Kisah Pendekar Dewata

Kisah Pendekar Dewata
27. Mundurnya tiga raja


__ADS_3

Gandong seakan tak percaya. Baru kali ini, ada yang memaksanya untuk mengeluarkan seluruh kemampuannya. Terlebih lagi, musuh itu seorang anak usia tujuh tahun.


Disisi lain, La Barani dengan kecepatan yang sulit dilihat dengan mata biasa, tanpa henti melancarkan serangan dengan jurus pedang ajaibnya. Setelah ratusan jurus berlangsung, La Barani belum mendapatkan celah dari lawannya.


" Sangat membosankan !" bentak La Barani, kemudian dengan tangan kirinya dia mengeluarkan sebuah jurus.


" Jurus Megananda, Gelang Dewa."


" Kring.... kring....!?!"


Sebuah lingkaran spiral, keluar dari telapak tangannya mengurung musuhnya. Gandong yang terkurung didalam jurus Gelang Dewa, seketika merasakan ada yang menindih tubuhnya, badannya terasa sulit di gerakkan.


" Arght...! jurus apa ini? kenapa tubuhku sulit bergerak?, " jerit Gandong. Cemas dengan keadaannya.


Kelebihan dari jurus Gelang Dewa, bukan hanya dapat mengurung musuh. Tapi setiap orang yg telah masuk kedalam perangkap spiral, akan merasakan ditindih oleh beban ber ton2, serta gerakannya akan melambat.


" Jurus Pedang Dewa, Pedang Pelenyap Sukma, " La Barani kemudian melanjutkan serangannya, setelah melihat lawan sudah berada dalam perangkap jurusnya.


Sinar energi berwarna ungu, terpancar dari bilah pedang La Barani, menghantam telak mengenai Gandong. Seketika tubuh Gandong menjadi serpihan2 kecil, diapun tewas tanpa dapat mengeluarkan suara.


" Sungguh jurus yang begitu kuat " kata La Barani kagum dengan jurus ciptaannya. Karena memang baru pertama kali ini, dia melihat kemampuan jurus pedangnya itu.


La Barani kemudian melihat, ketempat dimana Badik Pembunuh Naga berada. Ternyata Ladong juga telah tewas terbelah tujuh, rupanya dia tak mampu memghadapi serangan Badik Pembunuh Naga. Kini Badik Pembunuh Naga menyerang pasukan Tanah Loka. Tidak terhitung sudah berapa banyak, korban yang tewas olehnya.


" Senjata apa ini? kenapa bisa bergerak sendiri? " kata seorang prajurit Tanah Loka.


" Swing.....swing....! " ketujuh Badik Pembunuh Naga melesat menyerang lawan.


" Arght.... arght....!! " jerit para prajurit Tanah loka silih berganti. Ketika tertebas atau tertusuk oleh sang Badik.


####


La Barani kemudian mendatangi Datuk Basalama, dia begitu khawatir dengan keadaan sang Datuk.


" Bagaimana keadaannya Datuk? apa sudah baikan?" tanya La Barani.


" Aku sudah pulih Pangeran,! obat yang Pangeran berikan, sangat mujarab ! ," kata datuk Basalama sambil mengangkat jempolnya. Ia begitu terkesan dengan kejutan2 yang diberikan oleh La Barani pada hari ini.

__ADS_1


####


Di medan pertempuran yang lain. Disebelah selatan, tampak terlihat ketiga Raja aliansi kerajaan Tanah Loka yang tersisa. Begitu gigih bertempur dengan seluruh kemampuan mereka, tingkat kultivasi mereka bertiga berada di pendekar raja puncak. Tapi setiap mereka, di kelilingi oleh sepuluh pendekar suci tahap awal.


Mereka memang sangat siap, sehingga membawa banyak jawara mereka dari kerajaan mereka masing2. Tapi sayang, lawan mereka saat ini adalah pendekar2 gabungan perguruan serta klan yang ada di kerajaan Bungaya.


Para ketua Perguruan dan ketua Klan yang mereka hadapi, berjumlah ratusan, Rata2 berada ditingkat pendekar raja, tepatnya seratus tujuh pendekar suci ditingkat awal, lima orang ditingkat pendekar suci tingkat menengah. Sedang sisanya, puluhan pendekar raja mulai menengah sampai puncak.


" Raja sengkong,! nampaknya kita terlalu meremehkan musuh " kata Tompo, Raja Galesong.


" Ia saudaraku,! Ternyata kekuatan pasukan musuh sangat tangguh, sehingga banyak pasukan kita yang tewas, " kata Sengkong Raja kerajaan Dongi.


" Apa sebaiknya kita mundur?, pasukan kita saat ini semakin banyak berkurang " kata Badola, Raja kerajaan Kanyuara.


