Kisah Pendekar Dewata

Kisah Pendekar Dewata
24. Senandung cinta La Barani


__ADS_3

Ketika melihat dua ratus prajurit datang mengepung Kaseng dan anaknya. La Barani mengeluarkan prajurit langit dari ruang dimensi.


" Prajurit...,! aku akan bertindak, hadang dan bunuh prajurit musuh bila ada yang melarikan diri. Jangan biarkan ada yang lolos, Dan ingat jangan menampakkan diri " perintah La Barani.


" Baik tuan ! " jawab mereka serempak.


La Barani kemudian mengeluarkan kecapinya.


" jreng...teng... teng.... jreng !!! "


*Ternyata prajurit Tanah loka sangat lemah.


*Ternyata prajurit Tanah Loka beraninya hanya sama perempuan.


*Ternyata prajurit Tanah Loka tidak ksatria.


*Prajuritnya hanya sekumpulan sampah, dipimpin seorang jendral mesum."


" jreng... jreng...teng...teng !!! "


La Barani memetik kecapinya dengan mengerahkan tenaga dalam, sehingga semua orang mendengar.


Pertempuran pun terhenti, ketika terdengar suara kecapi.


" Siapa kamu bang**t ,! tunjukkan dirimu " teriak jendral Kambo marah, dikatai jendral mesum.


" Aku disini jendral mesum !" kata La Barani tiba2 sudah berada dibelakang jendral Kambo.


Jendral Kambo terkejut, ketika melihat La Barani telah berada di belakangnya.


La Barani kemudian, mengeluarkan Badik pembunuh naga dari gelang penyimpanannya. Dengan kekuatan jiwanya, dia melepaskan badik pembunuh naga untuk membunuh, prajurit yang mengepung Kaseng dan kedua anaknya.


" Bunuh mereka semua !" perintahnya lalu badik pembunuh naga menjadi tujuh, kemudian melayang kearah prajurit yang mengepung Kaseng.


Tak lama kemudian, jerit kematian terdengar sahut menyahut. Prajurit yang mengepung Kaseng dan kedua anaknya, satu persatu tewas tertusuk atau pun tertebas oleh badik pembunuh naga.


" Bajing**n ,! anak kecil kamu akan merasakan akibatnya " jendral Kambo sangat marah, melihat satu persatu prajuritnya tewas.


" Jendral mesum, buktikan ucapanmu !" kata La Barani sambil menyerang jendral Kambo, dengan jurus tinju besi. Dengan mengerahkan duapuluh persen qi.


Jendral Kambo tersenyum, melihat lawannya menyerang dengan tangan kosong. Dia lalu mengayunkan pedangnya, menebas tangan lawan dengan seluruh tenaga dalamnya.


" Putus !" bentaknya sangat yakin bila tangan La Barani akan putus.


" Tring...plaakkkkk " bunyi ketika tangan dan pedang beradu.

__ADS_1


Alangkah terkejutnya jendral Kambo, saat melihat pedang kesayangannya patah menjadi dua. Dia lalu mundur kebelakang, menatap La Barani seakan melihat hantu.


" Bagaimana bisa pedangku patah, beradu dengan tangan anak ini?!? " gumamnya tak percaya. Karena pedangnya adalah pedang tingkat bumi, yang selama ini tak pernah gagal membunuh musuhnya.


La Barani kemudian melesat kearah jendral Kambo dengan kecepatan yang sulit di ikuti oleh mata biasa. Tahu2 dia sudah berada didepan jendral Kambo, lalu menotoknya dengan ilmu totok yang didapat dari kitab seribu satu pengetahuan.


La Barani kemudian berbalik, sambil memanggil badik pembunuh naga yang telah menyelesaikan tugasnya.


Mayat prajurit Tanah Loka berserakan di sekeliling mereka. Sekitar seratus tujuh puluh prajurit yang terbunuh oleh badik pembunuh naga, sedang sisa tiga puluh orang, terbaring sekitar tiga puluh meter dari mayat kawan2nya. Rupanya mereka bermaksud melarikan diri, tapi di hadang oleh prajurit langit.


Kaseng dan kedua anaknya terkejut dengan apa yang dilihatnya, seorang anak kecil dapat melumpuhkan jendral Kambo dan membunuh dua ratus prajurinya, hanya dalam waktu singkat.


Kaseng dan kedua anaknya gemetar, saat La Barani berjalan mendekati mereka.


" Paman sekarang sudah aman. mereka sudah binasa, " kata La Barani kepada Kaseng.


Kaseng yang masih ketakutan. Segera sadar, bahwa dia harus terlihat baik2 saja didepan La Barani, karena takut menyinggungnya.


