Kisah Pendekar Dewata

Kisah Pendekar Dewata
04. Bakat seni


__ADS_3

Setelah makan, La Barani menghampiri gurunya, " guru apa latihannya sudah bisa dimulai ?" tanya La Barani sepertinya tidak sabar lagi. Rasa haus akan bela diri nampak pada pemuda itu,


" Iya..! tapi makan dulu buah anggur ini " jawab guru Kuti, sambil memberikan buah yg besarnya seperti jambu batu.


" Anggur apa ini ? besar sekali buahnya !" tanya sang murid heran, dengan buah pemberian gurunya.


" Oh...! itu buah anggur yang sangat langka, guru selama ini telah membiakkannya."


"Kamu konsumsi dulu, nanti guru jelaskan khasiat yg dapat kamu petik dari buah itu " kata guru Kuti.


Tanpa banyak pertanyaan, ia langsung memakan anggur itu.


Awalnya rasanya kecut, tapi lama kelamaan buah itu rasanya manis seperti madu.


" Bagaimana rasanya,?enak bukan? " tanya guru Kuti.


" Enak guru ! awalnya kok bisa kecut begitu !?! aneh betul Rasanya ?" jawab La Barani.


" Hehehe..! buah itu adalah Anggur langit, yang hanya tumbuh di alam Dewa. Khasiatnya untuk mengeluarkan zat racun didalam tubuh seorang kultivator.


" Kamu tunggu saja, sebentar lagi kamu akan merasakan efeknya Hehehe....!! " terang Kuti sambil terkekeh kekeh


Benar saja, setelah beberapa saat kemudian, La Barani merasakan mules pada perutnya. Seperti ada yang mendesak mau di tuntaskan.


" put..... put... prut..!!! guru tega sekali padaku.... aduh !! " katanya sambil memegangi p******serta perutnya yang mendadak sakit.


" Hehehee...!! Memang itu yang guru maksud tadi. Kalau tidak begitu berarti buah itu tidak ada manfaatnya buatmu " kata Guru Kuti sambil tertawa terbahak bahak.


Memang Anggur langit bukan sembarang buah, khasiatnya sangat besar, buat seorang kultivator yang telah lama tak naik tingkat.


Ribuan tahun lalu, buah ini banyak tumbuh di alam dunia. Tetapi karena banyaknya konflik yang timbulkannya, sampai memicu perang antar sekte dan klan. Hingga Dewa menghilangkannya, dan di tempatkan di alam dewa.


Beberapa saat kemudian La barani pun Selesai menunaikan hajatnya. Dia datang dengan pakaian yang telah diganti dengan yang baru.


" Guru...! Kenapa khasiat anggur itu begitu kuat ? Hingga semua lubang diseluruh tubuhku, mengeluarkan cairan kental hitam yg berbau busuk !" tanyanya kepada gurunya.


" Itulah kelebihan dari buah anggur langit, buah itu sangat bermanfaat untuk seorang kultivator seperti kita ini.

__ADS_1


" Bagaimana ? apakah kamu merasakan sesuatu yg luar biasa sekarang ? " tanyanya lagi.


" Tubuhku saat ini terasa ringan, serta tenaga luarku bertambah guru " jawab La Barani.


" Kekuatan luarmu saat ini, setingkat pendekar tingkat dasar tingkat satu, kamu akan dengan mudah mengalahkannya.


" Saat ini kamu harus belajar pernafasan. Sehingga kamu bisa mengontrol dantianmu. Agar kamu bisa menyimpan tenaga dalam, serta membuka satu persatu meridian yg ada dalam tubuhmu " kata Kuti menjelaskan kepada muridnya.


" Guru,! katanya tadi mau meningkatkan kwalitas tulangku, kok sekarang latihan pernafasan ?" kata La Barani heran kepada gurunya.


" Sebelum kamu berlatih penempaan tulang, kamu harus melalui tahap ini dulu. Agar tubuhmu, tidak mengalami kesalahan proses dalam ber kultivasi" jawab gurunya.


" Nah sekarang kamu duduk dulu, pelajari dulu Kitab Pammasena Dewata ini " Kata Kuti, sambil memberikan sebuah kitab usang, yang muncul dari ruang hampa.


" Kitab ini cuma 5 lembar. Setiap lembarannya terkandung syair2, Yang akan menuntun kamu kepada inti sari, dari metode pernafasan tingkat Dewa yang tak tertandingi. Serta pemahaman tentang kebijaksanaan hidup seorang pendekar. Menjunjung tinggi nilai2 moralitas, dan memberi pencerahan ilmu serta mengajarkan fokus seorang pendekar saat melakukan pertarungan " terang Kuti panjang lebar tentang isi dari kitab tersebut.


