Kisah Pendekar Dewata

Kisah Pendekar Dewata
03. Berlatih keras


__ADS_3

La Barani muncul di tempat dia menghilang tadi, dia bergegas mencari kakaknya. Ia mendapati La galigo dan kedua orang tuanya sedang murung, bersedih dengan kepergiannya yang tiba2.


Ia pun segera menghampiri mereka, yang terkejut dan senang dengan kehadirannya.


" Adik dari mana saja kamu...?!?, kami sudah kebingungan mencarimu !" tanya kakaknya


" Maaf kak,! tadi aku bersembunyi di belakang pohon bambu sampai aku ketiduran " kata La Barani beralasan, sebab gurunya telah mewanti wanti agar merahasiakan pelatihannya.


" waduh....! " lain kali jangan begitu lagi, kasihan ibumu sampai begitu cemas mencarimu " kata ayahnya.


" Maaf ibu,! lain kali, aku tidak bakalan berbuat begini lagi " katanya sambil memeluk ibunya yang amat dia sayangi.


" Ya sudah anakku. Sebaiknya kamu pergi makan dulu, terus istirahat " kata ibunya, sambil mengelus elus kepala anaknya.


" Baik ibu, ayah, La Barani makan dulu. kakak tidak ikut makan?, ayo kita makan sama2 " katanya tanpa menunggu jawaban dari La galigo, ia langsung menuju ruang makan, disana sudah menunggu pelayan istana. Yang langsung menyiapkan makan siang untuknya.


######


Malam hari, La Barani menunggu gurunya, untuk mengbawanya masuk ke dalam dimensi pelatihan. Tak lama kemudian guru Kuti menariknya masuk ke dunia dimensi.


Di dalam dimensi pelatihan. Dia terkejut dengan tekanan yang tidak seperti sebelumnya, ia merasa berat melangkah.


" Aduh...! guru kenapa sulit sekali, aku menggerakkan tubuhku ini " keluhnya kepada gurunya.


" Hahaha...! tenang saja, nanti juga kamu akan terbiasa " kata gurunya.


Guru Kuti menjelaskan, bahwa ia sudah merubah tekanan gravitasi. Sehingga kondisi didalam agak berat, sehingga nanti menambah efek, pada pelatihan muridnya.


" Kamu berlatih seperti kemarin, beban tidak usah ditambah dulu. Nanti, bila kamu sudah terbiasa, baru guru akan menambah beban pelatihanmu " kata guru nya.


Tanpa banyak protes lagi, La Barani menuruti kata gurunya, setelah melakukan beberapa putaran. Ia akhirnya mampu menyelesaikan putaran yg ke 25, walaupun dengan susah payah.


######


Tak terasa waktu berlalu dengan cepatnya, La Barani telah menjalankan pelatihan fisiknya, selama dua setengah tahun waktu dialam dimensi. Sedang untuk didunia luar, baru sebulan dia berlatih.


Tampak perubahan fisiknya begitu mencolok, badannya tampak begitu kekar, ototpun sdh mulai nampak. Sedang wajahnya sudah menunjukkan seperti anak usia sepuluh tahun.


Orang tua serta kakaknya, sering bertanya atas perubahan fisiknya. Tapi La Barani katakan, itu karena dia rajin berlatih fisik di belakang istana.


Untuk mengecoh kecurigaan orang2 disekitarnya, bila berada di luar alam dimensi, dia juga sering berlatih mengangkat barbel, serta berlari keliling lapangan istana, pada waktu pagi dan sore hari.


La Barani tidak merasa lelah, melakukan itu semua. Karena efek dari pelatihan yg ada di alam dimensi.


" Guru,! kapan aku belajar jurus silat ? aku sudah jenuh dengan pelatihan semacam ini !" tanyanya merajuk kepada gurunya.


" Muridku...! untuk saat ini, kamu belum bisa belajar jurus silat, karena kekuatan fisik kamu belum stabil. Nanti pada saatnya, guru akan mengajarkan ilmu silat kepadamu.


" Ibarat kita membangun sebuah rumah yang kokoh, pondasi awal itu perlu. Agar rumah kita tahan terhadap angin kencang serta gempa. Seperti itulah kira2 muridku " jelas Kuti


" Untuk saat ini, fisikmu sudah sangat kuat. Kamu sudah mampu membawa beban seratus kilo, sambil berlari sebanyak seratus putaran, itupun dibawa tekanan gravitasi."