Walau bagaimana pun dia baru kenal dengan La Barani, jangan sampai La Barani adalah monster yang menyamar jadi manusia.


La Barani menyadari perasaan Kaseng dan kedua anaknya, yang nampak ketakutan.


" Paman, kak selasih dan Bidara ! kalian jangan takut kepadaku, aku hanyalah seorang pemuda yang berusaha membela negeriku dari serbuan musuh. "


" Mereka adalah bangsa penjajah, yang ingin merebut kedamaian kerajaan Bungaya. Dan aku sebagai anak negeri, wajib untuk menyumbang kan tenaga dan pikiran, untuk membela negeri ku. " kata La Barani berusaha menenangkan hati mereka.


" Maafkan kami, yang terlalu cepat curiga tuan muda " Kata Selasih meminta maaf.


" Tidak apa2, ! tapi jangan panggil aku tuan muda, panggil saja La Barani " kata La Barani merasa tidak nyaman dengan sebutan tuan muda.


Matanya pun tidak hentinya melirik kearah Bidara. Yang tersipu malu, setiap pandangan mereka bertemu.


Untuk mengalihkan perhatiannya, La Barani mengangkat tangannya dengan penguasaan jiwa senjata, seluruh senjata pasukan jendral Kambo yang tewas, terbang kearah La Barani kemudian ia mengarahkan semua senjata masuk kedalam gelang penyimpanan nya.


La Barani lalu mengalihkan pandangannya kearah jendral Kambo. kemudian mendekatinya di ikuti Kaseng bersama kedua anaknya.


La Barani lalu melepaskan totokan jendral Kambo.


" Siapa...kamu...tuan? " tanyanya dengan suara yang memelas terbata bata.


" Apa yang kamu lakukan di kerajaan Pagaruyung ini jendral? " tanya La Barani dengan pandangan dingin menakutkan, tanpa menghiraukan pertanyaan jendral Kambo.


Jendral Kambo terdiam, lama berpikir apa dia harus berterus terang kepada La Barani, akhirnya diapun memutuskan untuk berterus terang.


" Tugasku adalah memata matai pasukan Pagaruyung, memastikan bila mereka tidak ikut dalam perang " jelas jendral Kambo.

__ADS_1


" Apa masih ada tugas lain? " tanya La Barani.


" Tidak ada lagi tuan,! tugasku hanya itu saja " kata sang jendral.


La Barani kemudian menotok jendral Kambo, kemudian dia kirim ke alam dimensi.


Kaseng serta kedua anaknya heran serta terkejut, setelah melihat tubuh jendral Kambo tiba2 menghilang.


La Barani kemudian pamit kepada Kaseng serta kedua anaknya, lalu dengan sekejap mata, dia menghilang dari pandangan mereka. Tidak lama kemudian terdengar bunyi kecapi dengan senandung kasmaran.


*Sejak aku jatuh cinta padamu,


perasaan jadi galau melanda


*Ada kala rasa rindu dihati


*Ada kala ingin cepat bersua


*Oh cinta,! bisakah bersambut.


Kaseng menggelengkan kepala, saat menyadari La Barani menghilang dalam sekejap mata.


" Sungguh bakat yang luar biasa " batinya.


Sedang kedua anaknya merasa berbunga bunga. Mendengarkan senandung La Barani, mereka saling berbisik dan tertawa.


####


La Barani terbang dengan kecepatan tinggi, menuju perbatasan kerajaan Bungaya.


Disana, dia melihat perkemahan pasukan Tanah Loka, telah berdiri satu kilo sebelum perbatasan.


" Tampaknya besok perang akan dimulai " gumamnya.


La Barani kemudian terbang kearah markas utama kerajaan Tanah Loka, dia berhenti ketika melihat perkemahan musuh sepuluh kilo meter sebelum perbatasan.


" Berarti mereka tidak melakukan serangan penuh pada awal perang " batinya, sambil memperkirakan kekuatan musuh di perkemahan kedua itu.


" berarti masih banyak prajurit di markas utama mereka, ini menarik dan aku akan memberikan kejutan pada kalian " gumamnya lagi sambil tersenyum.


La Barani terus terbang menuju hutan Karajae. Tempat dimana markas utama mereka berada. Sesuai dugaannya, disana masih terdapat jumlah pasukan yang besar.


" Sepertinya kekuatan mereka terbagi dua, separuhnya masih bertahan disini " batin La Barani.


Sebaiknya aku pulang dulu, besok baru memikirkan cara, untuk mematahkan strategi mereka.

__ADS_1


La Barani kemudian terbang kembali, menuju kota raja Pagaruyung. Dia langsung memasuki kamarnya untuk istirahat.


######


__ADS_2