Kisah Pendekar Dewata

Kisah Pendekar Dewata
31. Pedang Dewa Cahaya


__ADS_3

Roh Bhatara kemudian menceritakan kisahnya. Ribuan tahun yang lalu, Roh Bhatara adalah seorang Dewa yang hidup abadi. Ia terkenal dengan kekuatan serta Kharismanya yang sangat luar biasa. Tugas Dewa Bhatara adalah untuk mengurus dunia fana.


Dewa Bhatara mengurus dunia fana dengan sangat baik, sampai suatu saat dia jatuh hati kepada We Cudai anak dari Dewata Yang Agung. Tapi sayang, ternyata cintanya hanya bertepuk sebelah tangan, We Cudai ternyata tidak mencintainya.


Dewa Bhatara akhirnya frustasi, didalam hatinya hanya ada rasa ingin memiliki, gadis yang amat dicintainya walau bagaimanapun caranya. Dia lalu berniat untuk menculik We Cudai, tapi dia takut dengan Dewata Yang Agung ayah We Cudai.


Karena untuk melawan Dewata Yang Agung, dia harus memiliki sebuah pusaka yang mampu melawan Tombak Pelindung Semesta milik Sang Dewata. Dia lalu mencuri Pedang Dewa Cahaya yang disimpan di gudang Istana Langit.


Setelah berhasil mengambil Pedang Dewa Cahaya, dia lalu memberanikan diri untuk mendatangi kediaman We Cudai di Istana Putri. Disana ia lalu mendapat perlawanan yang sengit dari puluhan Dewa penjaga, dan akhirnya Dewa Bhatara yang sudah gelap mata membantai semua Dewa penjaga itu.


Disaat Dewa Bhatara ingin memasuki Istana, La Pajung Karama tiba2 berdiri didepannya, sambil menggenggam Badik Pembunuh Naga. Ia lalu bertarung melawan La Pajung Karama yang terkenal dengan kesaktiannya.


Pertarungan seru pun berlangsung, halaman istana serta sebagian istana Putri ikut hancur, karena benturan dua senjata pusaka tingkat tinggi.


Akhirnya Dewata Yang Agung ikut turun tangan membantu La Pajung Karama, mengeroyok Dewa Bhatara. Sehingga Dewa Bhatara terluka parah dipunggungnya, setelah terkena hantaman Tombak Pelindung Semesta milik Dewata Yang Agung.


Beruntung Dewa Bhatara dapat melarikan diri, berkat Pedang Dewa Cahaya yang membawanya pergi ke alam dunia dengan kecepatan cahaya.


" Begitulah ceritanya, anak muda."


" Setelah terkena Tombak Pelindung Semesta, keabadianku pun langsung hilang dan akhirnya aku berakhir seperti yang kamu lihat saat ini " jelas Roh Bhatara mengakhiri ceritanya.


" Pantas saja dia menangis setelah tahu gadis pujaannya telah menikah. Ternyata cintanya begitu dalam kepada nenek buyut " batin La Barani, setelah tahu cerita yang sebenarnya.


" Tapi...,! apa tuan Bhatara tidak marah, setelah tahu bahwa aku adalah keturunan yang menyebabkan tuan meninggalkan dunia Dewa," tanya La Barani.


" Marah..,! tentu tidak, karena setelah aku menetap di dunia fana ini. Aku akhirnya memahami bahwa yang aku perbuat adalah salah," kata Roh Bhatara.


" Aku selama ini merasa malu dan menyesal dengan perbuatanku. Puluhan nyawa Dewa penjaga yang tak berdosa telah kubunuh, membuat diriku ini merasakan penyesalan seumur hidupku, bahkan setelah aku menjadi Roh penyesalan itu masih tetap ada."


" Anak muda, coba kau perlihatkan dulu pergelangan tanganmu padaku " kata Roh Bhatara.

__ADS_1


La Barani kemudian mengulurkan tangan kanannya kearah Roh Bhatara.


" Ini..,! kamu sungguh mengejutkan aku anak muda! " kata Roh Bhatara terkejut dengan apa yang dilihat, setelah mendeteksi tubuh La Barani.


" Tulang langit Dewa Ruci, serta tubuh baja. Kamu sungguh anak yang diberkati oleh Yang Hak" kata Roh Bhatara terkesima dengan apa yang dilihatnya.


" Bersemedilah anak muda, aku akan masuk kedalam kepalamu. Mungkin akan sedikit menyakitkan, tetapi kamu akan mendapatkan pengetahuan yang tinggi setelahnya " kata Roh Bhatara.


