
Labarani kemudian mengakhiri latihannya, dia lalu memasukkan pedang kedalam gelang penyimpanannya. Kemudian menggerakkan tangan kanannya memanggil badik pembunuh naga.
Badik pembunuh naga menurut kembali ketangan La Barani. La Barani kembali ke saung, mengambil sikap bersemedi dengan badik pembunuh naga berada di pangkuannya.
Dengan pemahaman dari kitab Pammasena dewata, bagian keempat yaitu kebijaksanaan. La Barani akan menanamkan seni senjata, dari kitab Niat hati mengukir jiwa kedalam badik pembunuh naga.
La Barani konsentrasi penuh kedalam kalbunya, lalu membuat beberapa segel keseluruh badan badik pembunuh naga.
Setelah membuat segel dengan kekuatan kalbunya, La Barani menyalurkan energi qi ke badik pembunuh naga. Kemudian melalui jiwanya, ia mentransfer ilmu dari pemahaman kitab Niat hati mengukir jiwa.
Keringat bercucuran di keningnya saat proses itu berlangsung. Awalnya semua berjalan lancar, kemudian La Barani pun panik, saat badik pembunuh naga memancarkan cahaya putih menyilaukan dan dengan sendirinya menyedot energi qi nya.
La Barani sekuat tenaga, berusaha melepaskan tangannya dari badan badik itu, tapi usahanya itu sia2. Setelah enam puluh persen energi qi La Barani tersedot, baru tangannya bisa dia lepaskan.
" Untung saja, setelah naik ketingkat enam pendekar suci. Jumlah qi ku bertambah menjadi lima puluh lingkaran, seandainya masih tiga puluh lingkaran tamat sudah riwayatku " gumamnya.
" Huu...,dasar rakus, ! kau mau membunuh ku ya..? " kata La Barani memarahi sang badik.
La Barani kemudian mengambil warangkanya, lalu berseru " masuklah " kemudian sang badik masuk kedalam warangkanya, lalu La Barani memasukkannya kedalam gelang penyimpanan nya.
" Akhirnya selesai juga...,! kekurangan ku saat ini adalah tidak memiliki jurus pedang. Aku akan menciptakan jurus pedang, sebelum keluar dari dimensi ini " gumamnya lirih.
Memang, satu satunya jurus pedang yang dia miliki. Hanyalah jurus pedang terbang, itupun dia dapatkan setelah mendapat pencerahan.
" Sebaiknya aku keluar dulu. Memastikan perang belum berlangsung, jangan sampai aku terlambat " batinnya.
La Barani kemudian keluar dari dunia dimensi.
####
Di Istana kerajaan Bungaya
Setelah makan siang, Petta Sompe bersama istri dan La galigo sedang duduk berbincang bincang.
" Ayah..,! ini sudah hari kelima adik berlatih, kenapa dia belum keluar juga? tanya La galigo kepada ayahnya.
" Mungkin besok adikmu baru selesai berlatih " kata ibunya.
" Adakah yang merindukanku ?" tiba tiba La Barani keluar dari dalam kamarnya.
" Adik..,! kami baru saja membicarakan mu " kata La galigo senang.
__ADS_1
" Panjang umur anakku, ! ibu sangat merindukan mu " kata ibunya sambil memeluk anaknya.
" Wah...,! selamat anakku, kamu sudah mencapai pendekar suci " kata Petta Sompe bangga.
" Ini semua berkat restu ibu dan ayah " jawabnya merendah.
" Ayah, adik..,! ini ada oleh2 " La Barani lalu mengeluarkan dua buah anggur langit dari gelang penyimpanan nya.
" kok hanya dua, untuk ibu mana? " tanya ibunya sambil cemberut.
" Ini buah anggur langit, buah ini untuk membersihkan kotoran dalam tubuh."
" Sangat bermanfaat untuk kultivator, apa lagi yang sudah lama tidak naik tingkat " jelas La Barani selanjutnya.
" Itu bagus anakku, tapi kok cuma dua biji kenapa tidak kamu berikan banyak kepada kami ? " tanya Petta Sompe
" Sebenarnya aku memiliki banyak ayah...! bahkan pohonnya aku punya. Untuk saat ini ayah hanya bisa memakan satu buah saja. Bila waktunya tiba, aku akan memberikan buah yang banyak kepada kalian berdua " kata La Barani menjelaskan.
Tanpa banyak bicara lagi, Petta Sompe dan La galigo memakan buah anggur langit itu.
