Kisah Pendekar Dewata

Kisah Pendekar Dewata
34. Berlatih dengan jurus baru


__ADS_3

Dua minggu kemudian,


La Barani membuka kedua matanya, setelah merasa tenaga serta kemampuannya telah bertambah. Banyak pencerahan yang dia dapat, setelah membuka ingatan dari Dewa Cahaya. Ilmu ruang, ternyata masih ada beberapa tingkat yang belum dia kuasai.


Saat ini, La Barani hanya mampu mengoyak ruang antar dimensi kecil. Contohnya, dia hanya mampu membuat koyakan dimensi sumberdaya ke alam fana. La Barani belum mampu mengoyak ruang dimensi lain seperti dimensi dunia bawah dan dunia atas apalagi dimensi galaksi.


Hambatan La Barani hanya pada tingkat kultivasinya, bukan karena pengetahuannya karena jurus itu sudah dia miliki melalui transfer ilmu dari Dewa Cahaya.


Ilmu waktu juga, dia hanya bisa mencapai tingkat dua yaitu dapat melihat mundur pergerakan lawan. Jadi saat ini, La Barani bisa melihat arah pukulan lawan sebelum mengenainya. sedang jurua ketiga yaitu menghentikan waktu belum bisa dia gunakan karena tingkat kultivasinya yang lemah.


" Aku harus bertambah kuat, agar dapat menguasai sepenuhnya ilmu2 tersebut " gumam La Barani merasa kecewa, atas kelemahannya. Padahal saat ini untuk ukuran dunia fana, ia sudah berada di puncak kultivasi.


Seandainya ada orang mendengar, bahwa dia kecewa dan mengetahui tingkatan kultivasinya yang tingkat pendekar suci tingkat sembilan, mungkin orang itu akan muntah darah.


" Aku harus melatih semua jurus2 baruku, agar dapat kugunakan nanti saat perang " batinnya.


La Barani kemudian mengeluarkan sebuah pedang dari cincin penyimpanannya, sebuah pedang yang membuatnya tertarik.



Ilustrasi gambar pedang La Barani


Pedang itu sangat unik dengan bilah pedang berwarna putih, yang berujung lebih besar dari pada pangkalnya yang lebih kecil hingga kegagangnya. Terlihat garis hitam pada pedang itu, mulai ujung sampai gagangnya. Diantara bilah dan gagang pedang, tampak giok berwarna merah berbentuk seperti hati, yang menambah keindahan desain pedang itu


" Karena kamu pemberian dari Sang Dewa patah hati. kamu kuberi nama Pedang Dewa Patah Hati, Hahahaa !" kata La Barani, berbicara sendiri sambil tertawa terkekeh tiada hentinya.


Setelah sekian lama dia tertawa barulah dia berhenti, kemudian berjalan mencari tempat yang cocok untuk berlatih. Dia memilih padang yang luas pemberian Dewa Bhatara untuk berlatih karena jauh dari wilayah sumberdaya berada.


Setelah tiba, tangannya lalu bergerak membuat Array formasi pelindung agar ia bebas berlatih tanpa merusak wilayah sekitarnya. Tampak kubah seluas lima puluh meter persegi terbentuk. La Barani kemudian memasuki alam bawah sadarnya, mengingat Jurus2 pemberian Dewa Cahaya.


" Jurus pedang cahaya, menari ditengah hujan," La Barani kemudian mempraktekkan jurus itu.


Terlihat La Barani seperti menari, meliukkan liuk dengan indahnya. jurus ini ternyata termasuk jurus pertahanan tingkat tinggi, tapi se kali2 bisa juga menyerang bila musuh lengah.

__ADS_1


Setelah seharian dia melatih jurus itu dengan berulang ulang dan merasa cukup menguasainya, diapun lalu melatih jurus yang lain.


" Jurus Pedang ilusi, Bayangan Kematian " teriak La Barani.


Tampak puluhan bayangan pedang terlihat menyerang dengan kecepatan tinggi, ketika La Barani mengeksekusi jurus itu. Tapi pandangan musuh seakan melihat ratusan bayangan pedang.


Puluhan bayangan pedang itu terbentuk bukan karena ilusi, itu terjadi karena kecepatan gerak yang dihasilkan dari jurus itu, sedang ratusan banyangan yang lain hanyalah pengecoh.


