Kisah Pendekar Dewata

Kisah Pendekar Dewata
21. Persiapan perang.


__ADS_3

Di alam dimensi


La Barani terlihat sedang berlatih dengan seorang prajurit langit. Jurus yang dilatihnya saat ini adalah jurus pertama dari jurus pedang dewa ciptaannya, yaitu jurus pedang ajaib.


Tampak jurus itu sangat hebat, baik pertahanan maupun dalam melakukan serangan. Kelebihan jurus pedang ajaib adalah bisa menyesuaikan dengan serangan lawan.


Bila lawan hanya pendekar tingkat rendah, jurus itu akan terlihat biasa saja. Tapi begitu mendapat lawan yang kuat, dia akan bergerak menyesuaikan kekuatan lawan.


Jurus pedang dewa ciptaan La Barani, pada jurus pertama yaitu pedang ajaib, terbentuk dari gabungan ribuan kitab jurus pedang.


La Barani menciptakan jurus ini setelah menerima pencerahan, dari gabungan kitab Pammasena dewata yaitu kebijaksanaan dan kitab Hati mengukir jiwa serta kitab seribu satu pengetahuan.


Setelah puas berlatih, La Barani mengakhiri latihannya, dia lalu mandi dan berganti pakaian.


Pakaian yang dia gunakan saat ini. Jubah berwarna hitam dengan dalaman berwarna putih, dia lalu memakai pita putih dikepalanya. La Barani tampak gagah dengan penampilan barunya, menampakkan usianya seperti anak yang berumur dua belas tahun.


Setelah itu, iapun keluar dari ruang dimensi.


####


Tengah hari, di Markas Kerajaan Tanah Loka.


Raja Tanah Loka Mangkendek, memanggil seluruh raja koalisi bersama para jendral andalannya.


Dia ingin memastikan persiapan para koalisinya, serta merencanakan waktu yang tepat, untuk menyerang kerajaan Bungaya.Setelah semua raja dari kerajaan serta jajarannya berkumpul, dia pun memulai pertemuan.


" Sahabatku sekalian, kita berkumpul saat ini untuk mengatur strategi, agar penyerangan kita berhasil dengan gemilang."


" Untuk itu, aku ingin mendengar kan masukan dari kalian semua. Agar aku dapat menetapkan strategi untuk memulai perang " kata raja Mangkendek.


" Yang mulia raja Mangkendek, sebaiknya kita bergerak keperbatasan secara serentak sekarang. Agar besok pagi, kita sudah bisa memulai perang " kata raja Badola raja kerajaan Kanyuara.


" Yang mulia, ! kita tidak perlu terburu buru untuk menyerang, seakan peperangan hanya berlangsung sehari saja. Kita perlu mengatur strategi perang yang jitu sebelum menyerang " Kata raja Sengkong, raja kerajaan Dongi.


" Yang mulia, ! aku setuju dengan raja sengkong, sebaiknya kita menyerang secara bertahap. Tinggal kita menentukan, siapa dari kami ber empat yang akan memulai serangan " kata raja Tompo raja kerajaan Raha.

__ADS_1


" Yang Mulia,! biar aku saja yang pertama melakukan serangan. Tanganku sudah gatal ingin membunuh musuh " kata raja Arya raja kerajaan Dompu.


Pertemuan berjalan dengan alot, masing2 berlomba ingin pertama kali melakukan serangan. Pertemuan berlangsung sampai sore hari hingga Raja Mangkendek memutuskan strategi yang akan dijalankan.


Strategi yang menjadi keputusan mereka adalah keempat kerajaan, akan bersama sama melakukan serangan dan membuat Markas satu kilo meter sebelum perbatasan, dengan kekuatan pasukan seratus delapan puluh ribu prajurit.


Jendral Tahang, sebagai Panglima Kerajaan Tanah Loka. Akan membuat Markas kedua sepuluh kilo meter, sebelum perbatasan dengan jumlah pasukan seratus ribu prajurit.


Sedang raja Tanah Loka Mangkendek,bakan tetap berada di posisi saat ini. Setelah jendral Tahang bergerak membantu penyerangan, barulah pasukan yang dipimpin raja Mangkendek ikut bergerak.


Setelah hari menjelang malam, pertemuan mereka dibubarkan dan keputusannya malam ini mereka bergerak.


####


Sementara itu, di Istana kerajaan Bungaya. Siang hari bertepatan dengan pertemuan Kerajaan Tanah Loka.


