Kisah Pendekar Dewata

Kisah Pendekar Dewata
Peledak pemadatan energi


__ADS_3

La Barani lalu membuat bola2 sebesar bola kasti dengan elemen besi yang dimiliki nya. Bola2 itu di bagi dua dengan mantra pelindung energi, dua energi yang akan dipadatkan akan terhalang oleh mantra pelindung yang berupa tirai tipis, yang menghalangi kedua energi agar tidak bertambrakan sebelum di aktifkan.


Setelah membuat ratusan bola2 itu, kemudian La Barani duduk bersila didepan bola2 itu. Kedua tangan nya membuat gerakan seperti membuat segel, seketika dari kedua telapak tangannya keluar cahaya ke abu2an yang sangat kuat, sebesar buah kelapa.


La Barani kemudian menyatukan kedua cahaya perak itu, tampak cahaya perak tersebut menyatu, lalu ia mengompres kedua cahaya itu di kedua tangan nya.


La Barani terlihat sangat hati2 ketika melakukan proses tersebut, sebab bila salah langkah energi yang di padatkan akan meledak dengan sendirinya.


" Energi inti Mustika Baja yang aku padatkan ternyata melawan balik, aku harus hati2 pada proses ini " gumam La Barani merasakan energi yang di pres begitu kuat.


Wajar saja, sebab dua bola energi sebesar buah kelapa di satukan lalu di padatkan menjadi sebesar bola ping pong, jelas sesuatu yang sangat berbahaya sekali. Sebab se waktu2 bisa meledak kapan saja bila tidak ber hati2 dalam proses tersebut.


Walau La Barani tak akan terluka dengan ledakan seperti itu, karena di lindungi oleh Mustika Inti baja serta tubuh nya telah melalui proses penempaan tubuh baja. Tapi pakaiannya pasti akan robek di sana sini, hal itu yang tidak di inginkan nya.


Setelah dengan penuh kesabaran menjalankan proses pemadatan energi, akhirnya energi inti baja yang di pres akhir nya menjadi seukuran bola ping pong.


" Akhir nya berhasil juga, proses ini sangat menguras tenaga. Untung aku memiliki dua Mustika yang menyimpan sumber tenaga yang tak terbatas " batin La Barani.


Kemudian La Barani memasuk kan energi yang telah di padatkan nya kedalam bola besi yang telah ada bolongan nya, kemudian menutup kembali lubang itu dengan elemen besi nya.


" Aku belum membuat kertas segel pengaktifan dibola ini, sebaiknya aku buat dulu kubah formasi pelindung tingkat bumi, untuk melindungi area yang akan menjadi percobaan peledak energi ini " gumamnya.


La Barani kemudian melangkah sejauh dua puluh meter kedepan, lalu membuat kubah pelindung di tempat itu, setelah selesai dia kembali ke tempat semula dengan posisi bersila.


Tangan nya kembali melakukan gerakan seperti tadi. Kali ini dua energi cahaya dari Mustika inti cahaya terbentuk di kedua telapak tangan nya.


Dia lalu menyatukan kedua cahaya itu, lalu kemudian mempres nya.


" Proses pemadatan energi yang kedua ini sudah tidak sulit lagi, sebab aku telah mengetahui batasan nya " batin nya.

__ADS_1


Setelah proses itu selesai, ia lalu memasuk kan energi cahaya itu kedalam bola besi, ke sisi sebelah bola besi yang telah di lindungi oleh tirai tipis mantra pembatas, sehingga tidak ber benturan dengan energi inti baja yang telah di masukkan sebelum nya.


Lalu La Barani menutup kembali lubang tempat ia memasukkan energi cahaya, kemudian dia melemparkan nya ke dalam kubah tingkat bumi yang telah di buat nya.


" Booooooooooom...........!!!!! ."


Ledakan keras terjadi ketika peledak energi itu menyentuh tanah. Para hewan buas yang ada di sekitar tempat itu terkejut dan berlari menjauh.


