Kisah Pendekar Dewata

Kisah Pendekar Dewata
07. Tulang Langit Dewa Ruci


__ADS_3

Didalam Dimensi,


Di bawah bimbingan gurunya, La Barani dengan tekunnya berlatih, jurus dari Kitab Megananda dan kitab senjata.


Saat ini, dia sedang memperagakan jurus ke tiga Jiwa senjata. Sesuai anjuran gurunya, dia harus menyesuaikan tubuh bajanya, dengan gerakan2 jurusnya yg telah dia pelajari.


untuk saat ini, La Barani telah menyempurnakan darahnya, sehingga darahnya sudah mencapai pada tahap ke tiga yaitu darah emas, sedang ototnya pun telah sampai pada tahap lima yaitu otot baja. Tinggal tulangnya saja, yang baru mencapai tahap ke tujuh yaitu tulang emas. Selangkah lagi, baru bisa mencapai targetnya yaitu tahap ke delapan yaitu Tulang langit Dewa ruci.


La Barani memainkan pedang dengan sangat lenturnya. Tetapi kelenturannya, dibarengi dengan paduan tenaga dalam tingkat tinggi.


Pedang kayu yg digunakan berlatih, tampak seperti pedang sungguhan. Dibawah jurus seribu langkah ajaib gerakan yang diperagakan sangatlah mematikan. Pada akhir gerakan, dia menutup dengan serangan yang di arahkan pada sebuah pohon besar, sambil melompat tinggi ke udara.


" Niat hati mengukir jiwa..!! " dia teriakkan jurusnya.


Seketika dari ujung pedangnya, berhamburan puluhan pedang kayu menuju sasarannya. Seketika pohon yang dituju langsung meledak berkali kali, meninggalkan debu yang beterbangan, sampai2 ruang dimensi juga ikut bergetar se akan2 telah terjadi gempa.


Setelah debu tebal menghilang, pohon yang memjadi sasaran jurusnya sudah tidak terlihat. Malah meninggalkan lubang besar, berdiameter tujuh meter persegi.


" Wow...,! Su...sungguh dahsyat...guru !" Seru La Barani takjub, dengan kekuatan jurus yang baru dia keluarkan.


Dia tidak menyangka, kerusakan yg ditimbulkan dari jurusnya sangat kuat.


" Bagus muridku...! kamu sudah menguasai jurus ini lima puluh persen, guru sangat puas dengan pencapaianmu sekarang."


" mendekatlah kemari muridku, guru akan menanamkan seribu satu pengetahuan ke kepalamu " Kuti lalu menyuruh La Barani bersila, sambil mengambil sikap semedi.


Dia lalu menpelkan jari telunjuknya di kening La Barani.


Serta merta, banyak ingatan tentang ilmu2 serta pemahaman Kitab Pammasena Dewata. serta pemahaman sumber daya dan penempaan senjata, muncul silih berganti di benaknya.


Serta tugas yang harus dia emban, setelah selesai berlatih didalam ruang dimensi.

__ADS_1


Setelah sepenanak nasi, Guru Kuti pun menarik jarinya dari kening muridnya. Keringat menetes dikeningnya, karena kekuatan jiwanya banyak tersedot selama proses tersebut.


Setelah itu, dia mengeluarkan beberapa benda dari ruang hampa. Yaitu tiga buah anggur langit, sebuah gelang akar bahar, serta sebuah senjata berupa badik sepanjang dua jengkal orang dewasa, dengan ukiran naga di ujung gagangnya.


" Muridku..! makanlah dulu buah anggur langit ini, setelah itu kamu Seraplah semua esensinya " kata Kuti kepada muridnya, sambil memberikan tiga buah anggur langit.


" Guru ini...!!? apakah tidak berbahaya, bila aku makan tiga buah sekaligus ?" Tanyanya sangsi, sebab satu buah saja yg dia makan cukup membuat dia menderita, apalagi tiga buah ?!?.


" Makanlah, muda2han buah itu bisa memperbaiki kwalitas tulangmu " perintah gurunya.


Tanpa bertanya lagi, La Barani memakan anggur langit itu. Tapi setelah memakannya tidak ada lagi rasa kecut, yang ada hanya rasa manis.


Setelah dia menghabiskan buah ke tiga, rasa yg panas menjalar keseluruh tubuhnya, tapi saat ini dia sudah bisa menahan semuanya.


Diapun langsung menyerap khasiat anggur langit tersebut ke dalam dantiannya, terus dia pompa keseluruh titik meridiannya dan mengubahnya menjadi tenaga dalam.


