
" Siapa aku, tidaklah penting untuk kamu ketahui jendral ! yang perlu kamu tahu, kerajaan Tanah loka menggali kuburannya sendiri, bila berurusan dengan kerajaan Bungaya " kata La Barani.
" Kalian menginginkan sesuatu yang bukan hak kalian, maka dari itu terimalah karmamu " La Barani mencengkeram leher jendral Karibo, terdengar tulang leher yang patah, jendral Karibo pun tewas seketika.
La Barani mengambil cincin penyimpanan jendral Karibo. Lalu ia merobek kain tenda yang berwarna putih, lalu membuat sebuah spanduk. Kemudian mengambil pedang jendral Karibo, lalu memotong lengan sang jendral. Dengan menggunakan lengan itu, iapun menulis diatas spanduk yang telah dibuatnya.
" Kalian datang...! kami bantai, satria Bungaya " kemudian La Barani membentangkan spanduk tersebut, mengikatnya dengan dua batang bambu yang ditancapkan ketanah.
Kemudian para prajurit langit datang menghadap.
" Tugas telah kami tunaikan tuan !" kata salah satu prajurit.
" Terima kasih atas bantuan kalian semua, kembalilah ke markas kalian " kata La Barani, kemudian para prajurit langit menghilang.
" Aku harus mengambil semua senjata serta perbekalan mereka " batin La Barani.
La Barani lalu berkeliling perkemahan, mengambil semua perbekalan serta senjata prajurit yang tewas. Dan memasukkan kedalam gelang penyimpanan nya.
Kemudian tak lupa pula, dia memasukkan sekitar dua ratus kuda serta dua buah kereta, kedalam dunia dimensinya.
La Barani sangat puas dengan hasil rampasan perangnya. Dia sengaja tidak membakar perkemahan itu, agar pasukan Tanah Loka bisa dengan mudah melihatnya.
La Barani kemudian melesat dengan kecepatan tinggi menuju kerajaan Bungaya. Setelah tiba di istana karena telah larut malam, diapun langsung menuju kamarnya.
Setelah masuk ke kamarnya, La Barani kemudian masuk ke alam dimensi. Dia kemudian ke belakang istana, menuju bale2 yang biasa ditempati untuk berkultivasi. Setelah tiba disana, dia lalu duduk bermesitasi.
####
Ke esokan harinya
La Barani mendatangi ayahnya, dia meminta izin untuk melanjutkan kultivasinya. Rencana nya ia akan menghabiskan waktu seminggu di ruang dimensi.
" Kemarin kan kamu sudah berlatih, jangan terlalu memaksakan diri nak " kata ibunya menasehati La Barani.
" Ini aku lakukan untuk persiapan perang yang akan datang Ibu " kata La Barani lagi.
__ADS_1
" Siapa bilang kamu akan ikut ber perang ? kamu akan tinggal di istana menjaga ibu dan saudaramu " kata Petta Sompe kepada La Barani.
" Aku akan tetap ikut bertempur ayah, sebab aku telah memusnahkan seribu pasukan Tanah Loka bersama seorang jendralnya " kata La Barani.
Petta Sompe dan Istrinya terkejut dengan perkataan anaknya, tapi dia belum yakin betul.
" Hey...! jangan2 semalam kamu keluar secara diam2. Lain kali kamu mesti minta izin ke ayah, kalau mau keluar Istana " kata Petta Sompe.
Tidak lama kemudian, Panglima Polin datang bersama jendral Kamandanu. Nampaknya ada kabar penting yang ingin disampaikan kepada raja.
" Ada apa Panglima, masih pagi kamu sudah menghadap? " tanya Petta Sompe.
" Apa ada sesuatu yang penting ?" Tanya Petta Sompe.
" Kami ingin melaporkan kejadian diluar perbatasan kita, Yang mulia " kata Panglima Polin.
" Kalau begitu katakan segera, berita yang ingin kamu sampaikan " kata Petta Sompe.
Panglima Polin sebenarnya tidak enak berbicara di kediaman raja, walau bagaimana pun tempat itu adalah ruang pribadi raja. Tapi karena raja Petta Sompe meminta, terpaksa dia segera bersuara.
" Yang mulia...! tadi pagi, telik sandi kita menemukan perkemahan pasukan Tanah Loka, di tepi hutan Jati wangi. "
" Setelah mereka mendekati lokasi itu, telik sandi kita menemukan seribu mayat pasukan Tanah Loka didalam serta luar tenda " kata jendral Kamandanu.
