
" Dimana aku ?" La Barani terkejut ketika tiba2 berada diruangan yang gelap.
" Kenapa aku bisa ada Disini ? padahal tadi aku lagi bermain petak umpet " batinnya.
La Barani mulai gelisah, ingin menangis dan menjerit. Tapi tiba2 ada suara yg menyapanya.
" Selamat datang di Istanaku tuan muda ! " kata mahluk yang muncul didepannya.
" si... siapa....kamu,? kenapa aku berada ditempat ini ?! tanya La Barani terkejut.
Mahluk berupa Roh manusia transparan, yang ada dihadapnya tersenyum, sambil menjentikkan jarinya.
Seketika ruangan tersebut menjadi terang, tampak ruangan yang begitu luas terbentang di hadapannya.
Roh tersebut, langsung membungkuk penuh hormat kepada La Barani.
" Hormatku kepada Tuan Muda La Barani Kawaru, Perkenalkan namaku adalah Kuti " kata roh itu memperkenalkan diri.
" Aku utusan dari Moyang tuan muda. Tuan La Pajung Karama."
" Tugasku untuk melatih tuan muda, agar memjadi kuat hingga mampu melindungi dunia ini dari kehancuran " kata roh Kuti menjelaskan.
" Moyang ? Kawaru ? aku tak mengerti maksudmu tuan roh !" kata La Barani.
" Moyangku dari ibu, raja kerajaan Bungaya. sedang pihak ayahku dari kerajaan Talabangi, maaf !tuan roh mungkin kamu salah orang " kata La Barani.
" Tuan muda sebenarnya keturunan Klan Kawaru, dari puncak gunung Bamba puang."
" La Kawaru, salah satu dari ke tujuh anak Tuanku La Pajung Karama, dengan istrinya we cudai yang bertahta di alam dewa " kata roh Kuti menjelaskan tentang buyut La Barani.
" Alam Dewa? tempat apa itu? tunggu dulu, kamu bilang akan melatihku, bagaimana caranya tuan ?" tanya La Barani.
" Dunia kita terbagi tiga alam yaitu alam bawah, alam tengah tempat kita saat ini, dan alam dewa. Yang mengatur kehidupan kita semua " jelas Kuti.
" Aku diutus untuk melatih tuan muda, agar menjadi kuat " kata Kuti
" Baiklah ! kalau begitu tuan roh, tapi jangan panggil aku tuan muda. Panggil saja La Barani, karena kamu akan melatihku, sebaiknya aku memanggilmu guru " pinta La Barani
Dia tidak suka dipanggil tuan muda, sebab dia merasa jemu dengan adab2 kerajaan. Yang terlalu kaku menerapkan simbol monarkinya.
__ADS_1
" Terimalah sembah sujud muridmu ini guru.....!!! " katanya bersujud di hadapan Kuti.
" Apa yg kamu lakukan ? itu tak pantas !!!" seru Kuti, berusaha menahan tindakan Labarani.
" Murid tak akan berdiri. Bila guru tidak menerima hormatku, aku tak mau dilatih oleh guru " Kata La Barani memaksa.
" Aiish... ckckc...! kamu keras kepala anak muda."
" Baik...,! kalau kamu memaksa. Guru menerima hormat mu murid ku...! " kata Kuti tidak berdaya dengan keteguhan hati La Barani.
" Tapi..., aku harus berapa lama di sini ? Bagaimana dengan orang tuaku ? nanti mereka mencariku guru !" kata La Barani cemas akan kedua orang tuanya.
" Hahaha.....!!! itu perkara mudah murid ku, waktu di dalam dimensi ini, berbeda dengan di dunia luar. Satu bulan di sini, sama dengan satu hari di dunia mu " jelas sang guru.
" Kok... bisa seperti itu guru ! " kata Labarani heran.
" Bisa saja murid ku...! kamu juga nanti bisa, setelah mempelajari ilmu khusus untuk ruang dan waktu " jawab gurunya.
