Kisah Pendekar Dewata

Kisah Pendekar Dewata
La Barani dan pasukan gajah


__ADS_3

Satu minggu kemudian waktu alam dimensi.


Tampak balok serta papan telah siap digunakan, tersusun rapi di lapangan yang luas. Para pendekar bekerja tanpa lelah, karena banyak nya sumber daya yang telah diberikan La Barani.


La Barani yang baru tiba dari alam dimensi sumber daya, kemudian mendatangi Datuk Bagenda yang bertanggung jawab untuk pekerjaan mereka.


" Salam Datuk ."


" Salam juga Pangeran, semua bahan telah siap. Hanya saja belum dipasang karena gajah nya belum ada disini " kata Datuk Bagenda melaporkan hasil pekerjaan mereka.


" Baiklah kalau begitu, aku akan memanggil mereka kemari " kata La Barani lalu menjentikkan tangan nya.


" Swhuus...., swhuus....,!"


Tiga ribu gajah yang sangat besar pun muncul di hadapan mereka semua. Orang2 yang sedang bekerja tampak terkejut dan takut diserang oleh kawanan gajah yang besar, yang tingkat kultivasi nya berada di ranah pendekar suci puncak dan terendah di tingkat pendekar raja puncak.


" A.. apa mereka ini yang mau dipasangkan pelana tuan ? kami takut mereka akan mengamuk " kata seorang pendekar menghampiri La Barani.


" Tenanglah paman, mereka itu tidak akan mengamuk " kata La Barani menenangkan pendekar itu.


" Sumo kemarilah " panggil La Barani kepada gajah Sumo melalui telepati.


Gajah Sumo kemudian datang menghadap La Barani. Setelah tiba dia membungkuk seperti sedang berlutut.


" Hamba datang menghadap, Yang Mulia " kata gajah Sumo yang artinya hanya La Barani yang tahu.


" Kamu perintahkan kepada kaummu untuk menuruti perintah para pekerja, agar pekerjaan mereka bisa selesai dengan cepat " kata La Barani dengan bahasa manusia kepada gajah Sumo.


" Siap menjalankan perintah, Yang Mulia " jawab gajah Sumo kemudian berdiri, lalu menghampiri semua kawanan nya


Mata tetua perguruan yang melihat percakapan La Barani dan gajah Sumo melotot tak percaya.


" Apa Pangeran mengerti pembicaraan mereka ?" tanya nya penasaran setelah gajah Sumo berlalu.


" Aku mengerti bahasa mereka tetua " jawab La Barani singkat.


Jawaban La Barani membuat tetua itu serta Datuk Bagenda terkejut dengan salah satu kelebihan La Barani.


" Silahkan tetua memulai pekerjaan, para gajah itu akan menuruti perintah kalian " kata La Barani.

__ADS_1


" Ada yang ingin aku katakan padamu, Datuk !" kata La Barani setelah tetua tadi meninggalkan mereka berdua.


La Barani kemudian mengajak Datuk Bagenda ke depan istana, yang jauh dari penglihatan para pekerja.


Setelah mereka berada di depan istana La Barani kemudian menyuruh Datuk Bagenda untuk duduk bersila.


" Sebagai abdiku, aku akan men cap hatimu agar aku lebih yakin dengan ketulusan hatimu " kata La Barani dengan perbawa yang kuat.


" Bersiaplah Datuk !".


La Barani kemudian mengeluarkan belenggu raga dengan kekuatan jiwa nya, kemudian dia menyalurkan lima puluh persen kekuatan cahaya nya ke tali jiwa yang seketika keluar dari telapak tangan nya.


Lalu tali jiwa kemudian menuju ke ulu hati Datuk Bagenda, tali jiwa menembus dada datuk Bagenda tanpa rasa sakit sedikit pun, lalu tali jiwa men cap hati datuk Bagenda dengan setitik cahaya.


La Barani kemudian menarik keluar tali jiwa setelah men cap hati Datuk Bagenda. Lalu membuat kubah pelindung kedap suara di sekeliling Datuk Bagenda.


" Datuk Bertahanlah !"


" Arrrght...., arrrght...,!"


Teriak Datuk Bagenda setelah dari seluruh tubuh nya mengeluarkan cahaya putih menyilaukan, tanda kekuatan cahaya telah memulai proses pembersihan aura kegelapan, dari dari dalam tubuh nya.


" Seraplah kekuatan cahaya sepenuh nya " perintah La Barani.


