
Masih didalam dimensi,
La Barani sangat sedih ditinggal gurunya, seharian kerjanya cuma bermalas malasan, ia hanya memandangi ke seratus prajurit langit yang berbaris rapi di depannya.
Sore hari, dia menggerakkan kedua tangannya sambil merapalkan sesuatu, tampak dia membuka segel prajurit langit.
" Prajurit langit bangkitlah...!! " teriaknya, seketika prajurit langit bangkit dari berlututnya.
" Kami prajurit langit, siap menerima perintah tuanku ! " kata mereka serempak.
" Saatnya kita akan berlatih..... tapi... " La Barani seketika mendapatkan ide.
" Kalian semua,! berkumpul lah didekatku, aku akan merubah tempat ini sesuai seleraku.
Setelah semuanya berkumpul, La Barani melakukan gerakan jurus dimensi ruang dan waktu.
" Akan kubuat dimensi ini menjadi indah, sebaiknya tempat yang sekarang aku perkecil. Dan kutempatkan di halaman belakang Istana yang akan ku buat, agar kenangan selama aku berlatih tetap ada " batinnya.
La Barani menggerak gerakkan tangannya, seketika rumah serta lapangan yang ada menjadi mengecil, dia menggerakkan lagi tangannya, seketika Istana yg indah tercipta. Dia lalu menempatkan istana itu didepan, membelakangi rumah serta lapangan tempatnya selama ini berlatih.
Kemudian La Barani membuat lapangan yang luas, dihalaman istana serta taman2 yang dipenuhi dengan aneka macam bunga yg indah.
Disamping Istana dibuat lagi semacam aula. Lengkap dengan kursi2, dihadapan kursi2 dia buat lagi sekitar lima belas kursi yang indah, dengan sebuah singgasana ditengahnya.
Kemudian di sebelah utara, La Barani membuat ribuan hektare lahan persawahan. Dia juga membuat aliran sungai kecil, untuk mengairi persawahan itu. Kemudian di latar persawahan, di buat juga gunung yang tinggi menjulang.
Tinggal membuat desa2 untuk menampung penghuni dimensi ini. Serta menangkap hewan peliharaan dan hewan yang akan menempati hutan itu. karena La Barani tidak bisa membuat mahluk hidup, karena itu sudah diluar kuasa hukum ruang dan waktu.
" Sepertinya sudah cukup, nanti kutambah sedikit demi sedikit " gumamnya puas dengan pekerjaannya.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya dia lalu duduk bersemadi. La Barani terlihat sangat kelelahan setelah melakukan perubahan, sebab proses itu sangat menguras tenaga dalam.
Setelah bersemadi selama tiga jam. Dengan bantuan Inti baja yang banyak menampung persediaan tenaga dalam, kekuatannya pun akhir pulih.
" Kini saatnya untuk berlatih, dengan adanya prajurit langit ini. Tentu pengalaman ku dalam bertempur akan jadi matang " batinnya.
__ADS_1
" Prajurit ! mohon bantuannya, aku ingin berlatih dengan kalian. Aku akan berlatih melawan satu prajurit perunggu tombak dan satu prajurit perunggu pedang " Kata La Barani. Dia mau menjajal kemampuannya tidak langsung melawan banyak prajurit, karena tidak tahu mengukur kemampuannya saat ini.
" Kami siap menerima perintah tuanku " jawab mereka serempak.
Perlu diketahui, prajurit langit tidak memiliki kemampuan untuk bersosialisasi. Mereka bergerak seperti apa yang diperintahkan. Mereka seperti robot yang tidak makan dan minum, mereka hidup seperti kita manusia tapi mereka tidak punya keinginan.
" Baik...,! kita mulai sekarang !"
La Barani melakukan kuda2, lalu mengeluarkan Badik Pembunuh Naga dari gelang penyimpanan nya.
Diapun langsung melakukan serangan, dengan jurus seribu langkah ajaib digabung dengan Jurus Niat Senjata.
Sebuah penggabungan jurus yang begitu indah dan sempurna, langsung terarah kepada prajurit yang menggunakan tombak.
" Ting.... Ting.... Ting ! dentingan suara Badik Pembunuh naga, dengan tombak prajurit langit langsung bergema. La Barani tidak sampai disitu saja, dia lanjutkan serangan kepada pengguna pedang, dengan kombinasi jurus kelenturan dengan seribu langkah ajaibnya disertai jurus Niat senjata.
