Kisah Pendekar Dewata

Kisah Pendekar Dewata
13. Sang Pelindung


__ADS_3

Akhirnya, La Barani menceritakan kisah awal pertemuannya dengan roh kuti. Ayah, ibu dan kakaknya dengan serius mendengarkan ceritanya.


Tampak ekspresi wajah mereka berubah ubah, ketika mendengarkan cerita La Barani. Tidak ada yang di tutupi oleh La Barani, sampai setelah perpisahan dengan gurunya, diapun menutup kisahnya.


" Kalau begitu, coba ayah lihat tingkat kultivasimu " kata Petta Sompe.


La Barani lalu mengeluarkan aura kultivasinya, seketika ruang di sekeliling nya terpancar aura yang menekan.


" Cukup...,! sudah,....sudah ! tingkat kultivasimu sekarang, ditingkat pendekar Pertapa Dewa puncak !" serunya takjub, setelah merasakan aura yang menekan dirinya. Walaupun Petta Sompe juga berada di tingkat Pertapa Dewa, tapi dia masih di ranah menengah.


" Hahahaa......,! Tingkatanmu sekarang berada di tingkat pertapa Dewa puncak, sungguh pencapaian yang langka, mengingat usiamu baru menjelang tujuh tahun " kata Petta Sompe senang.


" Ini adalah berkah bagi kita, ternyata "Sang Pelindung" yang telah di nubuatkan oleh moyang kita. Terlahir dari keturunan kita istriku " kata Petta Sompe sambil melihat kearah istrinya.


Petta Sompe begitu senang, dia pernah mendengar dari ayahnya, tentang kisah yang selama ini cuma tujuh klan mereka yang mengetahuinya.


" jadi, pengemis cilik yang menghajar La Baco serta kedua pengawalnya pasti itu kamu kan? " tanya Petta Sompe kepada La Barani.


" Iya ayah " jawab La Barani tersenyum sambil garuk2 kepalanya yang tidak gatal.


" Hahahaa...! kamu betul2 kuat anakku" raja Petta Sompe gelengkan kepala, seakan tak percaya dengan kenyataan itu.


Setelah sejenak terdiam, Petta Sompe lalu mengajak keluarganya untuk menyaksikan babak ke tiga turnamen bela diri.


####


Di alun alun kerajaan tempat berlangsungnya turnamen


Petta Sompe tiba dengan keluarga setelah partai yang ke dua. Akhirnya pertandingan pun selesai menyisakan 14 orang wakil perguruan, untuk babak ketiga ini pertandingan satu lawan satu.


Pertandingan di istirahatkan selama setengah jam, untuk memberikan kesempatan kepada peserta beristirahat .


Setelah istirahat, para peserta pun dipanggil untuk melanjutkan pertandingan. Kini tampak diatas panggung, para peserta telah siap setelah juri mengatakan mulai, mereka pun maju memulai serangan.

__ADS_1


Singkat cerita


Sekarang sisa tujuh peserta, setelah peserta di istirahatkan selama satu jam, untuk memulihkan diri serta menyembuhkan lukanya. Peserta diminta kembali untuk mengambil nomor undian. Karena peserta tujuh orang maka peserta nomor urut tujuh, otomatis lolos ke babak semi final.


Setelah pengambilan nomor, Salempang dari perguruan Naga langit, mendapatkan nomor urut tujuh. Sehingga Salempang dinyatakan lolos ke babak semi final.


Kini hanya tiga panggung yang di gunakan, tiga pasang peserta diminta untuk segera naik kepanggung. Terlihat Sundari dari perguruan Gadis suci, berhadapan dwngan Kamase dari perguruan Macan putih. Dipanggung ke dua berhadapan Garaga dari perguruan Biara hitam, melawan Sasena dari perguruan Tapak api. Sedang di panggung ke tiga tampil Kajao dari perguruan Tapak kebenaran, melawan Han ciu dari perguruan Telaga ungu.


Nampak Sundari yang satu satunya peserta wanita mengeluarkan pedangnya. Begitu juri memulai pertandingan, dia langsung menggunakan jurus andalannya, yaitu jurus pedang tarian suci dengan mengerahkan tujuh puluh persen tenaga dalamnya.


Serangan pedangnya begitu indah, namun mengandung kekuatan yang besar, nampak penguasaan pedang yang baik dipertontonkan oleh Sundari.


Perlu diketahui, tingkat kultivasi Sundari saat ini berada di tingkat perwira puncak, sedang Kamase berada di tingkat perwira menengah.