Datuk Bagenda langsung menyerap kekuatan cahaya itu. Perlahan tapi pasti wajah datuk Bagenda terlihat bercahaya dan kedua mata nya yang biasa nya memerah sekarang telah menampakkan bola mata yang bening.


" Makanlah buah Anggur Langit ini lalu serap lah esensi energi nya " perintah La Barani kemudian sambil memberikan sebuah Anggur Langit.


Sepenanakan nasi kemudian, Datuk Bagenda selesai menyerap buah Anggur Langit tadi, dan terlihat banyak kotoran berupa lendir hitam yang kental keluar dari lubang di seluruh tubuh nya.


" Tu... an, aku pamit dulu " kata Datuk Bagenda sambil mememegangi pan**t serta perut nya, dia tidak menunggu jawaban La Barani lagi, lalu lari ter birit2 kedalam kamar nya yang berada di dalam istana.


La Barani tertawa terpingkal pingkal melihat keadaan Datuk Bagenda, ia teringat akan dirinya sewaktu baru pertama kali nya memakan buah anggur langit.


Sepeminum teh berlalu, Datuk Bagenda keluar dengan tampilan yang sangat baru. Saat ini dia mengenakan pakaian berwarna putih polos dengan hiasan warna kuning ditepi baju itu.


Tampak penampilannya bertambah muda seperti usia empat puluh tahun, dengan kulit yang bertambah putih.


Datuk Bagenda sangat bersemangat, ketika telah berada di hadapan La Barani dia lalu berlutut.

__ADS_1


" Terima kasih atas berkah yang tuan berikan, aku Datuk Bagenda akan senantiasa mengabdi kepada tuan " kata nya dengan penuh hormat.


" Bangunlah Datuk, memang sudah seharus nya seorang tuan memperlakukan abdi nya dengan baik, apa yang kumiliki akan ku ajarkan kepada mu agar kelak kamu bisa menjagaku bila diperlukan " ucap La Barani sambil mengeluarkan sebuah Semangka Dewa.


" Ini adalah Semangka Dewa, seraplah khasiatnya agar kekuatanmu bertambah " jelas La Barani.


" Tuan ini adalah buah langka, aku jadi tidak enak menerimanya " kata Datuk Bagenda merasa keberatan menerima buah itu.


" Makanlah, tak usah takut akan seperti tadi. Dan buah itu aku memiliki nya banyak bahkan aku punya puluhan pohon buah seperti itu " kata La Barani menjelaskan.


" Betulkah... tuan,! kalau begitu aku tidak segan lagi " kata Datuk Bagenda dengan sangat gembira.


" Nanti suatu saat Datuk akan kuajak ke dimensi sumber daya " jawab La Barani dengan santainya.


" Datuk, aku pamit dulu " kata La Barani kemudian menghilang dari pandangan Sang Datuk.


Datuk Bagenda lalu memakan buah semangka dewa dengan penuh semangat, sambil mengingat kekuatan yang akan dia dapatkan setelah menyerap esensi energi, dari buah semangka dewa.


" Semoga saja dapat menembus tingkat selanjutnya seperti kata tuan " gumam Datuk Bagenda dengan mata yang berbinar.


######


Seminggu kemudian, La Barani muncul kembali di alam dimensi istana.


Tampak terlihat semua gajah telah selesai dipasangi pelana, ornamen serta panji2 telah terpasang pula. Membuat penampakan pasukan gajah itu menjadi tampak agung dan sekaligus sangar bagi yang melihatnya.


" Masih ada yang kurang, aku harus membuat pelindung di tubuh para gajah itu terutama bagian kepalanya " batin La Barani.


La Barani kemudian menuju ke halaman istana. Di sana ia kemudian membuat pelindung gajah dengan elemen besi nya.


Tiga hari tiga malam La Barani membuat semuanya tanpa istirahat sekali pun. Akhirnya setelah pagi tiba di hari ke empat, La Barani selesai membuatkan Armor pelindung bagi gajah2 itu.


" Selesai juga akhirnya, Datuk suruh para pekerja untuk memasang Armor ini, aku mau melihat penampilan para gajah setelah mengenakannya " perintah La Barani kepada Datuk Bagenda yang selalu setia mendampingi nya.


" Baik tuan " jawab datuk Bagenda sambil menghampiri para pekerja untuk segera memasang Armor pelindung.



Penampilan pasukan gajah La Barani.

__ADS_1


######


__ADS_2