La Barani kemudian mengikuti permintaan Roh Bhatara. Setelahnya, Roh itu masuk secara perlahan kedalam kepala La Barani.


" Arght.... arght..,! sakit tuan !" teriak La Barani setelah merasakan sakit yang luar biasa.


Sepuluh menit kemudian, seluruh tubuh Roh Bhatara akhirnya masuk sepenuhnya kedalam kepala La Barani. Tapi rasa sakit yang dia rasakan belum hilang, berbagai pengetahuan tiba2 secara samar terbayang dikepala La Barani. Setelah semua bayangan hilang, barulah rasa sakit yang dirasakan La Barani juga akhirnya menghilang.


La Barani kemudian berbaring, setelah melalui itu semua. Iapun berencana untuk beristirahat sejenak, namun suara roh Bhatara tiba2 menggema dikepalanya.


" Ambillah cincin yang berada dijasadku dan pakailah, setelah itu buatlah kontrak darah dengannya " pinta Roh Bhatara.


" Kemudian ambil Mustika inti cahaya yang ada di dada jasadku, lalu tempelkan didadamu " perintah Roh Bhatara lagi.


La Barani pun lalu mengambil Mustika seukuran telur ayam yang berwarna putih, kemudian dia tempelkan didadanya sesuai arahan Roh Bhatara.


Hal mengejutkan pun terjadi, Mustika Inti Cahaya langsung masuk menembus dadanya. Tubuh La Barani seketika mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan.


" Arght...arght..! " La Barani menjerit kesakitan otot serta tulangnya serta merta membesar.


" Khrak...khrak...khrak..!"


" Boom.... boom...! "


Terdengar bunyi tulang serta dentuman yang keras, dari dalam tubuh La Barani, tanda dia naik tingkatan kultivasi. Bunyi dentuman itu bukan hanya sekali, tetapi sebanyak tiga kali.

__ADS_1


" Boom.... boom...,! arght... ahk!


La Barani berusaha mempertahankan kesadarannya, tapi setelah dentuman ketiga iapun tumbang tak sadarkan diri lagi.


Pergolakan yang terjadi didalam tubuh La Barani belum berhenti sampai disitu saja, karena Mustika Inti Baja menyerap semua energi cahaya yang berada di dalam Mustika inti Cahaya, setelah Mustika inti Cahaya meredup barulah Mustika Inti Baja berhenti menyedot energi Mustika itu.


Kemudian Mustika Inti Baja mengeluarkan energinya, menyelimuti seluruh tubuh La Barani. Rupanya Mustika itu sedang memperbaiki seluruh jaringan tubuh La Barani.


Tiga jam kemudian, La Barani akhirnya tersadar.


" Wah...,! tenagaku sangat luar biasa kurasakan saat ini."


" Tak kusangka aku mencapai puncak pendekar suci secepat ini " batin La Barani.


" kamu mengejutkan aku sekali lagi anak muda, rupanya kau menyembunyikan sebuah Mustika didalam tubuhmu " kata roh Bhatara.


" Sekarang kamu buka dulu segel yang ada di kotak emas yang diatas altar Itu, lalu terimalah Pusaka Pedang Dewa Cahaya itu " perintah Roh Bhatara selanjutnya.


La Barani kemudian menggerakkan kedua tangannya membuka segel kotak emas. Setelah segel terbuka, iapun segera membuka kotak emas itu lalu sang Pedang pun terlihat.


Sarung Pedang Dewa Cahaya terbuat dari giok yang berwarna putih. Di lilit oleh ornamen2 yang terbuat dari emas dan sepanjang ornamen emas itu, terdapat banyak simbol2 yang berbahasa kuno yang tidak dimengerti oleh La Barani.


Gagang Pedang Dewa Cahaya terbuat dari giok pula, di lilit dengan tali yang terbuat dari bahan yang keras.


" Lakukan kontrak darah, teteskan darahmu pada giok bundar yang berada diujung gagang pedang itu " kata Roh Bhatara sekali lagi.


La Barani kemudian melakukan sesuai arahan Roh Bhatara, kemudian menarik keluar Pedang Dewa Cahaya dari warangkanya.


Sinar menyilaukan seketika keluar dari badan pedang itu, ternyata seluruh bilah pedang dewa cahaya terlihat berupa cahaya sesuai nama pedangnya,, sebab mata La Barani tak dapat menebus badan pedang yang seluruhnya diselimuti dengan cahaya.


######

__ADS_1


__ADS_2