Kisah Pendekar Dewata

Kisah Pendekar Dewata
Mengepung musuh


__ADS_3

Setelah meninggalkan Lokasi pertempuran, La Barani kemudian terbang tinggi ke atas awan untuk memantau situasi pergerakan musuh.


" Rupanya pasukan bantuan mereka tak lama lagi memasuki wilayah Array jebakan. Aku harus memastikan kesiapan pasukan yang berjaga di kawah jebakan " gumam La Barani, kemudian menghilang dengan menggunakan hukum ruangnya.


" Swhuus.....swhuus,! "


La Barani kemudian muncul di atas kawah jebakan, dengan menggunakan hukum ruangnya. Disana, pasukan pemanah telah berkumpul di sekitar kawah.


Dia lalu menuju ketempat para pendekar raja, yang telah disiapkan untuk membantu pasukan pemanah apabila diperlukan. Mereka adalah para anggota gabungan perguruan serta klan.


Jumlah pendekar raja yang disiapkan disana sebanyak seratus orang, dengan satu orang ditingkat pendekar suci tingkat dua yang jadi pemimpinnya.


" Salam senior sekalian,!" kata La Barani sambil menangkupkan kedua tangannya didepan dada.


" Salam Pangeran,! " jawab mereka terkejut dengan kemunculan La Barani dengan tiba2 dihadapan mereka.


" Tetua sekalian bersiaplah, pasukan musuh tidak lama lagi terjebak di sini. Jangan biarkan seorang pun lolos dari sini," kata La Barani.


" Apakah mereka sudah bergerak, Pangeran? " tanya tetua yang memimpin para pendekar itu.


" Ya..., mereka telah mengarah kemari " jawab La Barani.


" Saat ini, paaukan kita telah bertempur dengan mereka. dan pasukan kita telah berada diatas angin, hanya menunggu waktu saja pasukan musuh kita kalahkan, " kata La Barani menjelaskan jalannya pertempuran.


" Wah...,! kami sangat gembira mendengar berita ini Pangeran " kata tetua itu tersenyum senang dengan berita yang di sampaikan La Barani.


" Jadi mohon kerjasama kalian semua, agar peperangan ini bisa secepatnya kita menangkan " kata La Barani tersenyum melihat kegembiraan mereka.


" Pasukan pemanah, hemat anak panah kalian. Kecuali ada diantara mereka yang lolos dari pasak dibawah kawah, baru kalian menyerang mereka " kata La Barani mengingatkan.


" Aarght.. aaa....aaa !."


Tiba2 puluhan pasukan Tanah Loka keluar dari Array jebakan. Terjatuh layaknya air terjun kebawah kawah sedalam tiga puluh meter dengan pasak besi sepanjang tombak menanti mereka dibawah.


Lolongan kesakitan serta jerit kematian terdengar silih berganti dari dasar kawah, membuat bulu kuduk yang mendengarnya berdiri.


Semua pasukan pemanah dan orang2 perguruan yang berada diatas. Merasakan perasaan yang bergidik ngeri, melihat pemandangan yang terpampang didepan mereka.


Mereka tak habis pikir, anak kecil seperti La Barani mampu memikirkan tak tik yang keji seperti ini. La Barani tersenyum puas setelah menyaksikan ladang pembantaian yang dibuatnya, berhasil mengurangi jumlah pasukan musuh.


" Paman2 sekalian, aku pamit dulu " kata La Barani lalu menghilang dihadapan semua orang.


" Anak muda yang mengerikan, untung saja kita berada dipihaknya. Andai dia berada dipihak musuh, aku tak bisa membayangkan keadaan kita " kata salah satu tetua kepada teman2nya.


####


La Barani kemudian muncul diatas tempat Pasukan Pagaruyung berada, tanpa salah satu dari mereka menyadari keberadaannya.

__ADS_1


Tampak Jendral Tahang dan pasukannya bergerak di depan mereka tanpa menyadari bahaya yang mengincar mereka.


Jendral Palimbong, Panglima kerajaan Pagaruyung sudah tak sabar ingin langsung menyerang pasukan Jendral Tahang.


" Pasukan...bersiaplah,! kita bergerak sekarang !" teriak Jendral Palimbong memberi komando kepada pasukannya.


" Tunggu Jendral !" sebuah suara samar terdengar pelan, tapi jelas terngiang ditelinga mereka.


" Siapa itu " tanyanya terkejut.


" Aku Jendral, !" jawab La Barani tiba2 hadir didepan semua orang.


" Akh..,! Pangeran mengagetkanku," kata panglima Palimbong setelah menyadari siapa yang berada dihadapannya saat ini.


" Biarkan dulu, mereka melalui Array jebakan yang telah kusiapkan, Panglima !" kata La Barani lalu menjelaskan rencananya pada Jendral Palimbong.


Jendral Palimbong terkejut setelah mendengar tak tik La Barani, dia lalu menggelengkan kepalanya setelah mendengar rencana La Barani.


" Anak ini apa betul masih berumur tujuh tahun? " kantanya dalam hati.


" Pasukan Panah bersiaplah,!" perintahnya kepada pasukan pemanah.


