Kisah Pendekar Dewata

Kisah Pendekar Dewata
Pasukan Raja Mangkendek tiba


__ADS_3

La Barani kemudian muncul disamping Raja Petta Sompe yang berdiri dengan gagahnya diatas gajah Sumo.


Raja Petta Sompe hanya memperhatikan jalannya pertempuran, sebab semua prajurit Tanah Loka tak ada yang mau mendekatinya.


Setiap ada prajurit musuh yang mendekatinya, Prajurit Langit akan segera membantainya.


" Ayah...! Raja Mangkendek dan pasukannya telah tiba, sebaiknya kita menarik dulu pasukan kita " kata La Barani kepada Raja Petta Sompe.


" Kenapa anakku? apa kamu takut setelah melihat mereka ?" tanya Raja Petta Sompe dengan wajah yang penasaran, sambil melompat turun dari gajah Sumo.


" Kenapa aku mesti takut !? aku hanya ingin agar prajurit kita beristirahat, karena hari juga telah sore," jelas La Barani yang ikut melompat turun dari atas gajah Sumo.


" Aku hanya ingin agar prajurit kita segera memulihkan diri, dan mengobati prajurit kita yang terluka untuk menghadapi perang selanjutnya " La Barani menjelaskan apa yang menjadi pemikiran nya, agar Raja Petta Sompe menarik mundur pasukan nya.


" Raja Mappesona Raja Pagaruyung juga telah bergerak kemari untuk bergabung dengan pasukan kita " kata La Barani menjelaskan situasinya.


Raja Petta Sompe kemudian diam berpikir sebentar, lalu akhir nya ia memberi pesan telepati kepada seluruh Jendral nya, agar menarik mundur semua pasukan nya.


" Baiklah anakku, apa yang menjadi pertimbangan mu, hingga kamu memintaku menarik mundur pasukan kita ?" tanya Raja Petta Sompe penasaran dengan apa yang di pikirkan oleh La Barani.


Tampak semua pasukan Bungaya telah mundur dari pertempuran, serta membawa pulang mayat prajurit yang tewas serta prajurit yang terluka.


" Kita harus mengistirahatkan prajurit kita yang telah kelelahan, dan mengatur kembali langkah strategis apa yang akan kita terapkan, untuk menghadapi kekuatan pasukan Raja Mangkendek " kata La Barani panjang lebar.


" Karena aku telah mendapatkan info tentang kekuatan mereka dari pendekar suci tingkat puncak mereka yang telah kukalahkan dan telah menjadi abdiku, ayah " kata La Barani Lebih lanjut.


" Informasi apa yang kamu dapatkan anakku? " tanya Raja Petta Sompe penasaran.


La Barani kemudian menjelaskan dengan rinci tentang semua informasi yang telah diberikan Datuk Bagenda. Raja Petta Sompe sangat terkejut dengan apa yang di dengar nya.


" Untung kamu berikan info itu, prajurit kita akan sulit untuk bertahan menghadapi pasukan musuh dengan kondisi lelah saat ini " kata Petta Sompe akhirnya memaklumi alasan La Barani.


" Kita harus mempertimbangkan langkah kita selanjut nya, agar korban dari pihak kita bisa seminimal mungkin " kata La Barani lebih lanjut.

__ADS_1


Dari arah barat telah tampak pasukan Pagaruyung mendekati pasukan Bungaya. Awalnya para prajurit Bungaya bersiaga karena menyangka mereka adalah pasukan musuh.


Tapi setelah melihat panji2 pasukan itu akhirnya mereka pun merasa lega. Karena mengenali bendera kerajaan Pagaruyung, Karena memang mereka saat ini dalam keadaan sangat kelelahan tidak sanggup melanjutkan pertempuran lagi.


La Barani kemudian melesat terbang di udara. Dari atas, ia memperhatikan pergerakan pasukan Tanah Loka untuk memastikan mereka tidak kembali menyerang.


Setelah melihat pasukan musuh tidak melakukan pergerakan, akhirnya dia turun kembali.


" Salam..., Sahabatku Raja Petta Sompe " kata Raja Mappesona menjura sambil menangkupkan kedua tangannya didepan dada.


" Salam...., saudaraku ! selamat bergabung dengan pasukan kami " kata Raja Petta Sompe senang dengan kehadiran Raja Mappesona.