Kamase yang diserang, menjadi kalang kabut dengan serangan pedang dari lawan secara beruntun. Dia berusaha mencari celah, agar bisa keluar dari serangan lawan, tapi nampaknya jurus yang dikeluarkan oleh lawan begitu sempurna.


Kamase yang dari awal tidak menggunakan jurus pamungkasnya, terpaksa mengeluarkan jurusnya pula.


Kamase berencana menggunakan jurusnya di babak final. Tapi karena lawan begitu tangguh, memaksa Kamase untuk menggunakan jurus andalannya.


Nampak bayangan cakar macan, keluar dari ujung pedangnya menyambut jurus pedang lawan.


" Dhuar... Ting.....Ting.....! "


Terdengar suara dentuman, setelah kedua pedang mereka beradu. Karena perbedaan kultivasi, Kamase terdorong mundur kebelakang sejauh lima meter.


Sundari tidak mau kalah, dia lalu mengeluarkan jurus pamungkasnya dengan kekuatan penuh.


" Jurus Gadis suci, Pedang menyayat kalbu " teriaknya.


Pedang Sundari, begitu cepatnya menusuk langsung ke dada lawannya. Karena tidak mau dadanya tertusuk, Kamase menyambut serangan lawan.


" Jurus Macan putih, menghadang halilintar " teriak Kamase

__ADS_1


" Bhoom...... dhuar !" bunyi suara beradunya kedua jurus mereka, meninggalkan kabut asap menutupi pemandangan.


Setelah kabut hilang, terlihat Kamase telah terduduk sambil memuntahkan darah kehitaman. Tampaknya dia tidak mampu untuk melanjutkan pertandingan, juripun memeriksa keadaan Kamase, lalu diapun menyatakan Kamase sudah tidak sanggup.


" Pemenangnya Sundari dari perguruan Gadis suci " katanya, langsung di sambut dengan tepuk tangan oleh para penonton.


Pertarungan dipunggung kedua antara Sasena melawan Garaga tak kalah serunya. Sasena yang menggunakan tombak sebagai senjata, sedang Garaga memakai pedang.


Mereka sudah bertukar serangan puluhan jurus, namun mereka masih terlihat imbang. Ini karena tingkat kultivasi mereka, sama2 di tingkat perwira menengah.


Karena Sasena tampak begitu ahli dengan penguasaan jurus tombaknya, serta kecepatannya lebih baik dari lawannya. Lama kelamaan Garaga pun akhirnya dibuat kalang kabut menerima serangan Sasena, sudah banyak luka yang diderita Garaga, sehingga memaksa nya untuk menyerah.


" Sasena dari perguruan Tapak api menang !" Kata wasit yang memimpin pertandingan.


" Kelihatannya turnamen ini betul2 membuat kejutan, dua perguruan besar telah tumbang. Tinggal menyisakan perguruan Tapak kebenaran " Kata seorang penonton kepada temannya.


" Iya...! semoga saja Tapak kebenaran bisa menang nanti " jawab temannya.


Sedang di atas panggung ke tiga, tampak Kajao dari perguruan Tapak kebenaran, yang berada di tingkat perwira puncak sedang diatas angin. Lawannya Han ciu dari perguruan Telaga ungu masih berada di tingkat perwira awal, sehingga dia mampu mengungguli lawannya dengan mudah.


Dengan satu serangan penuh, diapun memenangkan pertandingan dengan mudahnya.


" Pertandingan Semi final akan berlangsung setelah istirahat satu jam " kata pembawa acara.


Pihak kerajaan sengaja mempercepat jalannya turnamen, karena adanya pergerakan pasukan musuh yang sementara bergerak mendekati perbatasan.


Kerajaan saat ini, belum mengumumkan berita pergerakan musuh agar rakyat tidak panik.


Kini peserta yang akan bertanding tinggal empat peserta. Setelah istirahat, peserta di minta untuk mengambil nomor undian. Kajao dari perguruan Tapak kebenaran mendapat nomor urut satu, Salempang dari perguruan Naga langit mendapat nomor urut dua, Sundari dari perguruan Gadis suci mendapat nomor urut tiga, sedang Sasena dari perguruan Tapak api mendapat nomor urut ke empat.


Sesuai keputusan panitia nomor urut satu melawan nomor urut dua, sedang nomor urut tiga melawan nomor urut empat.


Akhirnya Kajao dari perguruan Tapak kebenaran, naik kepanggung melawan Salempang dari perguruan Naga langit.

__ADS_1


Babak semi final ini, hanya satu panggung yang bertanding. Agar penonton bisa konsentrasi melihat jalannya pertandingan.


######


__ADS_2