Kusut

Kusut
20


__ADS_3

Ken mengajak Alsa pergi ke taman kota, tak henti-hentinya gadis itu mengulas senyum kala melihat anak kecil tengah berlarian bercengkrama dengan orang tua mereka.


Brukk


"Ahh." Alsa memekik kaget ketika seseorang menabraknya dengan keras, bahkan gadis itu sempat oleng hingga harus ditangkap oleh Ken.


"Gak punya mata ya, lo?!" tanya Ken membentak, bahkan Alsa yang mendengarnya langsung terlonjak kaget.


Ken mencengkram kerah baju orang yang berusia di atas mereka.


"Cewek lo yang jalan gak lihat-lihat!" bentak orang tersebut tak mau kalah.


"Udah jelas-jelas elo yang salah, masih mau ngelak? Huh!!" bentak Ken tak kalah emosi, ia bahkan sudah bersiap ingin memukul wajah pria itu kalau saja tak dihentikan Alsa.


"Kak, udah. Malu dilihatin banyak orang, lagian aku gak papa kok," ucap Alsa panik, pasalnya sekarang mereka sudah menjadi bahan tontonan gratis.


"Tapi, Ca-"


"Udah, Kak," potong Alsa kemudian menarik paksa Ken yang masih diselimuti amarah.


***


Ken dan Alsa duduk di sebuah bangku panjang bercat putih yang ada di depan sebuah mini market.


Alsa sibuk mengelap bajunya yang tertumpah minuman soda pria tadi, Alsa berdecak pelan mendapati noda tersebut tak dapat ia hilangkan.


"Kita beli baju baru aja, ya?" ajak Ken yang merasa kasihan melihat Alsa terus berusaha mengelap bajunya.


"Gak usah, Kak. Kita pulang aja deh, lagian udah sore. Nanti Mama nyariin aku,"tolak Alsa lembut, beberapa kali chat dari Gerry sudah ia abaikan karena Ken pasti akan mengamuk, jika tahu Alsa membalas pesan dari Gerry


"Tante atau Bang Gerry yang cariin kamu,Ca?" tanya Ken dengan nada tak suka. Beberapa hari yang lalu, Ken mengajak Alsa tinggal berdua di apartemen Ken, namun ditolak oleh Gerry.

__ADS_1


Ken yang kesal hampir saja memukul Gerry, namun ditahan oleh tantenya. Sejak saat itu, Ken tak mau lagi datang ke rumah Gerry.


"Kak, Mama selalu khawatir kalau aku pulang kemalaman. Kasihan kan, Mama gak pernah bisa tidur sebelum aku pulang," terang Alsa pada Ken yang hanya dijawab dengusan tak suka dari lelaki itu.


"Kita pulang yuk, Kak,"ajak Alsa pelan, digandengnya tangan Ken dan mengajaknya ke parkiran mobil.


***


Mobil Ken melaju dengan kecepatan sedang, namun anehnya lelaki itu bukan menuju rumah Gerry. Melainkan ke suatu tempat yang sangat sepi, karena hanya dikelilingi pepohonan kanan dan kiri jalan.


Awalnya Alsa kira mereka akan memotong jalan, namun saat dirasa tak juga menemukan pemukiman ketakutan mulai menghinggapi Alsa.


"K-Kak, kita mau ke mana?" tanya Alsa takut, ia berharap semoga lelaki di sampingnya tak ada niatan jahat padanya.


Ckiiittt


Ken mengerem mendadak mobil tersebut, hingga Alsa nyaris terdorong ke depan jika saja tak ada sabuk pengaman.


"Ca, kamu mau kan, jadi pacar aku?" Alsa dibuat terbelalak mendengar penuturan Ken, ia hanya bisa menatap Ken, bingung.


"Aku mohon, Ca. Terima aku, ya? Aku janji gak akan nyakitin kamu," ucap Ken menuntut, Alsa semakin takut pada Ken yang semakin memajukan tubuhnya pada Alsa.


"Maaf, Kak. Aku gak bisa," tolak Alsa pelan, kemudian Ken yang kesal dengan penolakan Alsa. Langsung mencengkram kedua bahu gadis itu kuat.


"Kenapa, Ca? Kamu cinta sama aku, kan? Aku gak mau tau, Ca. Kamu harus jadi pacar aku, karena aku cinta sama kamu," racau Ken yang semakin membuat Alsa panik.


Bahkan kini Alsa sudah menangis karena ketakutan semakin menjalar hingga membuat tubuhnya gemetar. Sungguh baru kali ini Alsa menangis di hadapan orang lain selain Davin.


Alsa membulatkan matanya tak percaya ketika Ken menciumnya secara paksa, gadis itu panik hingga mendorong bahkan memukul dada Ken agar lelaki itu menghentikan aksi gilanya.


Air mata Alsa terus mengucur deras kala Ken semakin berani menyentuhnya.

__ADS_1


"Jangan ... Kak," teriak Alsa histeris, kemudian ia menggigit tangan Ken kuat saat lelaki itu membungkam mulutnya agar tak berteriak.


Ken yang kesakitan karena gigitan Alsa lengah. Gadis tersebut lari meninggalkan mobil Ken, ia lari tak tentu arah.


Terus berteriak meminta tolong, ia menangis dan berdoa pada Tuhan agar dilindungi dari Ken.


Ia merasa bahwa Ken memang memiliki sifat yang tidak normal. Dan alsa merutuki kebodohannya yang tak menyadari hal itu sejak awal.


Dan sekarang lelaki itu memburunya, bagaikan seekor serigala yang memburu seekor kelinci lemah.


***


"Alsa!!" Davin berteriak hingga membangunkan Grace yang tengah tidur di sampingnya.


"Bang?" panggil Grace panik, kemudian ia memberikan Davin segelas air putih. Dan lelaki itu menenggak setengahnya.


"Alsa, gue harus cari dia. Dia dalam bahaya, Grace!" ucap Davin setengah berteriak, Grace yang melihat itu langsung memeluk dan menenangkan Davin.


"Tenang dulu, Bang. Itu cuma mimpi, gak akan terjadi apa-apa sama Alsa. Besok aku sama Gerry akan cari dia, ok? Sekarang Abang istirahat dulu, tunggu sembuh dulu," ucap Grace pelan, kemudian ia melepaskan pelukannya.


"Tapi Als-"


"Besok subuh aku cari. Abang tenang aja, ya?!"


Kemudian Davin kembali tenang dan melanjutkan tidurnya.


Sejujurnya perasaan Grace juga tak enak, ia terus kepikiran Alsa. Namun sekarang ia tak bisa berbuat apa-apa, gadis itu tak tahu ke mana Alsa pergi. Dan lagi Davin membutuhkan perawatan.


Tak mau semakin pusing, akhirnya ia kembali tidur setelah berdoa untuk keselamatan Alsa.


_______Tbc.

__ADS_1


__ADS_2