
Semua orang yang baru tiba, ter heran2 serta takjub dengan pemandangan di hadapan mereka.
" Paman2 sekalian, selamat datang di dunia dimensi ku " kata La Barani dengan tersenyum kepada mereka semua.
" Saat ini kalian berada di alam dimensi milikku, aku berharap pekerjaan kalian bisa segera dimulai " kata La Barani.
" Dan kalian tak perlu risau dengan waktu, karena waktu di sini bergerak lebih cepat dengan waktu di dunia luar."
" Karena satu hari di dunia luar sama dengan satu bulan disini, jadi kalian disini memiliki waktu tiga minggu untuk menyelesaikan pekerjaan kalian " jelas La Barani menerangkan perbedaan waktu di dunia dimensi milik nya dengan dunia luar.
Orang2 pada heboh setelah mendengar penjelasan La Barani.
" Sungguh luar biasa, Pangeran bisa memiliki tempat seperti ini " kata salah seorang anggota klan kepada rekan nya.
" Kerajaan Bungaya mendapat keberuntungan langit dengan ada nya Pangeran " kata seorang teman nya.
La Barani kemudian mengeluarkan peralatan pertukangan yang ada di cincin penyimpanan nya, warisan dari Dewa Bhatara.
" Datuk, ada hal yang akan ku bicarakan denganmu " kata La Barani kemudian, tanpa peduli dengan para pendekar yang masih melongo mendengar penjelasan nya tadi.
" Hal apakah gerangan, Pangeran ?" tanya Datuk Basalama.
" Aku ingin datuk melatih Kakakku La Galigo, agar dia menjadi kuat seperti aku " pintanya kepada Datuk Basalama.
" Tapi mungkin ini bukan saat yang tepat untuk berlatih mengingat kita sedang berperang, Pangeran " kata Datuk Basalama.
" Itu bisa diatur, Datuk juga harus bertambah kuat. Nanti akan kuberikan sumber daya untuk segera mencapai tahap selanjutnya " kata La Barani dengan santainya.
" Betulkah itu Pangeran ? soalnya telah ber tahun2 kultivasi ku tidak naik tingkatan " kata Datuk Basalama dengan wajah yang gembira.
" Benar, aku memiliki banyak sumber daya yang Datuk perlukan untuk menaikkan tingkat kultivasi " jawab La Barani yang memang memiliki banyak sumber daya di alam dimensi lain nya.
" Datuk Bagenda dan Prajurit Langit datanglah kemari " kata La Barani dengan telepati meminta mereka untuk datang.
Kemudian sembilan puluh prajurit langit serta datuk Bagenda datang menemui La Barani.
" Salam tuan " kata mereka semua ketika tiba di hadapan La Barani.
__ADS_1
" Datuk Bagenda dan kalian prajurit ku, awasi serta bantu mereka dan siapkan segala keperluan mereka " perintah La Barani kepada para abdi nya.
" Datuk Bagenda berikan kepada mereka pil pemulih ini. Setelah tenaga mereka pulih, berikan pil penambah stamina dan bagi yang terluka berikan pula obat luka luar maupun luka dalam " perintah La Barani, sambil mengeluarkan ratusan botol pil kepada Datuk Bagenda.
" Di botol nya, ada tertulis nama2 serta kegunaan pil " kata La Barani lagi.
" Baik tuan " jawab Datuk Bagenda dengan penuh hormat.
Datuk Basalama yang sejak tadi terdiam dengan rasa heran kemudian bertanya kepada La Barani.
" Siapa mereka, Pangeran ?" tanya nya dengan penasaran.
" Mereka semua adalah abdiku Datuk !" jawab La Barani singkat.
" Abdi Pangeran ?" tanya nya dengan suara yang tinggi, rasa kejutnya tak habis2 nya di buat oleh La Barani.
" Datuk Bagenda, Prajurit Langit, perkenalkan Datuk Basalama guru dari kakak ku La Galigo.
Kedua Datuk itu pun kemudian bersalaman, sedang prajurit langit hanya menangkupkan kedua tangan nya di depan dada mereka.
La Barani kemudian membawa Datuk Basalama ke alam dimensi sumber daya, mereka kemudian muncul di saung tempat nya berkultivasi selama ini.
Datuk Basalama lalu terbelalak seolah matanya mau keluar, dia langsung mengenali buah yang bergantungan diatas pohon itu.
