Kisah Pendekar Dewata

Kisah Pendekar Dewata
29. Strategi La Barani 2


__ADS_3

Sementara itu di Markas utama Kerajaan Tanah Loka.


" Brak....!." sebuah meja langsung hancur, setelah dihantam oleh Raja Mangkendek.


" Dasar tak berguna,! hanya melawan pasukan Bungaya yang kecil, pasukan kita kalah dalam setengah hari," kata Raja Mangkendek. Sesaat, setelah mendapat laporan dari bawahan Jendral Tahang.


Raja Mangkendek sangat terkejut dan marah, kepada para Jendral serta para raja koalisi, dia seakan tak percaya dengan kekalahan pasukannya.


" Ini sungguh memalukan " geramnya.


" Sampaikan kepada Jendral Tahang agar segera bergerak kegaris depan. Saat ini kita juga akan bergerak kemarkas kedua kita, " perintah Raja Mangkendek kepada Jendralnya.


" Baik Yang Mulia,! kata para jendralnya serempak.


####


Di Markas utama pasukan Pagaruyung.


Didalam tenda besar kediaman Panglima perang Kerajaan Pagaruyung. Panglima Palimbong sementara ditemui, oleh salah satu komandan pasukannya.


" Apa ada kabar dari Pangeran La Barani ?" tanya Jendral Palimbong, ketika komandan Kalia datang menemuinya.


Panglima Palimbong sengaja memanggil komandan Kalia, karena orang yang mengenal La Barani hanya dia seorang.


" Belum ada, Panglima." jawab komandan Kalia singkat.


" Hanya saja, ada kabar baik dari medan perang. Pasukan Bungaya berhasil memukul mundur pasukan Tanah Loka dalam tempo setengah hari," kata komandan Kalia.


" Apa? setengah hari? " kejut Panglima Palimbong.


" Benar Panglima, padahal pasukan Tanah Loka dipimpin langsung oleh empat raja koalisinya. Yang menyerang dengan kekuatan penuh mereka, bersama puluhan pendekar raja dan dua orang pendekar suci " lanjut Komandan Kalia.


" Wah..,! ini diluar perkiraan kita," kata Panglima Palimbong.


" Untung Yang Mulia raja Mappesona memihak ke Kerajaan Bungaya. Andai kata tidak, entah apa yang terjadi terhadap kerajaan Pagaruyung kedepannya," batinnya.


" Iya Panglima, kekuatan tempur pasukan kerajaan Bungaya, memang tidak dapat di remehkan," kata komandan Kalia.

__ADS_1


Tidak lama berselang. Datang seorang prajurit mengabarkan, bahwa Pangeran La Barani sedang menunggu diluar tenda.


" Persilahkan Pangeran masuk," perintahnya.


Tidak lama berselang, La Barani masuk menemui mereka.


" Maaf mengganggu waktu anda Panglima" kata La Barani.


" Kami tidak terganggu sama sekali Pangeran.! Aku bersama komandan Kalia baru saja membahas pertempuran pasukan Bungaya dengan Tanah Loka," kata Panglima Palimbong dengan sangat sopan, karena ia takut menyinggung sosok La Barani yang walaupun masih kecil, telah memiliki perbawa yang sangat kuat.


" Kebetulan kalau begitu, karena maksud kedatanganku kemari, juga ingin membahas masalah itu denganmu Panglima " kata La Barani.


" Kedatangan Pangeran, telah kami nantikan beberapa hari ini," kata Panglima Palimbong.


" Baik kalau begitu," kata La Barani, kemudian dia menjelaskan rencananya untuk menggerakkan pasukan Pagaruyung pada pertempuran selanjutnya. Panglima Palimbong menyetujui rencana La Barani dan tentunya juga akan melaporkan kepada Rajanya.


"Panglima,! tadi aku melihat ada celah yang bisa digunakan untuk menyembunyikan pasukan kita, dari pandangan pasukan Tanah Loka. Sebaiknya besok pagi, panglima menyiagakan pasukan disana, sebelum ada aba2 untuk menyerang musuh."


" Dimana lokasi itu Pangeran? " tanya Panglima Palimbong penasaran.


" Tidak jauh dari sini, jaraknya hanya dua kilo meter dari tempat kita sekarang. Sebaiknya kita menuju ke daerah itu untuk cek lokasi " kata La Barani.


Mereka bertiga lalu bergerak ke lokasi yang dimaksud. Sepeminum teh kemudian, mereka pun telah berada di sana.Terlihat dua buah bukit yang memiliki celah sepanjang dua puluh lima meter. Didepan lokasi itu berjarak lima ratus meter, memang jalan yang dilalui pasukan Tanah loka untuk menyerang Bungaya.


