
Suasana di benteng perbatasan Bungaya saat tengah malam sangat lengang. Para prajurit yang berjaga terlihat hilir mudik melakukan tugas nya berpatroli.
Dua sosok terlihat turun dari atas langit dan berhenti diatas atap bangunan yang berada di dalam benteng.
" Kita berpencar mencari kamar tempat raja Petta Sompe beristirahat, segera hubungi aku bila kamu sudah mendapatkan lokasi nya " Kata sosok yang berperut buncit, kepada kawan nya yang berperawakan sedang.
" Baik kakak, apa tidak sebaik nya kita hancurkan saja bangunan ini " kata orang yang berperawakan sedang.
" Jangan gegabah kaso, kita tak tahu seberapa besar kekuatan lawan yang ada di kawasan benteng ini " kata kawan nya yang berperut buncit, ternyata mereka adalah Kadawang serta Kaso yang merupakan pendekar tangan kanan Raja Mangkendek.
Mereka berdua berencana menculik Raja Petta Sompe guna melemahkan perlawanan dari kubu kerajaan Bungaya.
Kadawang lalu berjalan di atas atap bangunan dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh yang di miliki nya.
" Jangan sekali kali meninggalkan kamar Yang Mulia Raja, tetaplah waspada !" kata seorang komandan kepada lima orang prajurit yang berjaga.
" Siap komandan !" jawab kelima prajurit itu serempak.
Kadawang yang mendengar perkataan komandan tadi, langsung tersenyum senang, dia lalu melompat perlahan dari atas atap.
" Sebaik nya ku lumpuhkan kelima penjaga itu secepatnya, lalu masuk ke kamar raja " batin Kadawang dengan tersenyum.
Kadawang lalu melesat dengan kecepatan tinggi dengan pedang yang telah terhunus.
" Slashhhht.... tring.....,! "
Ketika tinggal sejengkal pedang Kadawang akan mengenai leher pengawal, sebuah pedang menangkis serangan nya.
" Dhuuar....! "
Suara dentuman yang cukup keras terdengar ketika kedua pedang beradu.
" Akhhhhh....,! " teriak prajurit yang lehernya hampir terpotong, terlempar sepuluh meter akibat hentakan bias dari kedua tenaga yang beradu.
Prajurit itu langsung pingsan tidak sadarkan diri, sebab serangan dengan niat membunuh yang tinggi serta dengan pengerahan dua puluh lima persen kekuatan Kadawang yang berada di tingkat pendekar suci tingkat puncak.
Dua sosok yang tiba2 muncul menangkis tebasan Kadawang, terjajar lima meter kebelakang.
" Hei..., dua pendekar pertapa tingkat puncak!? " gumam Kadawang terkejut dengan kenyataan yang ada.
Bagaimana bisa, serangan kekuatan puncak pendekar suci, bisa di patahkan oleh dua orang di ranah pendekar pertapa puncak.
" Whuuus..... whuuus...,! "
Kini muncul lagi enam prajurit yang memakai Armor yang lengkap muncul di hadapan Kadawang.
Mereka adalah delapan dari sepuluh prajurit langit yang ditugaskan oleh La Barani untuk menjaga keselamatan ayah nya Raja Petta Sompe.
Dua sisa nya mendampingi Raja Petta Sompe berjaga jaga bila masih ada penyusup yang menyerang dari arah lain.
__ADS_1
Karena mendengar suara kegaduhan, seluruh pasukan termasuk para pendekar di kubu kerajaan Bungaya, serentak bangun dari tidur mereka.
Serta merta, area lokasi pertarungan, di penuhi oleh prajurit serta para pendekar gabungan perguruan serta klan.
" Tingkat kewaspadaan yang sangat tinggi, sebaik nya aku kembali saja " batin Kadawang berniat melarikan diri.
" Swhuus.....swhuus...! "
" Tangkap penyusup itu! " seru Panglima Polin yang baru saja tiba di lokasi itu.
Kadawang terbang keudara berniat melarikan diri, tapi puluhan para pendekar suci gabungan perguruan serta klan mengejarnya dan memaksa nya untuk turun didepan benteng.
" Adik..., aku ketahuan. Aku sedang terkepung di depan benteng " kata Kadawang, mengirim pesan telepati kepada Kaso adik nya.
" Hahahaha...., kalian para semut ingin menangkap ku ? " kata Kadawang tertawa meremehkan.
" Pukulan tak berujung " Kadawang mengatakan nama jurus nya.
" Mati !"
Kadawang kemudian mengibaskan tangan nya, tampak cahaya kuning melesat kearah prajurit langit.
" Formasi galaksi, tameng kehancuran " teriak pemimpin dari prajurit langit.