Tenaga dalam yang terkumpul di meridiannya, mendesak mencari sumber penyimpanan lainnya. Dan akhirnya, tenaga dalam itu masuk ke sumsum tulangnya, sehingga meridian yg penuh dengan tenaga murni, masuk ke dalam tulang La Barani.


Tulang emas seketika menyerap tenaga murni yg ada di titik meridian, Hingga lautan hawa murni yang ada di dantian, langsung ditransfer dengan mudah ke meridian.


Tapi belum berhenti sampai disitu, lautan energi yang dihasilkan oleh anggur langit masih melimpah. Seakan akan tumpah ruah kedalam dantiannya, tiada henti mengalirkan esensi energi. Seakan ingin meledakkan tubuh La Barani, namun tak lama kemudian, Inti baja yg tertanam didalam tubuh La Barani, secara otomatis menyerap semua energi itu.


Tak lama kemudian, La Barani menyelesaikan penyerapannya. Diapun merasakan sensasi yang baru. Tenaga yang begitu kuat dia rasakan, berada disetiap inci tubuhnya.


Setelah kesadaran penuh dia rasakan, diapun memandangi seluruh tubuhnya. Dia dapati tubuhnya penuh dengan lendir hitam kental, serta merta dia berlari guna membersihkan diri.


Sepeminum teh berlalu, La Barani kembali dengan tampilan yg baru. Nampak aura yg dipancarkan tubuhnya begitu berwibawa.


" Kemarilah muridku..! " panggil Kuti.


" Ada yang harus guru katakan padamu...! tapi terlebih dahulu, terimalah " Gelang akar bahar " Serta " Badik Pembunuh Naga "ini.

__ADS_1


" Adapun Kegunaan gelang dan badik itu, kamu pasti sudah tahu. Lewat seribu satu pengetahuan yang guru berikan."


"Sekarang, guru akan mengajarkan ilmu meringankan tubuh, Ilmu ruang dan waktu, serta beberapa jurus formasi."


" Dasar2 nya sudah ada di kepalamu, sisa guru mengarahkan saja " kata Kuti.


Diapun langsung mengajarkan ke pada La Barani Ilmu2 tersebut. Setelah dua minggu, La Barani selesai melatih semua ilmu tersebut tanpa kesulitan sama sekali. Karena memang sudah ada tertanam di pikiran nya, lewat kitab seribu satu pengetahuan.


Gurunya pun membawa La Barani ke dimensi tempat penyimpanan sumber daya. Memperkenalkan seluruh tumbuhan langka, serta pohon anggur langit dan semangka Dewa.


Dia menitipkan ke dua Dimensi yg telah dia buat selama di alam dunia, yaitu dimensi sumber daya dan dimensi tempat tinggal mereka selama ini.


Akhirnya, guru Kuti dengan berat hati mengatakan akan kembali ke Alam tempat dia berasal. Tugas yang dia emban telah dia tunaikan, sehingga tidak ada alasan lagi untuk tinggal.


" Muridku..! kini kamu telah menjadi pendekar hebat, cuman pengalaman bertarungmu masih minim."


" Dan untuk itu, Dewata telah menitipkan kepadaku untuk di kuasakan kepadamu. Lima puluh prajurit Dewa tingkat pertapa biasa, empat puluh tingkat pertapa perwira serta sepuluh tingkat pertapa Dewa " kata Kuti.


Guru Kuti terlihat komat kamit, melafalkan mantra dan tak lama kemudian, diapun melambaikan tangannya dan berseru.


" Prajurit langit, hadirlah...!! " dalam sekejap mata, muncul seratus orang Prajurit sambil berlutut, mereka semua memakai Armor, lengkap dengan tameng. Lima puluh menggunakan pedang dan lima puluh lainnya menggunakan tombak.


" Guru kenapa mereka tidak bergerak? apa mereka semacam patung? " tanya La Barani heran.


" Mereka hidup ! cuma mereka dalam keadaan tersegel " jelas Kuti.


" Untuk membukanya, kamu harus mengaktifkan segel langit yang telah engkau pelajari " Kata kuti.


"Muridku..! Waktu guru sudah habis, saat ini guru harus kembali ketempat asal guru."


" Ingatlah pesan guru,! janganlah karena kamu kuat, sehingga kamu menjadi sombong dan arogan. Jadilah seperti padi semakin berisi semakin merunduk. Pergunakanlah ilmumu untuk membantu yang lemah, membela kebenaran serta memberantas kebatilan " cam kan itu muridku.

__ADS_1


Perlahan lahan sosok transparan Kuti, lambat laun menghilang dihadapan La Barani. Meninggalkan La Barani yang duduk termenung, di kedua matanya tampak butir air mata mengalir


#######


__ADS_2