" Baiklah...,! sebaik nya kamu mulai berlatih, setelah dua minggu kamu boleh keluar, berarti kamu baru setengah hari meninggalkan dunia mu muridku "
" Tapi terlebih dahulu, ada yg guru mau buat " kata Kuti sambil menjentikkan jarinya beberapa kali. Maka terbentuk sebuah lapangan yg luas, seluas lapangan sepak bola. Tampak pula rumah sederhana disudutnya. Didepan rumah ada bale2 dibawah pohon mahoni yang rindang.
" Nanti suatu saat, kamu juga bisa melakukan nya. Yang penting kamu semangat belajarnya " kata Kuti kepada murid nya.
" Mari kita ke bawah pohon itu, disana guru akan menjelaskan, metode pelantihan yang akan kamu jalani " ajak Kuti kepada muridnya.
Mereka pun segera Kesana. Disana, La Barani melihat ada semacam tas ransel, lalu dia bertanya dengan penasaran.
" Apa ini guru ? kok mirip tas punggung? " tanya nya dengan rasa ingin tahu.
"Tas ini berisi beban dua puluh lima kilo, kamu harus memakai tas tersebut, sambil berlari mengelilingi lapangan sebanyak dua puluh lima kali " kata Kuti.
Kuti menjelaskan, metode latihan pertama mereka adalah penempaan fisik. Agar fisik luar memiliki ketahanan yg kuat.
Tanpa pondasi yg kuat, seorang pendekar akan mudah lelah. Apalagi bila tenaga dalamnya sudah mulai menipis, akibat penggunaan jurus energi yang besar.
" setiap dua minggu, kamu tambah lagi beban di tas mu, dan porsi lari mu juga harus ditambah " kata Kuti kepada muridnya.
" Apa kamu sanggup murid ku ? " tanya Kuti kepada La Barani.
__ADS_1
" Aku akan berusaha mengikuti semua arahan dari guru " jawab La Barani tegas.
####
Tak terasa, telah seminggu La Barani berada di alam dimensi buatan Kuti, dia dengan tekun menjalankan latihan nya.
Latihan awal nya berat bagi La Barani, tapi setelah ber jalan tiga hari dia sudah tdk merasa lelah sedikitpun.
" Bakat bawaan memang luar biasa, tuan muda ini memang berbakat, memang benar2 pilihan dewata " gumam Kuti dalam hati.
Dia memang sudah diberitahu, oleh Junjungan nya tentang kelebihan dari tubuh La Barani.
Tubuh La Barani, kalau sudah sampai pada penempaan puncak, akan mustahil bisa dilukai oleh senjata. Bahkan senjata dewa sekali pun takkan mampu melukai nya.
Informasi itu diterimanya dari tuannya La Pajung Karama, tuannya juga menjelaskan tentang jenis tulang La Barani saat ini tingkatan tulang emas.
" Guru....bagaimana latihanku, apa perlu bebannya di tambah ? " tanya La Barani setelah menyelesaikan putaran terakhirnya.
" Cukup untuk hari ini, Kamu harus kembali dulu keduniamu, supaya kedua orang tuamu tdk cemas."
" Baik guru....! kapan aku berlatih lagi guru " tanya La Barani begitu semangat, karena selama ini dia memang ingin belajar ilmu bela diri.
La Barani memang sangat tertarik dengan bela diri, tapi ayahnya raja Petta Sompe, belum mengizinkannya. La Barani boleh berguru, bila umurnya sudah mencapai tujuh tahun. Seperti kakaknya, La galigo saat ini telah berguru, kepada salah satu pendekar Istana, yang berilmu tinggi bernama Datuk Basalama.
" Setiap hari kamu akan berlatih, di bawah bimbinganku " kata guru Kuti menjelaskan.
" Karena perbedaan waktu disini dengan duniamu, sebaiknya kamu kesini pada waktu tengah malam. Berlatih sampai menjelang pagi, berarti kamu disini selama dua minggu, sedang didunia mu cuman semalam saja " jelas kuti.
" Sebaiknya sekarang, kamu pulang dulu biar orang2 tidak bingung mencari mu " kata Kuti.
" Dan ingat ! untuk saat ini, kamu rahasiakan dulu pelatihanmu.
" Baik guru."
" Sebentar malam, aku akan kemari lagi berlatih " kata La Barani.
Dia begitu senang, sebab cita citanya untuk menjadi pendekar, akan segera terwujud.
######
__ADS_1