" Kekuatan musuh kita telah pulih setelah kedatangan pasukan yang di bawa Raja Mangkendek "


" Pasukan kami hampir terjepit, untung ada Pangeran yang segera memberitahu kami. Andai tidak, pasti banyak prajurit kami yang tewas " jelas Raja Mappesona.


" Nanti saja kita lanjutkan saudaraku, kita atur dulu prajurit kita. Mungkin sebaiknya kita mendirikan tenda di sini " kata Raja Petta Sompe mengalihkan pembicaraan.


" Iya saudara, sebaiknya kita mendirikan tenda disini sebagai basis pasukan kita " kata Raja Mappesona menyetujui rencana rekannya.


" Ayah, paman...,! aku permisi dulu, ada hal yang akan ku kerjakan " pamit La Barani langsung lenyap dari pandangan kedua orang itu. Tapi sebelum nya, dia mengembalikan gajah Sumo ke alam dimensi sumber daya.


" Anak yang berbakat, masih kecil sudah begitu sakti " gumam Raja Mappesona kagum kepada La Barani, Raja Petta Sompe yang mendengar nya hanya tersenyum.


####


La Barani kemudian muncul di tengah2 Dimana prajurit yang terluka di Obati. Dia kemudian mengelurkan ratusan botol pil2 penyembuh luka baik luka luar maupun luka dalam, tak lupa pula dia memberikan obat pemulih stamina kepada seorang Jendral yang bertanggung jawab di tempat itu.


Kemudian La Barani mencari keberadaan Datuk Basalama dan Panglima Polin. Setelah menemukan mereka dia langsung menemui nya.


" Datuk, aku memerlukan bantuan mu saat ini " kata La Barani.


" Bantuan apa yang Pangeran inginkan dariku ?" tanya nya penasaran.

__ADS_1


" Aku mau menyewa seribu tukang kayu serta sepuluh ribu tenaga pembantu, untuk membuat tempat berlindung di atas gajah untuk prajurit " jelas La Barani sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal, yang merupakan kebiasaan nya.


" Kalau itu, banyak para anggota perguruan serta klan yang bisa dibidang pertukangan. Kapan Pangeran membutuhkan mereka ?" jawab Datuk Basalama yang mengetahui, banyak pendekar yang ikut terlibat perang yang pandai di bidang pertukangan.


" Sekarang Datuk! " jawab La Barani singkat.


" Apa tidak terlambat jika membuatnya sekarang, Pangeran ?" tanya Panglima Polin yang sedari tadi diam mendengarkan.


" Itu bisa diatasi, paman " jawab La Barani sambil tersenyum kearah Panglima Polin.


" Baik akan ku panggilkan mereka semua, Pangeran " kata Datuk Basalama sambil berlalu dari tempat itu, ia tidak banyak komentar lagi karena dia sudah paham dengan La Barani yang penuh dengan kejutan.


Sepenanakan nasi kemudian, Datuk Basalama kemudian datang dengan membawa sepuluh ribu anggota perguruan dan sekte yang di pesan oleh La Barani.


" Mereka sudah siap, tapi banyak diantara mereka yang terluka dan semuanya kelelahan Pangeran " kata Datuk Basalama.


" Nanti kita obati mereka, Datuk " jawab La Barani dengan enteng nya.


" Paman, ini obat pemulih stamina, berikan kepada semua prajurit kita. Dan berikan pula kepada ketua perguruan serta ketua klan, agar tenaga mereka secepatnya pulih " kata La Barani kemudian mengeluarkan ribuan botol pil, yang satu botol nya berjumlah dua ratus pil.


" Pangeran....ini?" Panglima Polin terkejut, ketika melihat botol pil yang begitu banyak.


" Bagikan saja paman, aku memiliki banyak pil seperti itu.


Memang stok pil semacam yang diberikan La Barani, banyak terdapat di gelang penyimpanan nya. Belum lagi di cincin penyimpanan yang di berikan Dewa Bhatara.


" Datuk bergabung lah bersama mereka, aku akan mengajakmu ke suatu tempat " pinta La Barani kepada Sang Datuk.


Datuk Basalama kemudian bergabung bersama semua orang.


" Swhuus... swhuus...!"


Tidak lama ber selang, mereka telah berada di halaman istana La Barani.

__ADS_1


Semua orang yang ada di sana langsung terpana melihat keadaan sekeliling nya.


######


__ADS_2