Kisah Pendekar Dewata

Kisah Pendekar Dewata
11. Turnamen di mulai


__ADS_3

Pembawa acara segera maju


" Mohon para perwakilan sekte, maju untuk mengambil nomor undiannya "


Para peserta perwakilan maju untuk mengambil nomor undian, adapun pertandingan terbagi tiga babak yaitu :


Babak 1. pertarungan kelompok


Babak 2. pertarungan dengan 3 vs 3


Babak 3. pertarungan 1 vs 1


Setelah para peserta mengambil nomor undian, maka diputuskan nomor urut satu melawan nomor urut dua dan seterusnya. Karena yang ikut serta sebanyak seratus sepuluh perguruan, maka babak pertama akan berlangsung sebanyak lima puluh lima kali pertandingan.


Tepuk tangan yang meriah, menyambut para peserta yang naik ke panggung.


Di panggung pertama, berhadapan perguruan Naga langit melawan perguruan Kuda hitam.


Di panggung kedua, berhadapan perguruan Gadis suci melawan perguruan Awan biru.


Di panggung ke tiga, berhadapan perguruan Golok api melawan perguruan Angsa putih.


Di Panggung ke empat, berhadapan perguruan Gunung pinus melawan perguruan Pilar mas.


Di panggung ke lima, berhadapan perguruan Bangau terbang melawan perguruan Harimau putih.


Di panggung ke enam, berhadapan perguruan Petir langit melawan perguruan Kelabang hitam.


Pertarungan yang seru, dipertunjukan oleh para peserta yang tampil. Kekompakan dan formasi yang utama pada pertandingan kali ini, apabila peserta tidak kompak maka jangan harap bisa memenangkan pertarungan.


Nampak di panggung pertama dan ke lima telah selesai bertarung, rupanya perguruan Naga langit terlalu kuat bagi sekte Kuda hitam.


Begitu pula di panggung ke lima, perguruan Bangau terbang lebih unggul dibanding perguruan Harimau putih, walaupun mereka juga mendapat luka yang serius.


Tidak lama kemudian, keempat panggung yang lain menyelesaikan pula pertarungan nya.


Tak terasa, sudah pertarungan yang kelima selesai digelar. Berarti sudah ada enam puluh perguruan yang bertarung, tapi hari sudah menjelang malam, sehingga pertandingan pun dilanjutkan keesokan harinya.


###


Keesokan harinya


Pertandingan babak pertama pun dilanjutkan, tampak perguruan besar mendominasi pertarungan. Akhirnya babak pertama pun selesai pada tengah hari.

__ADS_1


Panitia mengumumkan bahwa perguruan yang gugur agar jangan pulang dulu. Karena yang mulia raja, juga akan memberikan hadiah bagi mereka.


Perguruan yang gugur pun senang dengan pengumuman itu. Mereka pun bersemangat, mengikuti jalannya turnamen hingga selesai.


Pertandingan babak kedua dimulai, karena yang mengikuti tinggal lima puluh lima perguruan. Maka peserta yang memiliki nomor undian dua puluh delapan, dinyatakan otomatis langsung lolos ke babak ke tiga.


Setelah pengambilan nomor peserta, ternyata perguruan Angsa putih yang mengambil nomor undian ke dua puluh delapan, sehingga otomatis perguruan Angsa putih dinyatakan lolos ke babak ke tiga.


Babak ke dua berjalan dengan alot, para peserta dibabak ini memperlihatkan kwalitas perguruan mereka masing masing.


Waktupun berjalan dengan cepat, sore hari pertarungan pun selesai, menyisakan dua puluh delapan perguruan yang akan bertanding di babak ke tiga.


###


Di dalam Istana


Petta Sompe sementara bercengkerama bersama kedua anak dan istrinya. Kemudian seorang abdi pelayan istana mengabarkan, bahwa panglima Polin beserta jendral Kamandanu, datang menghadap karena ada berita yang mendesak.


" Dimana mereka berdua ? " tanyanya kepada abdinya.


" Mereka menunggu di aula utama, Yang mulia !" jawab abdinya.


" Baik...! katakan aku akan menemui mereka " Petta Sompe merasa ada sesuatu yang penting, sehingga Panglima Polin dan jendral Kamandanu datang menghadap.


" Istriku dan anakku...! jika kalian mau, ikutlah denganku. Setelah kita bertemu mereka kita langsung menghadiri perjamuan, dengan para ketua dan tetua perguruan " Kata Petta Sompe, kepada istri dan kedua anaknya.


" Baik !" jawab mereka serempak. Petta Sompe memang membiasakan keluarganya, untuk mengikuti setiap ada berita atau pertemuan yang akan dia hadiri. Agar kedua anaknya, terbiasa dengan setiap persoalan sehingga mengasah ke negarawan keduanya.