" Lokasi ini memang strategis untuk pasukan kami, bila ingin menyerang musuh. Tapi pasti kami akan terlihat oleh mereka " kata Panglima Palimbong.


" Aku akan membuat Array pelindung disepanjang celah ini, jadi pasukan Panglima tak akan terlihat dari luar " jelas La Barani.


" Array pelindung? apa maksud Pangeran ?" tanya Panglima Palimbong bingung.


La Barani menggaruk kepalanya yang tidak gatal. " sebaiknya aku langsung saja membuat Array pelindung, agar mereka mengerti " batin La Barani.


Dia lalu membuat simbol2 yang rumit dengan kedua tangannya, setelah itu tampak Rune2 keemasan keluar dari tangannya. Kemudian kedua tangannya dibentangkan kecelah itu, tampak dinding transparan muncul membentang di antara bukit. Lalu Rune2 bergerak mengelilingi dinding transparan tadi, cahaya ungu menyilaukan sekilas terpancar dari Array yang dibuat tadi lalu menghilang.


" Akhirnya selesai juga " kata La Barani, kemudian melihat kearah kedua orang itu yang memandang nya dengan mata melotot serta rahang yang jatuh.


" Komandan, Panglima ! apa yang kalian lihat? " tanya La Barani.

__ADS_1


" Eh... Hehehee..,! tidak apa2 Pangeran, kami hanya terkejut saja " kata mereka salah tingkah. Mereka tidak habis pikir, dengan apa yang dilakukan oleh La Barani.


Karena keberadaan orang yang mampu membuat Array di benua mereka sangat jarang dan setahu mereka, untuk membuat Array seperti yang dilakukan oleh La Barani harus berada ditingkat kultivasi pendekar suci. Tapi melihat La Barani mampu membuat Array, berarti tingkat kultivasi sang Pangeran berada di ranah itu.


" Apa betul anak seusianya sudah berada di tingkat pendekar suci? " batin keduanya sambil geleng2 kepala.


" Ada yang terlupa !" kata La Barani lalu mengeluarkan batu Mustika, kemudian diisi dengan qi dan menempatkannya di Array pelindung.


" Selesai " katanya puas.


Dia lalu mengeluarkan ratusan pil dari gelang penyimpanannya, lalu diberikan kepada Panglima Palimbong .


" Pangeran... ini...!?!" kata Panglima Palimbong ragu.


" Terimalah Panglima, itu ada beberapa jenis pil untuk memulihkan tenaga serta mengobati luka dalam maupun luka luar, yang sangat berguna dalam peperangan."


" Baiklah,! terima kasih pangeran " kata panglima Palimbong, sangat senang dengan pemberian La Barani.


" Panglima, komandan,! kalau begitu aku pamit dulu, sebab masih banyak yang ingin kukerjakan " kata La Barani.


Kemudian dia terbang dengan kecepatan tinggi ke atas awan. Meninggalkan kedua orang itu, yang terbelalak memandang kearah dia menghilang.


" Sungguh sebuah bakat yang tiada banding " gumam Panglima Palimbong.


La Barani memang sengaja memperlihatkan kemampuannya, agar pihak kerajaan Pagaruyung, tidak ragu membantu kerajaan Bungaya untuk menghadapi kerajaan Tanah Loka.


Setelah cukup jauh dari tempat Panglima Palimbong, La Barani kemudian turun kedarat, setelah melihat sebuah sungai yang berair jernih. Entah kenapa ia tertarik untuk mandi di sungai tersebut.


Pemandangan di sekitar sungai itu sangat indah, kicau burung saling bersahutan diatas pohon yang rindang. Matahari sore menampakkan sinar jingga yang sangat indah, menanti sang raja malam yang akan datang menyelimuti hutan di sepanjang sungai itu.


" Sore yang cerah, sebaiknya aku mandi dulu " gumam La Barani sambil melepaskan pakaiannya satu persatu.


Sepenanakan nasi kemudian, La Barani menyelesaikan mandinya. Ia lalu mengeluarkan pakaian dari gelang penyimpanannya lalu memakainya.


La Barani tampak gagah dengan baju baru yang ia kenakan, baju yang berwarna hijau cerah, dengan pinggiran yang berwarna putih, sangat kontras dengan kulitnya yang putih.


" Apa itu ? " La Barani kemudian melihat cahaya dari dasar sungai. Ia sungguh penasaran dengan cahaya itu. Tapi, karena mengingat masih ada yang perlu dilakukannya, akhirnya iapun mengurungkan niatnya untuk mencari tahu, cahaya yang berada di dasar sungai.

__ADS_1


Iapun berencana untuk pergi dari tepi sungai, tapi seperti ada kekuatan jiwa yang memintanya untuk terjun ke sungai. Akhirnya ia menyerah dan langsung menceburkan diri kedalam sungai.


######


__ADS_2