La Barani langsung membuka halaman pertama. Yang berisi syair2 yang rumit dia pahami, adapun isi kitab Pammasena dewata lembaran : 1. Tafakkur



Alam semesta


Kebijaksanaan


Kehampaan



" Guru ! aku kurang memahami maksud dari kitab ini " kata La Barani, tentu saja karena dia baru berumur 6 tahun jadi pemahamannya masih kurang.


" Oh iya, yah...!! guru kira kamu sudah berumur lima puluh tahun Hahaha " kata Kuti sambil tertawa terkekeh kekeh.


" Guru...ada2 saja !" kata La Barani sambil memonyongkan mulutnya.


Guru Kuti menghampiri muridnya, lalu menempelkan telunjuknya, di kening La Barani.


Labarani merasakan sensasi yang luar biasa, dia merasakan pengetahuan akan Kitab Pammasena Dewata terserap kedalam otaknya.

__ADS_1


Setelah sepeminum teh, akhirnya Guru Kuti menarik jarinya dari kening La Barani.


Dia lalu menyuruh La Barani, mempraktekkan bagian pertama dari kitab Pammasena Dewata. Tampak tangan La Barani membuat simbol2 yg rumit, sambil mulutnya merapalkan mantra. Tidak lama kemudian tampak asap putih keluar dari hidung, telinga serta mulutnya.


" Serap khasiat anggur langit tadi, ubahlah menjadi tenaga dalam, dan simpanlah kedalam dantianmu " Seru Kuti, sambil mengawasi jalannya proses pelatihan muridnya.


Dia mengetahui, ketika keluar asap dari telinga, hidung serta mulut muridnya. Menandakan ia telah melangkah ke tingkatan ke kedua yaitu " Rasa ".


" Setelah khasiat anggur langit, telah sepenuhnya kamu serap. Lepaskan energimu dari perut ke dantian, yang ada di jantung serta paru2 mu.


" Ledakan yang terjadi di dalam tubuhmu, akan memicu terbukanya meridian sedikit demi sedikit " kata Kuti. Guru Kuti lalu terlihat mengeluarkan sesuatu dari ruang hampa.


Ternyata dia mengeluarkan sebuah kecapi, sambil mengawasi proses pelatihan muridnya dia memetik kecapinya.


Tak lama kemudian, terdengar bunyi kecapi yang sangat indah. Yaitu jenis musik kembang2 yang sangat merdu dan enak didengar. Pabila ada seorang gadis yang mendengarkan, pasti gadis itu akan langsung tertarik dan jatuh hati, karena lantunan musik kecapi yg sangat indah.


Setelah 5 jam berlalu, Labarani telah menyelesaikan pelatihannya, dia pun lalu mendatangi gurunya.


Sedari tadi, La Barani mendengarkan gurunya yang sedang asyik memetik kecapinya.


La Barani sangat tertarik pada permainan kecapi, diapun berencana untuk mempelajari permainan kecapi dari gurunya.


" Bagaimana pelatihannya murid ku..? apa kamu sudah melalui tingkatan ke dua !? " tanya Kuti ke pada muridnya.


" Iya guru ! ini semua berkat bimbingan dari mu guru " jawab Labarani.


" Sini aku periksa nadimu,! biar guru tahu sampai Dimana tingkat kultivasimu " dia pun meraih tangan muridnya dan memeriksa nadinya. Kuti langsung takjub, setelah menyadari bahwa muridnya sudah sampai pada tingkat pendekar muda dan sepertinya sebentar lagi masuki tingkat pendekar utama.


" Luar biasa muridku...! kamu adalah jenius yg terlahir 10.000 tahun sekali. Karena kamu baru mulai berkultivasi, dan sudah sampai tingkat pendekar muda dengan pondasi yang sempurnah. Tinggal selangkah lagi kamu sudah sampai di tingkat pendekar Utama " kata Kuti bangga kepada muridnya.


" Ini semua karena bimbingan dari guru, murid hanya beruntung saja " Kata La Barani merendah.


" Guru...! tolong di ajarkan cara memainkan kecapi, aku sangat berminat mempelajari nya " pinta La Barani.


" Baik ! guru senang mengajarimu, asal kamu suka " sang guru pun menyambutnya.


######

__ADS_1


__ADS_2