Sesampai di aula utama, Panglima Polin serta jendral Kamandanu langsung berlutut, setelah raja duduk di singgasana nya.


" Bangkitlah kalian berdua ! " perintah raja Petta Sompe.


" Ada hal apa ? hingga kalian berdua datang menghadap? " tanyanya.


Panglima Polin lalu melihat ke arah jendral Kamandanu, dan Kamandanu pun lalu berbicara.


" Yang mulia,! aku mendapat laporan dari telik sandi kita yang berada di kerajaan Pagaruyung. Bahwa mereka melihat pergerakan dari kerajaan Tanah Loka, melewati kerajaan Pagaruyung untuk menyerang kita."


" Tampaknya mereka datang dengan kekuatan penuh, bersama beberapa kerajaan aliansi mereka " jelas Jendral Kamandanu panjang lebar.


" Wah..... mereka sudah keterlaluan, padahal kita tidak pernah menyinggung mereka " Kata Petta Sompe.


" Kira kira seberapa besar jumlah prajurit yang mereka bawa jendral ? " tanya sang raja.

__ADS_1


" Menurut telik sandi kita, mereka membawa dua ratus lima puluh ribu prajurit yang mulia " jawab jendral Kamandanu.


" Terus...,! apa yang dilakukan oleh kerajaan Pagaruyung, ketika wilayah kedaulatan mereka dilalui oleh pasukan Tanah Loka ?" tanyanya lagi kepada jendral Kamandanu.


" Mereka diam saja yang mulia. mungkin mereka takut, melihat pasukan musuh yang lebih besar dari pasukan mereka " kata jendral Kamandanu.


" Ini menarik...! jangan2 kerajaan Pagaruyung masuk dalam koalisi mereka " gumam sang raja.


" Panglima Polin...,! bagaimana menurut mu? " tanya raja kepada panglima Polin, yang sedari tadi diam mendengarkan.


" Aku rasa, kerajaan Pagaruyung tidak akan berbuat seperti itu yang mulia. Mengingat persahabatan yang selama ini terjalin antara kita dengan mereka " kata Panglima Polin.


" Mereka tentu tidak berani, apa lagi mereka tahu kekuatan pasukan kita yang besar " katanya lagi melanjutkan.


" Bagaimana kesiapan pasukan kita panglima? apa pasukan kita dalam keadaan siap tempur? " tanya sang raja.


" Pasukan kita saat ini sudah siap tempur yang mulia, selama turnamen berlangsung, prajurit kita sudah siap mengantisipasi ancaman baik dari dalam maupun dari luar " jelas Panglima Polin.


" Bagus kalau begitu, tempatkan semua pasukan reguler di perbatasan. Sedang pasukan Garnisum berjaga jaga di luar Kota raja, sampai turnamen selesai. Biar Pasukan Inti kebangsaan yang berjaga didalam kota raja " Perintah raja kepada Panglima Polin.


" Siap menjalankan perintah yang mulia !" kata panglima Polin. lalu meninggalkan aula utama bersama jendral Kamandanu.


####


Di aula perjamuan


Para ketua perguruan telah hadir. Tak lama kemudian raja Petta Sompe datang bersama keluarga. Mereka pun langsung menyantap hidangan yang telah disiapkan oleh para pelayan.


Setelah makan, mereka lanjutkan dengan minum arak serta tuak. Raja petta Sompe lalu menyampaikan kabar, tentang kedatangan musuh dari kerajaan Tanah loka.


" Aku hanya meminta pertimbangan dari kalian semua, apa turnamen ini kita lanjutkan atau kita batalkan saja? " tanya Petta Sompe.


" Yang mulia, turnamen ini sebaiknya dilanjutkan. Mengingat perjalanan pasukan mereka, masih lima hari lagi baru mencapai perbatasan, sedang turnamen bisa Selesai besok " kata salah seorang ketua perguruan.


" Kami juga mohon di ikut sertakan, dalam peperangan yang mulia. Kami merasa terpanggil untuk menyumbangkan darah kami, untuk kejayaan kerajaan Bungaya yang kami cintai ini " kata salah seorang ketua perguruan.


Pembicaraan mereka begitu alot, sehingga raja Petta Sompe merasa terharu dengan ketulusan mereka.


Pembicaraan mereka diakhiri dengan keputusan, turnamen akan tetap dilanjutkan. Sedang setiap perguruan, akan mengerahkan muridnya yang berada di tingkat perwira Keatas agar tidak menimbulkan korban yang sia2.


Malam itupun, para ketua perguruan memulangkan beberapa tetua mereka. Untuk mempersiapkan para murid mereka masing masing.


######

__ADS_1


__ADS_2