
La Barani terkejut melihat ukuran hewan2 itu, yang melebihi ukuran normalnya. Jumlah mereka tidak tanggung2 sekitar lima puluh ribu ekor.
Binatang buas itu ada beberapa jenis seperti Gajah yang berbulu yang mempunyai tinggi sepuluh meter dan panjang tiga belas meter, ada juga Anoa yang memiliki tanduk yang runcing yang tajamnya seperti ujung tombak, ada singa, macan, gorilla, dan masih banyak lagi.
Yang paling mencengangkan adalah, tingkat kultivasi dari binatang buas itu paling rendah ditingkat pendekar raja, dan yang tertinggi berada di pendekar suci tingkat puncak. Sungguh sebuah kekuatan pasukan yang sangat kuat.
" Wah..,! sungguh hebat, mereka adalah pasukan yang tangguh " seru La Barani takjub dengan apa yang ada di hadapannya.
" Dari mana mereka semua ini berasal, tuan Bhatara? " tanya La Barani.
" Mereka adalah peliharaanku yang menghuni hutan sumber daya ini " jelas Roh Bhatara.
" Apa? jadi hutan yang luas itu, terdapat berbagai macam sumberdaya ?" seru La Barani sambil menunjuk hutan, yang ada di belakang padang yang luas itu.
" Benar, apa kamu tertarik untuk memiliki semua ini ?" tanya Roh Bhatara.
" Kalau tuan Roh tidak keberatan, aku mau mengambil semuanya, beserta seluruh binatang buas ini " kata La Barani mantap.
" Hahahaa...,! Lalu kenapa tadi kamu menolak? " tanya Roh Bhatara sambil tersenyum.
" Itukan tadi,! sekarang aku mau menerima semua ini. Kan sayang, kalau ditinggalkan begitu saja " kata La Barani sambil tersenyum, serta menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Kamu ternyata lucu juga, anak muda " Kata Roh Bhatara sambil tertawa panjang.
La Barani tidak menghiraukan perkataan Roh Bhatara. Ia sangat asik memandangi binatang2 yang ada didepannya saat ini. Memang anak kecil seusianya sangat bersemangat bila melihat binatang.
" Lalu bagaimana caramu memindahkan semuanya " tanya Roh Bhatara.
" Tenang saja tuan, aku mempunyai cara tersendiri " kata La Barani sambil menyunggingkan senyum.
" Aku hampir lupa, kamu mesti kontrak darah dengan semua pimpinan binatang buas ini " kata Roh Bhatara.
" Baiklah tuan."
La Barani kemudian berbicara melalui telepati, dengan pimpinan kelompok setiap binatang buas tersebut. Hal ini bisa dilakukannya karena, setelah Roh Bhatara masuk kedalam pikirannya, La Barani juga mendapatkan ilmu2 milik Roh Bhatara.
Setiap pemimpin hewan buas lalu maju berkumpul dihadapan La Barani. Setelah mereka berkumpul, La Barani kemudian mengeluarkan belati dari gelang penyimpanannya. Dia lalu melukai ujung jarinya dengan belati itu. Kemudian ia menembakkan darahnya kesemua binatang buas itu.
__ADS_1
" Seraplah kekuatan darahku, lalu kembalilah ke tempat kalian masing2 " kata La Barani melalui telepati kepada binatang2 itu.
" Baik Tuan Raja !" jawab mereka serempak.
" Tuan Raja, apa aku tidak salah dengar " kata La Barani heran.
" Itu Benar anak muda, karena setiap manusia yang menguasai mereka, otomatis menjadi Raja bagi Hewan buas itu.
" Jadi, kamu sekarang adalah seorang Raja hewan buas, anak muda " kata Roh Bhatara.
" Selamat.., selamat.., anak muda " katanya lagi.
" Raja hewan buas, sepertinya menarik " kata La Barani.
Setelah mereka membubarkan diri, La Barani kemudian menuju altar pemujaan dia berencana mengambil tengkorak Dewa Bhatara.
" Apa yang kamu lakukan dengan jasadku, anak muda?" tanya Roh Bhatara penasaran dengan apa yang dilakukan La Barani.
" Tenanglah, tuan Bhatara."
La Barani kemudian memindahkan jasad dan altar Itu ke pinggiran padang. Setelah menemukan tempat yang cocok, La Barani lalu mengeluarkan pedang dari dalam gelang penyimpanannya, kemudian menggali lubang untuk menguburkan jasad dewa Bhatara.
