Kisah Pendekar Dewata

Kisah Pendekar Dewata
16. Membantai pasukan musuh


__ADS_3

La Barani mengamati pasukan musuh, beberapa prajurit berkeliling diseputaran perkemahan.


Tampak di luar tenda yang besar, banyak prajurit yang lagi berkumpul sambil meminum arak.


" Sebaiknya aku menunggu sampai mereka tertidur, baru aku mulai menyerang " katanya dalam hati.


La Barani berencana membunuh semua pasukan musuh. Dengan bantuan prajurit langitnya.


####


Di dalam tenda yang besar


Jendral Karibo sedang megadakan pertemuan dengan para bawahannya. Jendral Karibo adalah pemimpin pasukan penyisir dan membawahi telik sandi kerajaan Tanah Loka.


Jendral Karibo seorang Kultivator yang berada di tingkat raja puncak.


" Bagaimana dengan tugas yang aku berikan tadi komandan Limo, apa prajuritmu telah kembali ? " tanya Jendral Karibo kepada bawahannya.


" Sudah Jendral,! mereka telah kembali dari perbatasan. Pihak dari Pagaruyung tidak melakukan tanda2 perlawanan kepada kita " jawab Komandan Limo.


" Bagus komandan Limo, telik sandimu memang bergerak dengan sangat baik. "


" Besok kita harus bergerak dengan cepat, agar kita bisa istirahat di posisi tempur dengan tenang. Sambil menunggu kedatangan pasukan induk " kata Jendral Karibo.


" Baik Jendral " Jawab Komandan Lido.


Mereka tidak menyadari sebentar lagi mereka akan diserang.


####


Di Istana kerajaan Bungaya


Raja Petta Sompe yang baru bangun dari tidurnya, mencari kedua anaknya. Kebiasaan keluarga mereka bercengkerama sebelum makan malam.


" Istriku panggilkan kedua anakmu, aku mau mendiskusikan turnamen tadi dengan mereka " pintanya kepada permaisuri.


Permaisuri lalu melangkah ke kamar kedua anaknya, tidak lama kemudian ia datang dengan wajah cemas, karena tidak melihat La Barani di dalam kamarnya.


" Mungkin adik sedang latihan ibu " kata La galigo. Setelah mendengar cerita La Barani, ia tidak merasa khawatir lagi, kalau La Barani menghilang.


" Aduh...,! anak ini, masih sempatnya berlatih di saat seperti ini " kata permaisuri lagi.


" Biarlah...! ini demi masa depannya juga " kata Petta Sompe.

__ADS_1


####


Di tempat persembunyiannya diatas pohon. Karena mengantuk La Barani tertidur, dia terbangun setelah tengah malam.


Setelah mengamati perkemahan dengan teliti, La Barani pun melompat turun. Kemudian dia menggerakkan tangan membuka segel, memanggil prajurit langit.


" Prajurit langit, keluarlah !" katanya melalui telepati.


Tidak lama kemudian, seratus prajurit langit pun muncul memberi hormat.


" Hormat kepada tuanku " kata seorang prajurit melalui telepati. Sebelum keluar tadi, La Barani sudah memberitahu agar mereka tidak bersuara.


" Prajurit ,! kamu amati dulu keadaan tenda mereka, sebelum kita menyerang. "


" Pertama yang jadi sasaran kalian adalah prajurit yang sedang patroli, setelah itu kita menyerang prajurit yang di dalam tenda " kata La Barani menjelaskan rencananya.


Sepuluh prajurit langit yang ditingkat pertapa dewa puncak, lalu melompat Keatas pohon untuk mengamati sekitar perkemahan musuh. Tidak lama kemudian mereka turun tanpa menimbulkan suara sedikitpun.


Kesepuluh prajurit itu lalu menghilang dari pandangan La Barani, tidak lama setelah itu mereka memberi tanda, agar La Barani mulai menyerang tenda.


Satu prajurit menyerang satu tenda, La Barani mendatangi tenda yang lebih besar. Di depan tenda itu tergeletak enam orang prajurit yang sudah tidak bernyawa lagi.


La Barani tidak langsung menyerang tenda tersebut, dia hanya berdiri menunggu di depan tenda itu. karena dia ingin melihat ekspresi Jendral pemimpin pasukan itu, sewaktu tahu pasukan nya telah terbunuh semua.


Suara teriakan yang bersahutan, terdengar dari prajurit di dalam tenda. Itu bukan suara pertarungan tapi melainkan pembantaian. Prajurit langit membunuh musuh tanpa perlawanan yang berarti.


Satu orang Prajurit langit, mampu menghadapi seratus pasukan elit, bahkan lebih. Tapi La Barani tidak mau membuang banyak tenaga pada saat ini.