" Tapi, itu baru tenaga luar saja. Nanti saat kamu telah berlatih, ilmu pernapasan tenaga dalam, baru kamu bisa mempelajari beberapa jurus dasar " jelas Kuti kepada muridnya.


" Untuk saat ini, guru akan mulai menempa kwalitas tulangmu, Setelah itu darahmu dan terakhir ototmu. Inilah alasan, kenapa kamu melalui penempaan fisik yang berat, agar tubuhmu tahan terhadap proses penempaan tubuh, yang begitu berat serta menyakitkan " kata guru Kuti lagi


" Ooo...!!! begitu ya guru..?!?, jadi ada tahap2 pelatihan, yang harus kita lalui untuk menjadi seorang pendekar !" tanya La Barani


" iya...! banyak pendekar yang berlatih biasa2 saja, tanpa melalui jenjang pelatihan yg baik."


" Tetapi hasilnya tidak maksimal, apabila mereka menghadapi, pendekar yg melalui penempaan tubuh yg baik, walau mereka setingkatan dengannya, merka akan di kalahkan dengan mudah " Jelas Kuti kepada muridnya.


" Jadi sekarang aku harus berlatih apa guru ? " tanyanya lagi


" Untuk saat ini, kamu harus melalui penempaan tulang. Walaupun guru sudah mengetahui, bahwa jenis tulangmu saat ini adalah tulang Emas. Tapi itu belum cukup, untuk berada di puncak kultivasi. Kamu harus meningkatkan kekuatan tulangmu, menjadi tulang langit Dewa ruci. Itulah jenis tulang yg tertinggi saat ini " jelas Kuti kepada muridnya.

__ADS_1


" Adapun jenis2 tulang adalah :




Tulang biasa




Tulang Tamtama




Tulang Madya




Tulang Perwira




Tulang Kesatria






Tulang Emas




Tulang langit Dewa ruci




Adapun jenis tingkatan kwalitas darah pendekar yaitu :




Darah biasa




Darah perwira

__ADS_1




Darah Emas




Adapun Tingkatan Otot yaitu :




Otot biasa




Otot Macan




Otot Badak




Otot Besi




" Itulah tingkatan yg harus dilalui, untuk seorang pendekar. Agar seorang pendekar bisa menjadi kultivator ulung."


" Jadi..,! untuk meningkatkan tingkatan tulangmu, kamu perlu mengkonsumsi sumber daya. Agar kwalitas tulangmu bisa meningkat dengan cepat. Disamping kamu jg harus, tetap berlatih seperti biasanya " jelas Kuti dengan panjang lebar menjelaskan kepada muridnya.


" Untuk sumber daya, kamu tidak usah khawatir, guru memiliki banyak sumber daya di dimensi lain " kata Kuti.


" Sekarang selesaikan latihanmu untuk hari ini, sementara guru pergi mengambil sumber daya " kata Kuti.


Iapun menghilang dari hadapan muridnya.


La Barani pun melanjutkan pelatihannya, Iapun dengan semangat berlari, dia berencana menambah porsi larinya menjadi seratus lima puluh putaran.


Pemuda ini menyadari, semenjak ia berlatih, hasil yg didapatkan begitu terasa, bila berada di luar dimensi.


Badannya terasa ringan digerakkan, kekuatan fisiknya begitu kokoh. Untuk ukuran anak seusianya, dia merasa mampu untuk mengalahkan, pemuda yg baru ditingkat dasar pelatihan, dengan begitu mudah.


Dia tidak mengetahui, bahwa dia memiliki tubuh khusus. Tingkatan tulang emas yang dimiliki saat ini, adalah hal mustahil, dimiliki oleh setiap pendekar.


Tingkatan yang dimiliki, oleh pendekar yang umum nya, tertinggi adalah Tulang kesatria, dengan darah perwira serta otot badak.


Menjelang sore setelah latihan, Guru Kuti baru datang. La Barani tampak bersemangat, serta memperlihatkan senyum manisnya.


" Guru bagaimana...? apa sumber dayanya sudah siap ?! " tanya La Barani tak sabar ingin cepat2 menjalani pelatihan ke duanya.


" Sabar anak muda, sebaiknya kamu pergi mandi dulu. Setelah makan, nanti malam baru kita mulai pelatihannya " kata guru Kuti, sambil berjalan ke arah dapur. Untuk menyiapkan makan malam untuk muridnya, karena dia sebagai roh, dia tidak memerlukan makan dan minum.

__ADS_1


Setelah La Barani mandi, dia bergegas kedapur untuk makan. Matahari pun sudah tergelincir ke ufuk barat di alam dimensi.


######


__ADS_2