" Rasanya kecut ! " kata mereka setelah memakan anggur langit itu.
" Iya dik ! rasanya manis " kata La Galigo tersenyum senang.
" Ayah aku mau jalan2 dulu sebentar, untuk melihat lihat keadaan " kata La Barani.
" Kamu mau Kemana? aduh...! " tanya Petta Sompe, sambil mememegangi perutnya.
" Adik.., kamu jahat ! kamu meracuni kami ya ?" kata La galigo marah.
Ibunya terkejut melihat suami dan anaknya, sambil memandang La Barani dengan tajam. La Barani kemudian berbisik kepada ibunya, lalu mereka berdua tertawa terbahak bahak.
" Awas...kamu, ! tunggu pembalasanku " ancam La galigo, sambil lari terbirit birit ke kamar mandi bersama ayahnya.
Setelah pamit kepada ibunya, La Barani kemudian melesat terbang keluar kota raja, menuju perbatasan selatan.
####
Di Padang rumput yang bersebelahan dengan hutan Karajae. Dua puluh kilo meter sebelum perbatasan kerajaan Bungaya.
Terlihat pasukan yang begitu besar sedang melakukan persiapan. Seperti nya tempat itu yang akan mereka gunakan sebagai Markas utama.
__ADS_1
Empat kerajaan beraliansi dengan Tanah Loka, yaitu :
Kerajaan Dongi, membawa lima puluh ribu pasukan.
Kerajaan Galesong, membawa tujuh puluh ribu pasukan.
Kerajaan Kanyuara, membawa lima puluh ribu pasukan.
Kerajaan Dompu, membawa enam puluh ribu pasukn.
Total pasukan bantuan kerajaan Tanah Loka, dua ratus tiga puluh ribu prajurit. Sedang pasukan kerajaan Tanah Loka sendiri berjumlah dua ratus lima puluh ribu.
Jadi total jumlah pasukan koalisi yang akan menyerang Kerajaan Bungaya, empat ratus delapan puluh ribu, jauh dari taksiran awal laporan telik sandi kerajaan Bungaya.
Setelah terbang selama lima menit, La Barani pun tiba di lokasi markas musuh. Dia mengamati serta menghitung jumlah pasukan musuh, La Barani lalu terbang kearah hutan Karajae.
Aku harus membuat portal teleportasi di hutan ini, agar aku bisa memobilisasii pasukan didalam hutan ini.
Lalu tangannya seketika digerakkan membentuk simbol2 yang unik. Seketika tercipta gerbang teleportasi sepanjang tiga puluh meter, lalu membuat segel berlapis untuk melindungi gerbang teleportasi itu.
Setelah puas memandangi gerbang teleportasi yang dia buat, La Barani pun terbang tinggi di atas awan. Disana ia mengamati kembali markas musuh, sebenarnya dia berencana membuat kekacauan tetapi dia urungkan.
" Aku akan membuat array formasi pengalihan, agar pasukan mereka masuk dalam perangkap pasukan Bungaya. "
La Barani terbang kembali ke arah perbatasan, sepuluh kilo meter sebelum sampai ke perbatasan, diapun turun lalu membuat formasi teleportasi untuk mengalihkan arah prajurit musuh.
Array formasi sepanjang tiga puluh meter tercipta, cukup untuk memobilisasii pasukan musuh kearah jebakan yang nanti ia buat. dia lalu menyegel formasi itu dan memastikan formasi yang dibuatnya benar2 aman. Tanpa ada orang yang bisa merasakannya, sampai tiba waktunya digunakan.
Kemudian La Barani terbang kerah utara berjarak lima kilo meter, dari ketinggian lima puluh meter dia menghantam sebuah dataran dengan tinju baja yang dia padukan dengan elemen apinya, dengan mengerahkan seperempat qi nya.
" Dhuuar...boom !" debu serta asap yang berbentuk cendawan langsung terbentuk, bumi pun bergetar seperti gempa, getarannya sampai terasa di kota raja.
Ledakan itu meninggalkan kawah sedalam tiga puluh meter, sedang luas nya berdiameter tujuh puluh meter persegi. La Barani lalu turun ke dasar kawah lalu membuat pasak tajam di dasar kawah dengan menggunakan elemen besinya.
Kemudian, Labarani melayang naik ke bibir kawah. Lalu membuat array formasi teleportasi, agar siapa saja yang melaluinya akan langsung meluncur kebawah. Dia lalu memperkuatnya dengan array pelindung, agar tidak dapat dilihat oleh mata biasa.
######
__ADS_1