Kisah Pendekar Dewata

Kisah Pendekar Dewata
28. Strategi La Barani


__ADS_3

Setelah sekian lama memperhatikan, keadaan sekeliling benteng perbatasan. La Barani kemudian melesat terbang di udara dengan kecepatan tinggi.


" Aku harus secepatnya mengaktifkan Array jebakan."


La Barani lalu terbang tinggi diatas awan, agar tidak menarik perhatian orang. Saat ini, ia melewati markas pasukan Tanah loka. Setelah memastikan tidak ada hal yang menarik, La Barani lalu menuju tempat Array jebakan terpasang.


" Tampaknya tak ada yang menyadari keberadaan Array ini, " La Barani tersenyum puas. Tangannya lalu membentuk simbol2 yang rumit. Rune2 kuno berbentuk keemasan terpancar keluar dari tangannya, kemudian dia menyentuh Array jebakan. Seketika simbol2 yang berbentuk rune2 kuno, berputar mengelilingi Array jebakan yang memiliki lebar tiga puluh meter.


" Swing... swing...! " terdengar bunyi Array, setelah diaktifkan.


Kemudian La Barani mengeluarkan sebuah batu Mustika, dari dalam gelang penyimpanannya. Dia lalu mengisi batu itu, dengan dua puluh lima persen qi yang dia miliki, untuk mengaktifkan Array jebakan. Ternyata fungsi batu Mustika itu, untuk memberikan tenaga bagi Array jebakan.


" Swush.... swush..!!! ."


" Akhirnya selesai juga. Semoga saja Array ini, bisa berfungsi dengan baik, " katanya.


" Aku harus segera kembali secepatnya, sebelum rapat berakhir. Agar rencana yang telah kususun berjalan dengan lancar," gumam La Barani. Kemudian diapun kembali ke benteng perbatasan.


####


Di dalam ruang rapat di perbatasan Bungaya.


Raja Petta Sompe masih serius mejalankan rapat, banyak strategi yang telah mereka bahas, namun belum ada yang betul2 bisa diterima oleh semua pihak.


La Barani kemudian muncul dari pintu masuk, membuat wajah mereka berseri seri. Seakan mereka telah mendapatkan secercah harapan dari anak usia tujuh tahun itu.


" Selamat datang, Pangeran !," kata mereka serempak, hampir bersamaan.


" Anakku,! kenapa lama baru muncul, kami sedari tadi menunggumu !" kata Raja Petta Sompe.


" Maaf ayah, paman2 semuanya,! aku tadi ada urusan " kata La Barani, sambil menangkupkan kedua tangannya didepan dada.


" La Barani anakku,! apa kamu mempunyai strategi, buat menghadapi pasukan musuh selanjutnya? " tanya Raja Petta Sompe langsung ke intinya.


" Kalau perencanaan strategi ada ayah, paman2 sekalian,! tapi, entah apa kalian setuju atau tidak dengan rencanaku " kata La Barani, sambil garuk2 kepalanya yang tidak gatal.


" Ungkapkan saja Pangeran, siapa tahu rencanamu bisa kita jalankan," kata Panglima Polin.

__ADS_1


La Barani kemudian memandangi mereka semua. Dari ekspresinya, terlihat mereka mengharapkan sekali masukan darinya.


La Barani kemudian menuju meja miniatur wilayah peperangan, diiringi tatapan penasaran semuanya, dia lalu menjelaskan rencananya.


" Paman2 sekalian. Aku telah membuat Array jebakan, didaerah lima kilo meter dari tempat kita berada saat ini, " kata La Barani sambil menunjuk lokasi Array jebakan yang telah diaktifkan.


" Fungsi Array jebakan ini, untuk menggiring sebagian pasukan musuh ke kawah yang telah kupasangi ranjau," lanjut La Barani.


" Tinggal tugas seribu pasukan pemanah dan seratus pasukan gabungan pendekar raja dan pendekar suci, yang akan mengepung diatas kawah, untuk memastikan pasukan yang terjatuh kedalam kawah tewas semuanya."


" Ini menarik Pangeran, berapa banyak kira2 pasukan musuh yang akan masuk kedalam kawah itu? " tanya salah satu ketua Perguruan penasaran.


" Menurut perhitunganku, sekitar tiga puluh persen dari jumlah pasukan Tanah Loka yang ada di markas kedua mereka."


" Saya perkirakan, jumlah pasukan yang ada di markas kedua mereka, berjumlah seratus ribu orang. Berarti, targetku sekitar tiga puluh ribu prajurit musuh yang akan masuk kedalam jebakan. Bahkan mungkin lebih, tanpa mereka sadari , " jelas La Barani meyakinkan.


Orang yang hadir dalam pertemuan itu, jadi gempar dan bergidik ngeri dengan angka yang disebutkan oleh La Barani.