" Sebaiknya demikian, besok kita lanjutkan dengan serangan yang lebih besar. Sambil menunggu kedatangan pasukan Panglima Tahang " kata Raja Tompo.


" Semua pasukan munduuuur...!!! " teriak Badola Raja kerajaan Kanyuara.


Pasukan aliansi Tanah Loka. Kemudian mundur, diiringi sorak sorai kemenangan pihak kerajaan Bungaya.


####


Korban yang minim dari pihak kerajaan Bungaya, tak lepas dari Array pelemah yang dibuat La Barani. Dibalik Array, tampak terlihat gunungan mayat pasukan aliansi Tanah loka, serta korban dari Badik Pembunuh Naga yang mengamuk ditengah lautan musuh.


" Swing.... swing....!?! ".


" Kembalilah...!!, " La Barani kemudian memanggil Badik Pembunuh Naga. Sang Badik menurut, Badik Pembunuh Naga kemudian menyatukan diri lalu kembali mengecil, setelah itu ia kembali masuk kewarangkanya. Kemudian La Barani memasukkannya kedalam gelang penyimpanan nya.



Ilustrasi gambar Badik Pembunuh Naga


" Hais..,! tampaknya kamu telah kehabisan qi, " gumamnya, setelah memasukkan sang Badik kedalam gelangnya.


Datuk Basalama yang berada di sebelahnya, hanya mampu ternganga dibuatnya. Masalahnya apa yang dikatakan oleh La Barani, sangat bertentangan dengan logika. Mana ada senjata memiliki qi dan bertempur sendiri, tanpa ada yang mengerahkannya. Kecuali pusaka yang memiliki roh penjaga.


Tapi untuk La Barani kasusnya lain, sebab dengan melalui pencerahan serta jurus2 yang dikuasainya serta dari kitab seribu satu pengetahuan, ia bisa melakukan itu semua.

__ADS_1


####


Di Markas kedua koalisi Tanah Loka.


" Apa ?"


" Kita kalah pada serangan awal !?" Panglima Tahang terkejut tak percaya.


" Raja Arya juga tewas, Panglima !" kata seorang prajurit yang melaporkan situasi di perbatasan.


Panglima Tahang seakan tidak percaya dengan kekalahan mereka. Apalagi seorang raja koalisi mereka, juga ikut gugur dalam pertempuran awal.


" Hal ini harus segera diberitahukan kepada Yang Mulia, Raja Mangkendek, " kata Panglima Tahang. Dia kemudian memerintahkan prajuritnya, untuk segera mengabarkan hal ini kepada rajanya.


####


Sementara itu, di benteng perbatasan Bungaya.


Dari atas benteng, La Barani memperhatikan para pasukan yang ditugaskan untuk mengevakuasi, mayat prajurit Bungaya yang gugur guna dimakamkan. Sedangkan mayat pasukan musuh ditumpuk lalu dibakar. Terlihat disana sini asap tebal membumbung tinggi, bau amis darah tercium sampai puluhan kilo meter.


Sementara itu, di dalam benteng pertahanan. Beberapa orang menghadiri rapat penting yang di pimpin langsung oleh Raja Petta Sompe.


Mereka sementara mencari solusi, untuk mengantisipasi serangan musuh selanjutnya. Walau kemenangan telah diraih pada pertempuran awal, namun Raja Petta Sompe tidak mau lengah ataupun meremehkan musuh.


Raja Petta Sompe adalah seorang Raja yang cerdas dan sangat hati2 dalam bertindak. Sehingga ia akan dengan senang hati, menerima segala masukan dari segala pihak, lalu mengevaluasinya. Kemudian setelah itu, baru beliau memutuskan tindakan apa yang harus dilakukannya.


" Yang mulia, ! sejak tadi Pangeran tidak tampak batang hidungnya ! Kemana dia?," tanya Datuk Basalama, yang sedari tadi matanya selalu mencari keberadaan La Barani.


" Tadi aku mengajaknya kemari. Tapi katanya, masih ada yang perlu dia urus," kata Raja Petta Sompe.


" Mungkin sebentar lagi dia akan kemari. Menurutnya, dia mempunyai cara untuk menghadapi musuh selanjutnya," kata Raja Petta Sompe lebih lanjut.


" Sebaiknya memang kita dengar masukan dari Pangeran. Aku rasa, dia pasti punya strategi yang jitu. Bukankah kemenangan kita tadi, tidak lepas dari Array pelemah yang dipasang oleh Pangeran !? " kata salah seorang ketua Perguruan.


######


Maaf ya kawan2 ! 🙏🙏🙏

__ADS_1


Author baru bisa up hari ini 😁 soalnya banyak pekerjaan yang mendesak beberapa hari ini 👌


👉 tetap dukung ya,! soalnya tanpa kakak2 semuanya KPD tiadalah artinya. 🙏💪💪


__ADS_2