Datuk Basalama mengenali buah2 itu, melalui buku2 kuno yang pernah dia baca.
" Buah Anggur Langit, Semangka Dewa, apa aku sedang ber mimpi Pangeran ?" tanyanya seakan tak percaya dengan penglihatan nya.
" Benar Datuk, buah itu adalah anggur langit serta semangka dewa dan masih banyak lagi buah yang lain " jelas La Barani.
" Masih ada buah yang lain? seberapa kaya nya kamu Pangeran " tanya Datuk Basalama terkejut dengan jawaban La Barani.
" Iya datuk, masih banyak sumber daya yang lain di hutan sebelah padang yang luas itu, tapi datuk jangan ke sana tanpa se izin ku sebab di sana banyak binatang buas penghuni hutan itu.
" Sungguh aku sangat kagum pada Pangeran, apa boleh aku memetik buah anggur serta semangka dewa itu?" tanya datuk Basalama.
" Boleh, tapi hanya kedua buah itu yang lainnya jangan, karena di hutan itu terdapat ribuan binatang buas yang setara dengan pendekar suci tingkat puncak. Belum lagi yang berada ditingkat pertapa dewa serta tingkat raja puncak. jumlah mereka sebanyak lima puluh ribu ekor " jelas La Barani tanpa ber maksud membanggakan diri di hadapan Sang Datuk.
__ADS_1
Datuk Basalama tidak dapat berbicara lagi, kedua mata nya hanya melotot dengan rahang yang jatuh memandang La Barani.
La Barani kemudian memanggil semua gajah agar datang menghadap nya.
Tidak lama kemudian, tampak gajah Sumo memimpin kawanan gajah mendatangi La Barani.
" Hamba beserta kelompok datang menghadap, Yang mulia " kata gajah Sumo sambil berlutut di ikuti semua gajah yang hadir, dengan bahasa yang hanya La Barani yang mengerti.
" Sembahmu aku terima, berdirilah !" kata La Barani dengan bahasa manusia yang dimengerti oleh semua kawanan gajah Itu.
" Aku akan membawa kalian semua ke medan tempur, tugas kalian salah satunya untuk mengangkut para prajurit khususnya pemanah."
" Aku minta kalian menyiapkan diri terlebih dahulu. Makanlah sumber daya sebanyak banyak nya, agar pada saat perang nanti kalian bisa lebih kuat " kata La Barani.
" Beberapa hari lagi aku akan membawa kalian ke dimensi yang lain untuk pemasangan pelana, sekarang kalian boleh kembali ke habitat kalian " perintah La Barani.
Gajah Sumo dan kawanan nya segera berlutut, lalu mereka meninggalkan La Barani serta Datuk Basalama yang berdiri seakan mau lumpuh, terkejut dengan kemampuan La Barani ber komunikasi dengan gajah.
" Kamu kenapa?, Datuk !" tanya La Barani heran dengan keadaan Sang Datuk.
" Aku hanya terkejut dengan kemampuan Pangeran yang mengerti bahasa gajah " kata datuk Basalama menjelaskan keterkejutan nya.
" Bukan hanya gajah Datuk, aku dapat berbicara dengan semua binatang di dunia ini " jelas La Barani bukan dengan maksud sombong kepada datuk Basalama.
" Apa? semua binatang " Datuk Basalama kemudian jatuh duduk di tanah, ketika mendengar kata La Barani.
" Aku hanya mendapatkan keberuntungan langit Datuk, dan hal itu biasa saja bagiku " kata La Barani dengan merendah.
" Aku sudah tak bisa banyak melihat kelebihan mu Pangeran, lama2 aku bisa mati berdiri disini " kata Datuk Basalama sambil tertawa cengengesan bersama La Barani.
" Datuk, tunggulah aku di saung. Aku akan mengajak La Galigo kemari untuk berlatih " kata La Barani lalu menghilang dari pandangan Sang Datuk.
" Sungguh anak ajaib " batin nya sambil gelengkan kepala.
Tidak lama kemudian La galigo hadir di alam sumber daya itu. Ia kemudian diberikan petunjuk berlatih oleh La Barani sesuai dengan latihan La Barani sebelum nya. Yaitu kekuatan fisik dengan membawa ransel di pundaknya mengelilingi padang yang luas.
######
__ADS_1