" Wah..,! siapa pelakunya ? apa mungkin ini ulah pasukan Pagaruyung? " tanya Petta Sompe, sambil melirik La Barani. Dia sudah memastikan ini perbuatan La Barani.
" Sepertinya bukan perbuatan mereka, karena ada spanduk yang bertuliskan satria Bungaya, yang melakukannya yang mulia " jelas jendral Kamandanu.
" Satria Bungaya ? apa ini perbuatan perampok atau pendekar kita? " tanya Petta Sompe, semakin yakin itu perbuatan La Barani.
" Kalau ulah perampok pasti bukan, mana berani perampok menyerang pasukan yang lumayan besar serta diantaranya banyak terdapat pasukan elit, yang salah satunya berpangkat jendral " kata Kamandanu lagi.
" Pihak Tanah Loka akan murka, saat mereka mengetahui hal ini, Yang mulia " kata Panglima Polin.
" Biarkan saja mereka marah, toh ini juga peringatan buat mereka. Agar mereka tidak memandang remeh kerajaan kita " kata raja Petta Sompe.
__ADS_1
" Panglima ! perintahkan pasukan telik sandi kita untuk memantau pergerakan pasukan induk musuh. Aku yakin pasukan yang terbunuh adalah pasukan penyisir, sebelum pasukan besar datang. "
" Baik yang mulia...,! kalau begitu kami undur diri " kata Panglima Polin.
Setelah Panglima Polin dan jendral Kamandanu pergi. Petta Sompe memandang anaknya dengan kagum, dia benar2 terkejut dengan aksi La Barani.
" Kamu benar2 luar biasa nak ! Keberanianmu sudah tidak seperti anak umur tujuh tahun " kata Petta Sompe kepada anaknya, permaisuri juga sudah tidak bersuara lagi. Dia hanya menatap La Barani dengan ekspresi yang sulit di baca.
Akhirnya Petta Sompe memberi izin, kepada La Barani unruk berlatih di dalam dimensi nya.
####
Di alam dimensi sumberdaya
La Barani terlihat memetik buah anggur langit, serta semangka dewa. Pohon2 itu berbuah lebat dan begitu banyak yang matang, ia lalu memasukkannya kedalam gelang penyimpanan nya.
Setelah itu, dia mencari tempat yang cocok untuk berkultivasi. Setelah menemukan tempat yang cocok, dia lalu menggerakkan tangannya semacam membuat segel, seketika sebuah Saung telah berada di depannya.
Diapun masuk kedalam lalu duduk bersemedi. Untuk menyerap energi alam yang sangat melimpah, didalam alam dimensi sumber daya.
Dia lalu mengamalkan bagian kedua dari kitab Pammasena dewata yaitu rasa. La Barani seketika terbawa ke alam bawah sadarnya dan merasakan dantiannya penuh, lalu dia memompa ke titik meridiannya. Setelah seluruh titik meridiannya penuh, kemudian meridian itu mentransfer tenaga dalamnya keseluruh tulang yang dimilikinya.
La Barani menghitung jumlah lingkaran tenaga dalamnya. Ternyata lingkaran tenaga dalamnya, telah berjumlah lima ribu itu sudah setara dengan pendekar suci.
Tanpa terasa waktu berlalu, sudah dua bulan La Barani berkultivasi. Kemudian diapun membuka kedua matanya.
Dia lalu mengeluarkan lima buah anggur langit dari gelang penyimpanan nya. Karena terakhir dia memakan tiga buah, jadi dia mesti memakan lebih agar bisa merasakan efeknya. Sebab setiap memakan buah yang sama dalam jumlah yang sama, maka manfaatnya akan berkurang.
Setelah memakan ke lima buah anggur langit tadi. Kemudian dia duduk bersemedi, rasa panas seketika menjalar disekujur tubuhnya. Tapi dengan mengamalkan kitab Pammasena dewata, La Barani akhirnya dapat menahan efek dari buah anggur langit.
La Barani kemudian melanjutkan pemahaman nya di bab ketiga kitab pammasena dewata yaitu alam semesta.
Setelah waktu berjalan selama satu bulan, La Barani mendapatkan pencerahan. Bahwa segala unsur yang ada didunia ini, dapat di jadikan senjata.
######
__ADS_1