" Pasukan Kavaleri, bersiaplah meraih kehormatan kita kembali " katanya ber api2 dihadapan semua prajuritnya.


Ia memang sangat marah dengan kehadiran prajurit Tanah Loka di wilayahnya, sebab mereka telah banyak menghancurkan desa2 yang mereka lalui. Bahkan beberapa prajurit mereka, berani berbuat onar didalam kota raja Pagaruyung.


Pasukan kerajaan Tanah Loka sama sekali tidak menghargai kedaulatan kerajaan Pagaruyung. mereka berbuat sesuka hati, karena merasa lebih kuat.


Setelah mendapat persetujuan La Barani, pasukan mereka bergerak mengikuti Pasukan Tanah Loka dari arah belakang.


" Berhenti !" teriak La Barani ketika pasukan itu telah berada dua puluh meter dari Array jebakan.


" Ada apa, Pangeran? " tanya Panglima Palimbong penasaran.


" Aku harus menghancurkan Array jebakan terlebih dahulu " jawab La Barani, lalu ia melangkah ke depan Array untuk menghancurkannya.


" Swuusht.... swuusht !"


Desingan suara Array terdengar setelah dihancurkan. La Barani kemudian memberi tanda untuk bergerak.


" Pasukan pemanah, segera bergerak cepat mengambil jarak posisi tembak " perintah Panglima Palimbong.


Pasukan pemanah kerajaan Pagaruyung segera berlari cepat, mengikuti pasukan Tanah Loka dari arah belakang.


" Biar aku yang menghadang mereka, Panglima," kata La Barani kemudian menghilang dari pandangan semua orang.


####

__ADS_1


" Swhuus....,swhuus...!"


La Barani dengan hukum ruangnya, seketika telah berada dihadapan pasukan Tanah Loka.


" Berhenti....,!" teriaknya dengan mengerahkan sepuluh persen tenaga dalamnya.


" Hai...anak kecil,! apa yang kau lakukan di tempat ini, minggirlah " bentak Panglima Tahang ketika melihat seorang anak kecil, menghadang gerak pasukannya.


" Aku ingin menantangmu berduel, Panglima! " tantang La Barani sambil tersenyum sinis meremehkan.


" Aku tak ada waktu untuk bermain main denganmu anak kecil " kata Panglima Tahang singkat. Dia memang tidak pernah bertemu dengan La Barani, sehingga dia meremehkannya.


" Kalau begitu, aku akan memaksa Jendral " kata La Barani kemudian mengeluarkan Badik Pembunuh Naga dari gelang penyimpanannya. Kemudian melemparkannya ke arah pasukan Tanah Loka.


La Barani kemudian memainkan Badik Pembunuh Naga dari jarak jauh dengan jurus kitab Niat Hati Mengukir Jiwa bagian pertama yaitu Niat Senjata. Badik Pembunuh Naga seketika memanjang sepanjang dua meter, lalu mengamuk ditengah prajurit Tanah Loka.


" Akh....aaahh !".


Seketika jerit kematian puluhan prajurit Tanah Loka terdengar sahut menyahut. Setelah merasa cukup, La Barani kemudian memanggil senjatanya, Badik Pembunuh Naga kemudian kembali kegenggaman La Barani.


" Bang***t,! kamu ternyata cari mati, anak kecil " geram Panglima Tahang ketika menyaksikan puluhan prajuritnya tewas.


" Ada serangan.....,! " teriak seorang prajurit dari arah belakang.


" Swing.... shuut.... shuut !".


Terdengar desingan ribuan anak panah, menuju pasukan Panglima Tahang. Hujan panah tersebut langsung mengarah ke prajurit Tanah loka dari arah belakang.


" Lindungi diri kalian, buat formasi Diagram Delapan " perintah Jendral Tahang. Namun terlambat bagi mereka untuk melindungi diri, karena serangan itu lebih cepat tiba ditengah tengah mereka.


" Akh..., arght...! teriak ribuan prajurit yang terkena oleh anak panah.


" Keparat...,! kita terkepung " kata Jendral Tahang marah, ketika melihat prajuritnya dibantai dengan mudah.


" Dimana pasukan yang lain? " tanya Jendral Tahang kepada salah satu komandan pasukan.


" Mereka tadi bergerak bersama kita Jendral !" jawab komandan itu yang ikut heran, dengan jumlah pasukan mereka yang tersisa hanya setengah.


" Tampaknya ada sesuatu yang aneh," gumam Panglima Tahang sambil mememegangi dagunya.


Baru saja ia ingin memerintahkan pasukannya untuk bergerak maju dengan cepat. Samar2 terdengar suara langkah kaki kuda yang dipacu dengan kecepatan tinggi, dari arah depan mereka.


######


NB :


Buat teman2 semua yang telah setia membaca KPD, diharapkan untuk memberikan dukungannya. πŸ‘‰Agar Author bersemangat melanjutkan novel KPD sampai tamat. πŸ™

__ADS_1


πŸ‘‰Saran serta Kritik yang membangun juga Author harapkan dari kalian semua, agar novel ini bisa menjadi sesuai kriteria kalian.πŸ‘Œ


Jangan lupa like serta votenya yah, ! beri pula tanda bintang lima, mohon terus dukungannya ya teman2 πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2