Kisah Pendekar Dewata

Kisah Pendekar Dewata
18. Menjadi pendekar suci


__ADS_3

Setelah pemahamannya telah sempurna, La Barani lalu bangkit dari meditasinya. Karena elemen yang dia miliki ada tiga yaitu : api, angin, dan besi.


Maka dia memfokuskan pada ke tiga elemen, walaupun semua elemen bisa dia kendalikan. Sesuai pemahaman dari kitab Pammasena dewata.


La Barani lalu mencoba elemen apinya, seketika kedua tangannya keluar api berwarna biru kemerahan. Kemudian dia gabungkan dengan jurus tapak suci, dan merasakan sensasi dari kedua kekuatan jurus itu.


La Barani cuma sampai disitu.Dia tak mau mencoba kekuatannya di alam dimensi sumber daya, karena bisa menghancurkan semua tanaman sumber daya yang ada.


Meskipun sebenarnya La Barani bisa membuat formasi pelindung, namun dia enggan melakukannya.


Kemudian dia mencoba dengan elemen angin, begitu tangannya digerakkan. Seketika di hadapannya angin ****** beliung telah tercipta dalam skala kecil, setelah itu diapun mengakhirinya.


Setelah itu tangannya di goyangkan seperti jurus pembuka, lalu tercipta sebuah benda sesuai dengan kemauannya, lalu mengulang ulang dengan benda yang lain.


Tapi ada yang lain dengan elemen besinya. Yang keluar bukan energi, melainkan benda padat. Dan cara penggunaannya seperti melemparkan senjata rahasia, La Barani pun sangat senang dibuatnya.


Setelah dia merasa cukup menguasai ke tiga elemennya. La Barani kemudian kembali bersemedi, dia kemudian kembali menyerap energi dari anggur langit yang tersisa.


Tak lama terdengar bunyi dentuman kecil di dalam tubuhnya. Dibarengi terdengarnya bunyi tulang yang remuk.


" Krak...Krak...Arght !" La Barani merasakan sakit yang luar biasa. Rasa sakit dia rasakan selama dua jam. Setelahnya rasa sakit menghilang, berganti dengan perasaan ringan.Seketika aura kekuatan yang besar terpancar dari tubuhnya.


La Barani melanjutkan Kultivasinya untuk memperkuat pondasinya. Setelah khasiat buah anggur langit habis terserap, esensi energi alam yang melimpah di alam sumber daya menerobos masuk tanpa henti kedantiannya.


La Barani panik, ketika menyadari dia tak mampu menghentikannya. seluruh tubuhnya membesar seperti balon yang siap meledak.


Rasa sakit tak terhingga dirasakan olehnya, dia sudah tak mampu mempertahankan kesadarannya.


" Tamat sudah hidupku " akhirnya iapun pingsan.


Sesaat sebelum La Barani pingsan. Mustika inti baja menyerap seluruh energi yang masuk kedalam tubuhnya. Setelahnya tubuh La Barani yang membesar seperti balon, perlahan pun kempes.


Perlahan tapi pasti, Mustika inti baja mulai memperkuat jaringan otot La Barani dan mengembalikan ke keadaan semula.

__ADS_1


Lalu tenaga luar biasa yang terserap ke Mustika inti baja itu. Mendesak masuk ke bawah pusar, dimana letak Semulajaji kemudian membentuk qi.


Tiga hari kemudian, La Barani terbangun dari pingsannya. Dia lalu memeriksa seluruh tubuhnya dan mendapati dirinya baik2 saja.


Setelah sekian lama. dia pun menyadari seluruh tubuhnya telah mengeluarkan bau busuk. La Barani spontan beranjak dari tempatnya berbaring, lalu berjalan dimana terdapat kolam yang dibuat oleh gurunya.


Setelah mandi La Barani kembali ke saung, untuk memperbaiki pondasi kultivasinya.


" Pendekar suci tingkat tiga? wah..! ini sangat luar biasa " gumamnya senang, menyadari terobosan yang telah dicapainya.


La Barani kembali bersemedi, untuk memperkuat pondasinya. kemudian menyerap energi alam yang melimpah, melalui pemahaman dari kitab Pammasena dewata bagian ke tiga yaitu alam semesta.


La Barani merasa aneh dengan dantiannya, semua energi tenaga dalamnya terserap habis masuk kedalam Mustika inti baja. Dia belum menyadari bahwa tenaga dalamnya, telah berubah menjadi qi.