Tampak kedua lawannya terjajar mundur lima langkah, sedang La Barani tidak bergeming sedikitpun dari tempatnya berdiri. Diapun takjub akan serangannya, padahal dia baru menggunakan empat puluh persen tenaga dalamnya.
Kemudian dia bergerak maju, menyerang keduanya dengan gerakan yang indah.
Dari arah samping, tusukan tombak menderu ke arah La Barani, diapun secara refleks meliukkan tubuhnya ke samping, dan melihat peluang untuk menyerang. Dia melakukan tendangan memutar, yang diarahkan ke dada prajurit tombak.
" Buuk..... prak...aakh ! " suarabjeritan sang prajurit tombak pun terdengar, prajurit itupun tidak mampu untuk berdiri lagi.
Melihat kawannya telah dikalahkan, prajurit pedang melakukan serangan maju menusuk. La Barani langsung mengeluarkan jurus Gelang Dewa mengurung pergerakan lawannya.
Tampak bayangan spiral muncul mengelilingi lawannya, seketika pergerakan lawan melambat.
" Sekarang saatnya...!!! "
" Jurus megananda, Tinju baja " Labarani meneriakkan jurusnya. Tampak bayangan tinju sebesar kepala kerbau mengarah ke prajurit pedang, sang prajurit menahan dengan tamengnya. Namun kekuatan serangan tinju La Barani terlalu kuat untuk di tahan, sang prajurit pun akhirnya terbang sejauh dua puluh meter.
" Selesai juga akhirnya...!" Dia nampak puas dengan jurus2nya.
La Barani tidak merasa khawatir dengan prajurit langit yang terluka. Karena dia tahu dengan pusaka dewa Armor langit, mereka tak akan terluka, kecuali dengan serangan penuh serta penggunaan jurus tingkat tinggi, baru mereka akan terluka dengan serius.
__ADS_1
Dia pun dengan penuh keyakinan, menyuruh sepuluh prajurit langsung menyerangnya.
###
Di kerajaan Bungaya
Tampak para peserta Turnamen telah banyak yang hadir, terlihat panji2 perguruan mereka yang hadir, telah berkibar di sepanjang alun2 kerajaan
Para pedagang dari luar maupun dari dalam kerajaan, begitu antusias menjajakan dagangannya.
Delapan puluh lima perguruan telah hadir, dari seratus sepuluh perguruan yang akan ikut bertanding.
Terlihat, dua dari tiga perguruan Ternama telah hadir yaitu Perguruan Macan putih dan perguruan Tapak Kebenaran. Kedua perguruan itu adalah perguruan aliran putih sedang perguruan besar yang belum hadir, adalah perguruan Biara hitam yang beraliran hitam.
Panitia telah menyiapkan tempat tinggal para peserta serta rombongannya.
Petta Sompe ayah La Barani begitu semangat, dan mengundang para Ketua serta tetua perguruan yang ada agar setiap malam, hadir untuk menghadiri perjamuan di dalam kompleks istana.
Ia berniat memanfaatkan momen ini, untuk membangun relasi serta kebersamaan sehingga keamanan di kerajaan Bungaya tetap terkendali.
Malam pun tiba,
Para ketua serta perwakilan Perguruan yang hadir telah datang satu persatu, merekapun disuguhi dengan dengan hidangan yang lezat, serta tak lupa Tuak serta arak pun turut di suguhkan.
Setelah semua undangan telah hadir, tak lama kemudian Petta Sompe beserta permaisuri datang. Disebelah mereka turut hadir pula La Galigo dan La Barani, mereka berjalan dengan perbawa atau aura kebangsawanan yang kental.
Mereka pun langsung menuju meja yang telah disiapkan oleh para pelayan istana.
" Para Ketua serta perwakilan perguruan, silahkan di santap hidangannya. Aku sebagai penanggung jawab turnamen ini merasa senang akan kedatangan kalian " kata Petta Sompe.
" Terima kasih Yang mulia ! atas undangannya, semoga anda beserta keluarga di beri umur panjang...!!" kata salah satu ketua perguruan.
Mereka pun menyantap hidangannya, setelah tengah malam barulah para undangan satu persatu meninggalkan aula istana.
######
__ADS_1