" Ini benar2 strategi yang jitu. Tapi sekaligus mengerikan Pangeran " kata Datuk Basalama, sambil menggelengkan kepala.


Lalu La Barani melanjutkan memaparkan idenya, untuk memobilisasii semua pasukan untuk keluar dari perbatasan, melanjutkan peperangan, mendekati markas musuh yang hanya berjarak satu kilo meter dari perbatasan.


Hal ini dilakukan karena jumlah pasukan musuh, hanya sekitar seratus ribu lebih sedikit. Sehingga secepatnya pasukan pertama dan kedua musuh, dapat dipukul mundur. Sehingga mereka kembali ke induk pasukan mereka.


" Apa ini tidak beresiko Pangeran? soalnya, meninggalkan benteng akan melemahkan pertahanan pasukan kita," tanya Panglima Polin ragu.


" Aku akan melibatkan Pasukan Pagaruyung dalam perang selanjutnya," jelas La Barani.


" Paman2 sekalian, aku sama sekali tidak meremehkan kekuatan musuh kita. Hanya saja, aku telah mengetahui kekuatan musuh, dari informasi Jendral mereka yang telah kubunuh." kata La Barani meyakinkan.


" Paman2 sekalian,! untuk mempercepat gerak kita, sebaiknya aku mengajak Panglima Polin serta Datuk Basalama ke kawah yang kumaksud, agar secepatnya mereka mengatur, siapa saja yang akan di tempatkan disana.


" Baik..., semuanya ! aku telah yakin dengan strategi La Barani. Besok aku yang akan memimpin langsung pasukan untuk melawan musuh besok." kata Raja Petta Sompe. Memutuskan bahwa strategi La Barani yang akan di jalankan. Orang2 lalu membubarkan diri, keluar dari tempat rapat.


" Panglima, Datuk...,! harap tunggu sebentar, ada yang akan kubicarakan dengan ayahanda," kata La Barani. Kemudian dia mengajak sang ayah ke ruang pribadi Raja, karena ada sesuatu yang akan dia sampaikan.


" Apa yang akan kau sampaikan anakku? " tanya Petta Sompe, setelah mereka telah berada di ruang pribadi Raja.

__ADS_1


" Sebentar ayah, Prajurit Langit datanglah !"


" Swush.... swush!"


" Hamba menghadap tuan,! " tiba2 sepuluh orang Prajurit Langit muncul dihadapan mereka, lima orang bersenjatakan tombak dan lima orang bersenjatakan pedang.


" Si.. siapa...mereka? " tanya Raja Petta Sompe, kaget dengan kemunculan mereka yang tiba2.


" Dia adalah prajuritku ayah, ! mereka akan menemani ayah bertempur, serta melindungi ayah dalam perang," kata La Barani menjelaskan.


" Apa mereka bisa diandalkan nak? soalnya ayah telah memiliki pasukan bayangan yang senangtiasa menjaga keselamatan ayah.


" Ayah tidak perlu khawatir, mereka sepuluh kali lebih kuat dari pasukan bayangan ayah, mereka adalah Prajurit Dewa ayah! " kata La Barani lagi.


" Apa? Prajurit Dewa?, ada berapa banyak Prajurit Dewa yang kamu miliki? " tanya Raja Petta Sompe kaget sampai rahangnya jatuh.


" Aku hanya punya seratus orang prajurit, tapi mereka setara dengan seribu prajurit elit ayah " jelas La Barani.


" Aku mohon ayah merahasiakan tentang identitas mereka. Katakan saja, salah satu pasukan elit kerajaan. Dan tolong diberi baju biasa, agar orang tidak curiga dengan penampilan mereka " pinta La Barani.


" Prajurit,! lindungi Yang Mulia Raja, jangan sampai beliau terluka," perintah La Barani.


" Siap menjalankan perintah, tuan! "


" Baik, aku pergi dulu " La Barani langsung menghilang dari hadapan mereka.


####


Di kawah tempat Array jebakan berada.


" Wah..! ini sungguh luar biasa " kata Panglima Polin kagum melihat kawah yang dibawahnya terdapat pasak2, yang siap menyambut bila ada seseorang yang terjatuh dari atas.


" Panglima dan Datuk hanya mempersiapkan pasukan pembantai, bila masih ada yang belum terbunuh setelah berada di bawah " kata La Barani.


La Barani kemudian membuat segel tangan, tampak simbol2 yang rumit dia peragakan. Setelah itu rune2 kuno keluar dari tangan La Barani, kemudian dia mengaktifkan Array jebakan. setelahnya, dia keluarkan batu Mustika dan segera dia aliri dengan qi, lalu ditempatkanya di Array yang telah dia aktifkan.


######

__ADS_1


__ADS_2