Raja Petta Sompe, juga sedang melakukan pertemuan dengan ketua perguruan dan ketua klan. Untuk mengatur strategi menghadapi musuh yang akan menyerang.


" Yang mulia,! apa ada berita tentang posisi musuh saat ini? " tanya salah seorang ketua perguruan.


" Karena posisi mereka sudah dekat. Maka bisa di pastikan, perang tinggal menghitung hari " kata Petta Sompe menjelaskan lebih lanjut.


" Wah..,! kalau begitu kita harus bersiap siap " kata salah seorang ketua perguruan.


" Kalau masalah persiapan, dari minggu lalu prajurit kita sudah siap. Hanya koordinasi yang perlu kita bahas lebih lanjut."


" Para ketua perguruan serta ketua klan, kalian akan dipimpin langsung oleh anak bungsuku Pangeran La Barani. Yang akan dibantu oleh Datuk Basalama, salah satu pendekar utama Istana."


" Kalian akan menerima instruksi langsung dari Pangeran, yang akan terjun di medan perang " kata Petta Sompe.


" Yang mulia,! sebaiknya pangeran di Istana saja. Biar kami yang akan bertempur, aku khawatir pangeran akan terluka." kata Datuk Basalama, mengkhawatirkan keselamatan La Barani.


" Sebenarnya aku juga khawatir Datuk. Tapi itu sudah keputusan dari pangeran sendiri, sedang aku sendiri tidak bisa menahannya " kata Petta Sompe.


Orang yang hadir dipertemuan itu menjadi heboh, dengan keterlibatan putra bungsu raja. Mereka sangat menyayangkan, bila sampai pangeran terluka atau tewas di medan perang.

__ADS_1


Apa lagi La Barani masih berumur tujuh tahun. Apa yang bisa dilakukan oleh seorang anak kecil di medan perang?, itu menurut pikiran mereka semua.


" Maaf semuanya..,! aku datang terlambat ! " kata La Barani yang baru keluar dari alam dimensi.


" Anakku pangeran La Barani, kebetulan kamu telah hadir " kata Petta Sompe senang, akan kehadiran anaknya.


" Aku telah memutuskan kamu serta Datuk Basalama, yang akan memimpin pasukan gabungan dari perguruan serta klan " kata raja Petta Sompe.


" Untuk itu, sebagai pimpinan yang ditunjuk. Kami mau mendengar strategi apa yang akan kau tempuh " kata Petta Sompe lebih lanjut.


" Saat ini, ! kita hanya perlu menunggu pergerakan musuh. Mengenai strategi, aku telah menempatkan array di lima titik yaitu dua array pelemah, dua array jebakan serta satu buah array teleportasi."


" Kelima array tersebut belum aktif, nanti setelah pasukan musuh mulai bergerak. Satu persatu array itu akan aku aktifkan " kata La Barani.


Diapun lalu menjelaskan dengan rinci, semua rencana yang telah dia susun. Semua yang hadir hanya bisa terkejut dan takjub, dengan strategi La Barani.


Mereka kagum dengan cara berpikir La Barani, yang menurut mereka bukan dari mulut anak kecil umur tujuh tahun.


Mereka pun jadi maklum akan keputusan raja Petta Sompe, yang mengikut sertakan La Barani dalam perang, tapi itu dalam hal strategi.


Tapi untuk terjun langsung dalam pertempuran, mereka tetap tidak yakin dengan kekuatan La Barani, karena La Barani menyembunyikan aura kultivasinya.


Pertemuan selesai sampai sore hari, lalu La Barani meminta izin pada ayahnya untuk memantau pergerakan musuh.


La Barani lalu meninggalkan Istana, dengan kecepatan tinggi.


" Aku harus memeriksa array yang telah aku pasang, semoga saja tidak ada yang merusaknya " batinnya.


setelah sampai di lokasi array pelemah, La Barani lalu turun memeriksanya. Setelah memastikan keadaan ke dua array baik, ia pun langsung menuju array perangkap.


La Barani turun memeriksa keadaan array perangkap, dia pun senang setelah memastikan array itu baik2 saja. lalu ia terbang menuju array perangkap yang berjarak lima kilo meter dari perbatasan. Disana Iapun mendapati array yang di buatnya masih baik.


######


NB : Jangan lupa dukungannya ya...! teman2 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2