Dengan penasaran, ia memeriksa kedalam kitab seribu satu pengetahuan yang telah tertanam di pikirannya. Setelah dia mendapatkan jawaban, diapun tertawa dengan senangnya.


" Tiga puluh lingkaran qi ! berarti sebanding dengan tiga puluh ribu lingkaran tenaga dalam, sekarang aku sudah bisa melayang atau terbang " batinya senang.


" Tidak kusangka, pencapaianku selama empat bulan setinggi ini " gumamnya takjub, seperti tak percaya dengan kultivasinya saat ini.


####


Di tepi hutan jati wangi.


Pasukan besar aliansi kerajaan Tanah Loka, telah tiba di lokasi pasukan jendral Karibo.


Mangkendek raja Tanah Loka, memerintah kan prajuritnya unruk mengubur semua jasad prajurit, pimpinan jendral Karibo yang tewas. Seratus tenda mereka pun dibakar, lalu mereka melanjutkan perjalanan.


" Jendral Tahang..,! berapa jauh lagi kerajaan Bungaya dari tempat ini ?" tanya raja Mangkendek, kepada salah satu jendral nya.


" Sekitar tujuh puluh kilo meter lagi yang mulia, mungkin tiga hari lagi kita sudah tiba di perbatasan " jawab jendral Tahang.


" Kita harus secepatnya tiba dilokasi, agar kita bisa bertemu dengan satria Bungaya, aku jadi penasaran dengan sosok ini " kata raja Mangkendek.

__ADS_1


Dia sangat marah, sewaktu baru mengetahui kematian jendral Karibo. Walau bagaimanapun, jendral Karibo sangat berjasa dan selama ini mendampinginya di medan perang.


####


Di alam dimensi


La Barani kemudian mengeluarkan dua buah semangka dewa lalu makannya, kemudian langsung menyerap khasiatnya.


Setelah Satu jam dia menyerapnya. Terdengar lagi suara dentuman teredam dari dalam tubuh La Barani, kemudian dia pun menerobos kembali.


Tapi dentuman terdengar bukan hanya sekali. Tetapi sebanyak tiga kali, La Barani merasa sakit sekali seakan seluruh tubuhnya di tusuk2 jarum. Tapi kali ini, rasa sakit yang ia derita tidak seperti sewaktu baru menerobos tingkatan pendekar suci.


Akhirnya, La Barani telah berada di tingkat pendekar suci tingkat enam. Sebuah pencapaian yang fenomenal untuk seorang anak umur tujuh tahun.


La Barani kemudian melanjutkan kultivasinya, sambil membuka bagian ke empat kitab Pammasena dewata yaitu kebijaksanaan.


Di bulan ke lima La Barani berkultivasi, akhirnya dia mendapatkan pencerahan dari bab keempat kitab Pammasena dewata.


Di bab ini, banyak pencerahan La Barani dapatkan. Yaitu pendengaran yang tajam, serta penglihatan yang mampu melihat dalam jarak puluhan kilo meter.


Yang paling mengesankan, kemampuannya untuk membagi pikiran pada saat bertarung. Itu adalah modal yang penting untuk menguasai kitab Niat hati mengukir jiwa.


Kemudian La Barani mengeluarkan badik pembunuh naga, lalu memainkan jurus pedang terbang yang didapat dari pencerahan kitab seribu satu pengetahuan.


Dengan konsentrasi penuh, dia memainkan badik pembunuh naga yang awalnya sepanjang dua jengkal. Dengan Niat senjata dia menambah panjangnya menjadi satu meter. kemudian badik pembunuh naga membelah diri menjadi tujuh.


Ke istimewaan badik pembunuh naga adalah bisa mengkloning dirinya sesuai kemauan pemiliknya, tanpa menggunakan tenaga dalam atau qi. Tapi dengan syarat si pemilik harus menguasai kitab jurus Niat hati mengukir jiwa bagian pertama yaitu Niat senjata.


Setelah puas memainkan jurus pedang terbangnya. La Barani mengeluarkan pedang jendral Karibo yang tersimpan di gelang penyimpanannya. Lalu memainkan nya bersamaan dengan jurus pedang terbangnya.


Setelah mendapat pencerahan, La Barani telah menguasai bab ke empat dari kitab Pammasena dewata yaitu kebijaksanaan.


Konsentrasi puncak membagi pikiran dalam pertarungan telah dikuasai, bahkan dia sudah menguasai bab ke tiga dari kitab Niat hati mengukir jiwa yang selama ini belum sempurna dia kuasai.

__ADS_1


######


__ADS_2