Perlu di ketahui bahwa walaupun tingkat kultivasi prajurit langit berada di bawah Kadawang, tapi secara kekuatan mereka seimbang, malah prajurit langit lebih kuat dua kali lipat diatas Kadawang.
Itu semua karena tingkat kultivasi prajurit langit, sebenarnya berada di ranah jauh di atas kadawang, tingkat kultivasi asli mereka sebenarnya telah mencapai ranah Dewa abadi.
" Booooom.... Dhuuar! "
Terjadi ledakan dahsyat, ketika kedua kekuataan itu bertemu.
Kadawang terlempar jauh kebelakang sejauh dua puluh meter, dengan memuntahkan panah darah.
" Huuk... huk !"
" Kakak! "
Terdengar teriakan Kaso yang panik melihat Kadawang yang berlutut sambil memegang dada nya yang terasa nyeri setelah memuntahkan darah.
" Adik, sebaik nya kita mundur, mereka terlalu kuat bagi kita " kata Kadawang, sambil memasukkan sebutir pil pemulih luka dalam kedalam mulutnya.
" Tidak!, aku akan menghajar mereka semua kak " kata Kaso yang sangat marah melihat keadaan Kadawang.
Aura membunuh yang sangat kuat langsung keluar dari tubuh nya, nampak kalau Kaso sangat marah.
Mereka selama ini yang tidak terkalahkan di wilayah selatan, bisa bisanya menjadi pecundang oleh sekumpulan prajurit yang berada di ranah pertapa dewa.
" Kaso, dengarlah aku Kali ini saja, sebaik nya kita mundur, mereka tidak selemah yang terlihat " Kata Kadawang menasehati adiknya, dia masih sedang duduk bersila untuk menyerap pil penyembuhan.
__ADS_1
Kaso tidak peduli dengan perkataan Kadawang, dia langsung melompat kearah prajurit langit, sambil melontarkan jurus nya.
" Jurus tujuh iblis sesat! " teriak Kaso menyebut nama jurusnya.
Tampak tujuh sinar berwarna hitam, keluar dari kedua telapak tangannya yang mengembang.
" Slash... Slash..! "
Tujuh larik sinar yang berwarna hitam, langsung menerjang para prajurit langit.
" Formasi naga bayang, menyambut musuh " teriak prajurit langit yang memimpin.
Seketika ke delapan prajurit langit melakukan gerakan yang rumit, nampak sebuah formasi serangan muncul dan ber ubah menjadi bayangan naga hitam yang sepanjang dua puluh meter.
Bayangan naga hitam itu meliuk liuk, berputar menyambut datang nya ketujuh sinar hitam yang dari jurus Kaso.
Ketujuh sinar hitam Kaso langsung lenyap setelah melewati bayangan naga hitam.
Bayangan naga hitam itu, terus melesat kearah Kaso yang langsung menyambut dengan mengerahkan jurus tameng energi nya.
" Dhuuarrrrrr... "
Ledakan dahsyat terdengar ketika bayangan naga itu bertemu.
Kaso terjajar lima langkah kebelakang, dia sangat terkejut mendapati bahwa serangan nya bukan hanya di patahkan, tapi malah mendapatkan serangan balik yang begitu besar.
Prajurit langit tidak sampai di situ saja, ketika melihat Kaso terjajar mundur, mereka kemudian melanjutkan dengan serangan susulan.
Prajurit langit kemudian dengan kompak melanjutkan serangan naga bayang, dengan jurus kedua.
Seketika mereka bergerak dengan sangat cepat, sehingga Kaso hanya melihat mereka bergerak dan tahu2 prajurit langit telah berada di depan nya dengan mengibaskan pedang mereka secara bersamaan.
Pedang energi hitam yang sepanjang dua meter, langsung mengarah ke leher Kaso.
Kaso yang terlambat menyadari datang nya serangan itu, hanya bisa pasrah ketika pedang energi tersebut memotong lehernya.
Kepala Kaso langsung terjatuh ketanah ketika pedang energi mengenai nya.
Kaso akhirnya mati, tanpa mampu bersuara.
" Adik...! "
Teriakan Kadawang terdengar sangat panik ketika melihat saudara nya memegang nyawa.
######
Maaf ya teman2...πππ, lama baru bisa up lagi, soalnya Author lagi banyak kesibukan dalam bulan ini, semoga teman2 bisa maklum !!! πππ
πJangan lupa like, komen serta votenya π agar Author bisa lebih semangat lagi untuk melanjutkan novel ini sampai tamat.
__ADS_1
πThanks atas dukungan dari teman2 semua πͺπͺπͺ