Tanah tempat jatuh nya peledak tadi terlihat ber lubang sedalam dua meter persegi.


Kubah tingkat bumi yang di buat La Barani retak dan bocor sana sini


Bahkan Datuk Basalama dan La Galigo mendengar suara ledakan itu yang sekitar berjarak lima kilo meter dari tempat mereka Berada.


" Luar biasa...,! energi peledak ini akan menjadi senjata andalan prajurit ku di masa depan " seru La Barani takjub dengan hasil yang di lihatnya.


" Tapi aku harus membuat mantra pengaktifan terlebih dahulu sebagai pemicu nya, agar aman bila di gunakan " gumam La Barani sangat senang dengan pencapaian nya.


La Barani mengeluarkan kertas serta alat tulis dari dalam gelang penyimpanannya, lalu menulis banyak mantra pengaktifan di kertas itu.


Setelah selesai membuat mantra pengaktifan peledak, kemudian dia membuat banyak paku yang kecil untuk dimasukkan kedalam peledak energi untuk menambah daya rusak nya.


Dua hari dua malam La Barani membuat peledak energi, akhir nya tujuh belas ribu peledak energi telah selesai dia buat.


" Aku rasa sudah cukup untuk memporak porandakan pasukan musuh " batin nya.


" Membuat Armor gajah serta peledak energi sangat melelahkan sekali terutama mental ku, aku harus mengembalikan kondisiku sebelum keluar dari dimensi ini, mumpung masih ada waktu sehari lagi " gumam La Barani yang memang terlihat sangat kelelahan.


Walaupun kedua Mustika yang ada didalam tubuh nya, tak pernah berhenti menyuplai energi murni. Tapi, dia hanyalah seorang anak kecil yang mempunyai batasan.

__ADS_1


Menggunakan energi yang terus menerus akan melemahkan mental si pengguna. Kecuali hal demikian telah terbiasa dilakukan oleh seorang kultivator yang senior, sedangkan La Barani termasuk kultivator pemula.


La Barani kemudian memetik tiga buah Naga Api, yang memang banyak tumbuh di hutan itu, warisan dari dewa Bhatara.


Ketiga buah itu lalu di makan nya, setelah selesai memakan ketiga buah Naga Api, ia lalu menyerap nya dengam elemen api milik nya.


Hawa panas membara seketika tercipta selama proses itu, aliran esensi energi api murni seakan bagaikan lautan membara dalam tubuh La Barani seolah akan meledakkan tubuh bocah itu.


Rasa sakit dan panas hanya sebentar di rasakan oleh La Barani, sebab kedua Mustika inti baja dan inti cahaya langsung menyerap dan melahap habis lautan energi buah Naga api itu.


" Rasa lelah ku telah hilang, berganti dengan perasaan yang penuh gairah. Sungguh buah tingkat dewa yang kuat, andai tak ada kedua Mustika di dalam tubuhku mungkin aku akan sangat menderita akibat menyerap esensi energi nya " gumam La Barani.


" Simba datanglah...! " panggil nya kepada abdi nya dari jenis singa.


Tidak lama datang seekor singa yang sangat besar setinggi dua meter dengan panjang empat meter menghirup La Barani.


" Hamba datang menghadap, Yang Mulia " kata singa itu sambil membungkuk seolah berlutut di hadapan La Barani.



Gambar ilustrasi Simba salah satu penghuni dimensi sumber daya.


" Aku akan tidur sementara waktu disini, berjagalah si sekitar tempat ini " perintah La Barani.


" Baik, Yang Mulia !" jawab Simba dengan penuh hormat.


La Barani kemudian memasukkan seluruh peledak yang telah di buat nya kedalam gelang penyimpanan nya. Kemudian dia berbaring di bawah sebuah pohon yang rindang.


######

__ADS_1


__ADS_2