Bisa di bayangkan kehebatan jurus ini, lawan pasti menyangka semuanya adalah ilusi. Padahal puluhan banyangan pedang adalah bayangan asli hasil dari kecepatan gerak jurus itu. ternyata inti dari jurus Dewa Cahaya adalah kecepatan.


Jurus pedang ini diulang ulang oleh La Barani hingga lewat tengah malam. Setelah cukup mahir, ia kemudian memperbaiki kubah pelindung, karena banyak yang retak, setelah terkena energi pukulan dari jurus tadi.


Kemudian La Barani melanjutkan dengan jurus yang lain.


" Jurus Pedang Meteor, Menerjang Bumi," teriak La Barani.


Pedang ditangannya seketika mengeluarkan api yang menyala nyala, mengiringi gerakan2 jurus meteor. Saat diakhir gerakan, La Barani melompat setinggi sepuluh meter keudara, kemudian dia mengayunkan pedangnya ke bawah menuju tepi kubah pelindung, mengeksekusi gerakan terakhir jurus itu.


" Blum... boom...doooor !"


" Sungguh jurus yang kuat," kata La Barani. Dia tak dapat membayangkan seberapa besar kerusakan yang dihasilkan oleh jurus pedang meteor, seandainya dia tak memakai kubah pelindung.


La Barani tidak berniat berhenti berlatih. Dia lalu melanjutkan mencari jurus yang diberikan oleh Dewa Bhatara.


" Apa? apaan jurus ini ! memangnya tidak ada nama lain?!" kata La Barani sambil garuk2 kepalanya yang tidak gatal.


La Barani kemudian melatih jurus pemberian Dewa Bhatara, sambil cengar cengir cengengesan.


" Jurus Pedang Patah Hati, Selamat Datang Cinta," teriak La Barani menyebut nama jurus itu.


Jurus tersebut menekankan pada kekuatan jiwa penggunanya. Sehingga menghasilkan serangan yang sangat mematikan. Setelah melakukan gerakan jurus itu secara berulang ulang, akhirnya La Barani melatih jurus selanjutnya.


" Jurus Pedang Patah Hati, Kecewa Mengundang Maut," teriak La Barani sambil tertawa memainkan jurus itu.

__ADS_1


La Barani kemudian berlatih jurus yang lain setelah dia merasa cukup menguasai jurus tadi.


" Jurus cinta ditolak pedang bertindak " teriak La Barani tersenyum sendiri sambil berlatih dengan jurus itu. Kekuatan serang jurus ini sangat hebat, sesuai nama jurus itu yang penuh dengan kemarahan.


jurus ini bukan hanya mengandalkan kecepatan serangan, tapi dia juga memerlukan qi yang besar dalam setiap gerakan serangannya. Sehingga efek dari jurus ini akan sangat besar terasa oleh musuh.


La Barani melatih semua jurusnya selama dua minggu penuh, sampai dia sudah menguasainya secara sempurna.


Akhirnya setelah sebulan penuh berlatih di alam sumberdaya. La Barani kemudian keluar menemui ayahnya di benteng perbatasan.


######


Sebelum matahari terbit, La Barani telah berada di atas benteng perbatasan. Dia lalu menemui panglima Polin serta Datuk Basalama yang telah sejak tadi berada di ruang rapat.


" Salam panglima, datuk," sapanya.


" Salam Pangeran " jawab mereka serempak.


" Bagaiman dengan pasukan Pagaruyung?, apa mereka telah siap, pangeran? " tanya Panglima Polin.


" Mereka sudah berada diposisi pagi ini, mereka hanya menunggu informasi dari kita kapan mereka menyerang," jawab La Barani dengan mantap.


" Syukurlah kalau begitu " kata Panglima Polin senang.


" Bagaimana kesiapan pasukan kita saat ini, apa ada kendala Panglima? " tanya La Barani.


" pasukan kita saat ini sangat siap Pangeran. Tapi kalau kita memobilisasi pasukan, kita masih memerlukan beberapa ekor kuda," kata Panglima Polin.


" Kalau itu tidak ada masalah, Panglima, " kata La Barani sambil mengibaskan tangannya.


Seketika dua ratus kuda rampasan dari Jendral Karibo, keluar beserta sepuluh kereta barang langsung berada di depan benteng.


" Wah, ternyata pangeran telah menyiapkannya," kejut Panglima Polin.

__ADS_1


######


__ADS_2