Jendral Karibo segera keluar dengan pedang di tangannya, setelah mendengar jeritan prajuritnya.


Dia Memandangi mayat prajuritnya yang berjaga, dia melihat sekeliling tenda dan mendapati La Barani yang sedang tersenyum sinis.


" Hai..! anak kecil ! apa yang kau lakukan disini ?" hardikmya kepada La Barani.


" Seperti yang kamu lihat sendiri, pak tua ! " jawab La Barani dingin.


" Pak tua katamu ? aku adalah jendral besar kerajaan Tanah Loka " kata jendral Karibo membanggakan diri.


" Seorang jendral rupanya..,!bagiku kamu hanya seekor semut " Kata La Barani memprovokasi jendral Karibo.


" Bang**t....! lancang sekali kamu, komandan Lido tangkap anak kecil ini ! " panggil jendral Karibo saking geramnya.


" Hahahaa...,! orang mati dipanggil, apa kamu takut padaku jendral ?" tanya La Barani, memanas manasi musuhnya.

__ADS_1


" Apa maksudmu anak kecil ? Siapa kamu sebenarnya? Tanya jendral Karibo tak percaya.


" Apa kamu tak melihat situasi saat ini jendral, pasukanmu sudah musnah seluruhnya " kata La Barani, tidak menghiraukan pertanyaan lawannya.


" Apa...? kamu jangan bercanda anak kecil !" kata jendral Karibo tak percaya, dia lalu mempertajam penglihatan nya dan mendapati mayat prajuritnya banyak yang tergeletak.


" Apa yang kamu lakukan pada pasukanku baji***n....! "


" Kamu harus menerima hukuman dariku anak kecil " katanya murka, sambil menghunuskan pedangnya.


" Buktikan ucapanmu jendral ! " kata La Barani menantang sambil tersenyum meremehkan lawannya.


Jendral Karibo langsung melesat dengan kecepatan tinggi, mengayunkan pedangnya bermaksud memotong leher La Barani.


" Mati...! serunya, dia sudah memastikan dengan satu serangan, lawannya itu akan tewas.


Di sisi lain, La Barani melihat serangan musuhnya hanya tersenyum mengejek. Begitu serangan lawan tinggal sejengkal dari lehernya, dengan santai dia bergerak mundur selangkah dengan menggunakan jurus seribu langkah ajaibnya.


" Sangat lambat !" katanya meremehkan.


Jendral Karibo terpana, melihat serangannya gagal membunuh lawannya. Dia tidak menyangka, serangan yang dia lancarkan dapat dengan mudah di hindari oleh musuhnya.


" Jurus pedang dewa, pedang kematian " teriak sang jendral, mengeluarkan jurus andalannya.


La Barani menyambut serangan lawan dengan tangan kosong, ia tidak takut menerima serangan lawan dengan tangan kosong. Sebab dengan Mustika Inti baja yang ada di tubuhnya, tubuhnya tidak bisa ditembus oleh senjata. Apalagi hanya pedang tingkat bumi, seperti yang di gunakan oleh jendral Karibo.


" Jurus megananda, tinju baja " teriaknya sambil menyambut jurus pedang lawan.


Dengan Kombinasi jurus seribu langkah ajaib dengan tinju baja miliknya, semua serangan lawan dapat dia atasi dengan mudah.


Sebenarnya La Barani bisa dengan mudah mengalahkan lawannya. Tapi dia mau menguji kemampuan nya, sehingga dia mau bermain main sebentar dengan lawan.


Bisa dimaklumi karena perbedaan tingkat kultivasi mereka, jendral Karibo berada di tingkat pendekar raja puncak. Sedang La Barani berada di tingkat pertapa dewa puncak yang mampu mengimbangi pendekar suci tingkat tiga.


" Sudah cukup bermainnya !" bentak La Barani, dia lalu mengerahkan lima puluh persen tenaga dalamnya lalu telapak tangannya membentang kedepan.


" Jurus Megananda, Tapak suci...!" seketika dari telapak tangan La Barani keluar puluhan energi berbentuk tapak.


Jendral Karibo terkejut, merasakan kekuatan serangan lawannya yang begitu besar. Seketika dia menyalurkan tenaga dalamnya membuat tameng energi.


" Jdarr...boom ! " jendral Karibo pun terbang sejauh dua puluh meter. Tameng energi yang dia buat hancur, puluhan tapak menembus pertahanan dan dengan telak mengenai tubuh Jendral Karibo.


" Uhuuk...Uhuuk ! " Jendral Karibo langsung muntah darah. Dia tidak menyangka akan di kalahkan oleh seorang anak kecil dengan mudah.

__ADS_1


" Si...a...pa kamu se...benarnya? " tanyanya penasaran.


######


__ADS_2