak usah khawatir paman, anak paman akan sembuh dalam waktu dua jam "
Kemudian ia melesat, dengan menggunakan seribu langkah ajaib, dikombinasikan dengan ilmu meringankan tubuh, menyerang kedua pengawal La Baco.
" Plak...plak " dua buah tamparan dia layangkan kepada kedua orang itu. Sontak kedua pengawal tersebut pingsan, tanpa menyadari adanya serangan yang datang secara tiba2.
La Domeng begitu terkejut dan takjub, melihat kecepatan dari pengemis cilik sang penolongnya. Ia seakan tidak percaya dengan apa yang dilihat, bagaimana seorang anak kecil umur sebaya dengan anaknya, bisa memiliki kecepatan dan kekuatan yang begitu hebat.
Para penonton pun ternganga dibuatnya, mereka pun bertepuk tangan melihat pertunjukan tadi, sambil meng elu2kan si pengemis cilik.
La Barani tak mempedulikan mereka, ia kemudian mengangkat tubuh La Baco serta kedua pengawalnya keatas kereta kuda. Diapun berpesan kepada kusir kereta untuk membawa pulang La Baco dengan segera.
" Paman tidak usah takut sama La Baco, kedepan...! aku pastikan dia tidak akan berani mengganggu paman lagi" kata La Barani kepada La Domeng.
La Barani mengeluarkan sebuah kantung dan memberikannya kepada La Domeng.
La Domeng memeriksa isi kantong tersebut, seketika matanya terbelalak, melihat koin emas yang ada dalam kantong pemberian La Barani.
" Anak muda ini...! " katanya ragu.
" Terimalah paman...! itung2 itu adalah kompensasi dari perbuatan La Baco " kata La Barani.
La Barani merasa kasihan kepada La Domeng, sehingga ia ber inisiatif memberikan kompensasi. Walau bagaimana pun, La Baco adalah putra panglima perang kerajaan, sehingga sebagai pangeran dia merasa bertanggung jawab atas insiden yang baru saja terjadi.
" Sampai jumpa paman !" kata La Barani pamit.
La Barani seketika menghilang dari pandangan semua orang. ia tak mau berlama lama lagi, karena masih banyak yang harus dia kerjakan.
La Domeng ternganga dibuatnya, walau bagaimana pun, ia juga seorang kultivator ditingkat raja level lima.
Tadi dia berusaha mendeteksi sejauh mana kultivasi dari pengemis cilik tadi, tapi dia tidak bisa membaca tingkat kultivasinya.
" Waduh...! aku lupa mengucapkan terima kasih " di dalam hatinya, dia merasa malu sebagai orang tua.
" Semoga saja suatu waktu nanati, aku bisa berjumpa dengan pengemis cilik tadi. Aku curiga dia bukan pengemis betulan " batinnya, sambil menggendong anaknya menuju ke kediamannya.
###
Di Kediaman panglima kerajaan
" Siapa yang berani berbuat seperti ini kepada anakku ! " Tanya sang panglima kepada kusir kereta.
Dia tampak murka melihat anaknya La Baco, datang dengan tak sadarkan diri.
__ADS_1
" Dia.... ber....tarung... melawan pengemis cilik tuan ! " jawab si kusir sambil terbata bata.
" Ha...! apa....? pengemis cilik ? " kata panglima Polin terkejut, tak percaya kalau anaknya bisa di pecundangi oleh seorang anak kecil, apa lagi ada dua pengawal yang menemaninya.
" Iya...., tuan ! " jawabnya ketakutan.
Panglima Polin tahu, kekuatan anaknya berada di tingkat raja level tiga. Walau bagaimana pun kultivasi seperti itu sudah termasuk tinggi di kerajaan Bungaya ini.
" Ya..sudah ! nanti kita tanya kepadanya kalau sudah sadar."
" Cepat panggil tabib kemari, biar segera di obati " kata panglima Polin kepada pelayan.
" Baik Tuan...! " Kata pelayan.
###
Di dalam Istana
La Barani segera menemui ayahnya guna melaporkan tindakan La Baco. Agar ayahnya menegur Panglima Polin, atas kelakuan tidak terpuji dari La Baco.
Dia Khawatir, bila La Baco membalas dendam kepada La Domeng.