Setelah menguburkan jasad Dewa Bhatara, La Barani kemudian menempatkan altar di atas kepala makam Dewa Bhatara. Lalu dia menggerakkan tangannya kemakam itu, seketika istana mungil yang indah berdiri diatas makam. Kemudian didepan istana itu ia menulis dengan qi nya yang berbunyi : DI SINI BERBARING JASAD SANG PELINDUNG DUNIA FANA " DEWA BHATARA ."
Roh Bhatara sangat terharu melihat makamnya itu, tanpa terasa airmatanya pun menetes. Dalam hatinya dia sangat berterimakasih kepada La Barani.
" Semuanya beres, saatnya kita meninggalkan tempat ini " kata La Barani.
La Barani kemudian memindahkan semuanya ke dimensi sumberdayanya.
" Whuus....whuut...!"
Seketika pandangan dewa Bhatara terbelalak, menyaksikan ruang dimensi La Barani. Dia tidak habis pikir dengan kejutan2 dari anak itu.
" Ternyata kamu menipuku, anak muda " kata Roh Bhatara.
" Menipu ? mana aku berani tuan !"
__ADS_1
" Ternyata kamu bisa keluar dari tempat tadi. Tapi, kamu sengaja tidak melakukannya " kata Roh Bhatara.
" Memang tadi kemampuanku belum bisa melakukan semua ini tuan. Tetapi setelah bertemu Dewa cahaya, beliau memberiku pengetahuan ruang dan waktu yang sangat hebat " kata La Barani menjelaskan.
" Aku memang mengetahui sedikit tentang ilmu ruang dan waktu sebelumnya, tapi itu hanya dasarnya saja tuan Bhatara " jelas La Barani agar Roh Bhatara tidak marah kepadanya.
" Jadi seperti itu, maafkan aku bila salah menilaimu tadi " kata Roh Bhatara meminta maaf.
" Tidak apa2 tuan, aku tidak mengambil hati kecurigaan tuan tadi " kata La Barani.
" Aku lupa menjelaskan kegunaan cincin penyimpanan itu, selain untuk menyimpan barang2, cincin itu adalah penetral racun " jelas Roh Bhatara.
" Jadi, selama kamu menggunakannya, cincin itu akan menjaga kamu dari serangan racun. Bila kamu mencelupkan cincin itu kewadah yang memiliki racun, pasti racun yang ada di wadah iru akan hilang " jelasnya lagi.
" Kalau begitu aku pamit dulu, anak muda."
" Whuut...,whuut...!" Roh Bhatara keluar dari pikiran La Barani.
" Tuan Bhatara mau kemana ?" tanya La Barani tak menyangka akan ditinggalkan oleh Roh Bhatara.
" Aku harus kembali, karena waktuku telah habis."
" Ingatlah selalu pesanku ini. Janganlah sombong dengan kemampuanmu saat ini, karena diatas langit masih ada langit " kata Roh Bhatara.
Roh Bhatara berubah menjadi cahaya yang kecil seukuran ibu jari, lalu melayang tinggi di udara dengan kecepatan tinggi.
Karena penasaran dengan isi cincinnya La Barani lalu mengalirkan qi ke cincin penyimpanannya. Betapa terkejutnya ia setelah melihat isinya, Koin emas yang menggunung dengan banyak tumpukan, serta pil2 tingkat tinggi tersusun rapi di dalam rak serta puluhan ribu senjata pusaka tingkat langit dan bumi dan ribuan kitab2 jurus mulai tingkat menengah sampai tingkat tinggi.
" Rupanya aku menjadi orang kaya raya, dengan isi gelangku saja aku bisa membeli apa saja, apa lagi ditambah isi cincin ini " gumam La Barani.
La Barani kemudian mengoyak ruang untuk mengintip keadaan di benteng perbatasan untuk memastikan keadaan disana baik2 saja.
" Ternyata apa yang dikatakan Dewa Bhatara benar, situasi di luar masih sore hari berarti aku di bawah sungai tadi hanya beberapa menit saja " batin La Barani.
La Barani kemudian melangkah ke saung, tempat dia selama ini berkultivasi. Ia berencana memperkuat pondasinya, sehabis menerobos tingkat pendekar suci tingkat sembilan.
Tapi sebelumnya, tak lupa ia menstabilkan waktu di dunia dimensi menjadi sediakala. Karena dia merasakan ada benturan waktu antara dimensi sumberdaya dengan dimensi hewan bisanya.
__ADS_1
######