" Seperti itu...! " kata Petta Sompe sambil mengelus dagunya yang tidak berjanggut, setelah mendengar berita yang disampaikan anaknya.
Dia begitu penasaran, dengan sosok pengemis, yang katanya masih berumur di bawah sepuluh tahun.
" Seorang sosok yang jenius ! " gumamnya dengan mata yang ber binar.
Petta Sompe berniat untuk merekrut pengemis itu, Iapun menyuruh beberapa pengawal untuk mencari tahu, siapa pengemis cilik itu.
Dalam hati La Barani tersenyum, ia memang tidak memberi tahu ayahnya bahwa dialah pengemis itu.
La Barani segera pamit kepada ayahnya, dengan alasan untuk mempersiapkan acara pembukaan turnamen. Dia sebenarnya menghindari pertanyaan2 selanjutnya dari ayahnya.
Saat ini, dia masih perlu merahasikan kekuatannya dari semua orang termasuk ayahnya.
####
Hari yang di nantikan pun tiba
Acara pembukaan turnamen bela diri akan segera dimulai, suasana di alun alun kerajaan begitu meriah.
Tampak panji panji perguruan yang akan mengikuti kompetisi, telah berkibar disekeliling alun alun.
__ADS_1
Para penonton dari segala lapisan masyarakat, begitu antusias mengikuti jalannya turnamen.
Tampak di tengah2 terlihat enam arena yg telah disiapkan oleh panitia. Dipodium utama, tampak Sang raja serta permaisuri telah hadir bersama Putra Mahkota La Galigo.
Di podium Vip, para ketua sekte telah menempati kursinya masing2, disebelahnya para tamu kehormatan dari klan2 serta dari beberapa kerajaan yg turut hadir pula.
Tak lama kemudian, pembawa acara mempersilahkan Raja Petta Sompe untuk membuka acara.
Petta Sompe dengan penuh perbawa, berdiri untuk menyampaikan sambutannya.
" Para hadirin sekalian..,! para ketua sekte serta para tamu kehormatan dan rakyat kerajaan Bungaya yang saya cintai !" Kata Petta Sompe dengan menggunakan tenaga dalam, sehingga semua yang hadir mendengarkan ucapannya.
" Saya hanya berharap, agar turnamen ini berjalan dengan lancar, jadi saya minta kerja sama dari kalian semua....,"
" Dengan ini, turnamen bela diri yang setiap lima tahun sekali saya buka...! " Katanya singkat.
Setelah itu tepuk tangan yang meriah menyambut di bukanya turnamen.
Tidak lama kemudian, ribuan pemuda berseragam warna warni masuk memenuhi alun2. Mereka terlihat membawa alat musik dari bambu, yang di lekatkan di kedua telapak tangan mereka masing2.
Mereka mendemonstrasikan tarian ganrang bulo, tidak lama terdengar bunyi kecapi yang merdu dengan sedikit pengerahan tenaga dalam, disertai bunyi gendang yang bertalu talu.
Sangi karaeng mangempo
Sangi kareng pajajareng
Sangi karaeng.... Sangi karaeng
Satuju ri matan ta daeng....!
Demikian sepenggal syair2, yang di dendangkan menggunakan bahasa kuno.
Tampak La Barani memainkan kecapi dengan merdu, dengan diiringi gendang serta bunyi ganrang bulo ditangan begitu selaras menghasilkan musik yang menghentak. Menimbulkan gairah tersendiri bagi yang mendengarkan.
Setelah itu, ada atraksi sepak takraw yang di pertunjukkan oleh para pemuda dan masih banyak lagi setelah nya.
Di akhir acara pembukaan, La Barani memainkan kecapi dengan mendendangkan lagu yang penuh semangat dan jenaka. Sampai para penonton banyak yang tertawa dan sangat ter hibur dengan lagu serta permainan kecapi La Barani.
Tidak lama setelah selesai memainkan kecapinya, para penonton pun bertepuk tangan, mereka sangat puas dengan acara pembukaan kali ini.
Sebab di turnamen sebelumnya, tidak ada pertunjukan pembukaan seperti ini.
Setelah itu di mulailah acara turnamen, para peserta diminta untuk menempati kursimya masing2.
__ADS_1
######