Kusut

Kusut
23


__ADS_3

Grace mengingat kejadian beberapa tahun lalu, mungkin sekitar 4 tahun yang lalu.


Saat itu ada seorang pasien yang masih duduk di bangku SMP. Seorang bocah lelaki yang mencoba bunuh diri, diduga ia mengalami depresi akibat perceraian kedua orang tuanya.


Untunglah nyawa anak lelaki itu masih bisa diselamatkan, namun ketika ia sadar dirinya terus saja mengamuk bahkan sangat sulit di tenangkan.


Beberapa kali ia berusaha menyakiti tim medis yang mencoba menenangkan si bocah lelaki tersebut. Akhirnya ia berhasil di suntikkan obat penenang dan anak itu tertidur pulas.


Grace ingat pasien saat itu tak lain adalah Ken, sepupu Gerry, yang juga lelaki yang menjemput Alsa sepulang jalan-jalan dengannya.


Karena saat kejadian bunuh diri 4 tahun lalu itulah dirinya bertemu dengan Gerry, dan menjalin hubungan hingga sekarang.


***


Grace dengan cepat menghubungi Davin, lelaki itu terkejut dan buru-buru menyusul Grace di cafe Gerry.


Malamnya Davin sudah sampai di tempat tujuan, ia melihat Grace tengah berbincang dengan kekasihnya.


"Gimana?" tanya Davin buru-buru hampir tak memberi waktu untuknya bernapas.

__ADS_1


"Napas dulu, Bang," ucap Grace kemudian menyodorkan segelas jus jeruk yang ditolak Davin.


"Gue minta maaf, Vin. Seharunya gue kasih tau lo sejak lama,seandainya aja gue tau kalau Caca itu, Alsa. Adek lo." Gerry menunduk menyesal, ia merasa tak enak denga kakak dari pacarnya itu.


"Gak papa, namanya juga gak tau. Sekarang kita harus cari Alsa, gue takut terjadi sesuatu yang buruk ke dia," ucap Davin yang dibalas anggukan kedua orang di depan nya itu.


***


Satu bulan sudah Alsa dikurung Ken di sebuah rumah yang ia tak tahu di daerah mana, dua hari setelah mereka menginap di apartemen Ken, lelaki itu memindahkannya di sebuah rumah yang letaknya di pinggiran hutan pinus.


Rumah minimalis bergaya eropa, sangat nyaman dan indah. Namun, hal itu tak di rasakan Alsa sama sekali.


Ia menatap keluar jendela kaca kamarnya, menyibak gorden putih transparan. Dirinya melihat hamparan danau yang luas berada di belakang rumah itu. Ia menyentuh teralis besi jendela kamarnya yang sengaja dipasang oleh Ken. Karena seminggu yang lalu, ia sengaja melompat dari lantai dua untuk melarikan diri.


Ia bingung harus meminta bantuan pada siapa, ponsel satu-satunya yang ia punya disita oleh Ken. Alsa hanya bisa menangis meratapi nasib buruknya.


Ia sungguh menyesal dulu pernah mencintai Ken.


***

__ADS_1


Ken memasuki kamar Alsa, ia datang membawa makanan di nampan juga segelas jus buah.


"Sayang," panggil Ken lembut. Alsa menoleh, kemudian mengalihkan pandangannya dari Ken.


"Makan dulu, yuk! Aku tadi udah bikinin kamu masakan yang enak banget." Ken memeluk Alsa dari belakang setelah menaruh makanan itu di nakas.


Alsa hanya diam tak bergerak sedikitpun, ia membiarkan Ken mengecup lehernya. Sebetulnya ia merasa risih bahkan kesal dengan sikap kurang ajar lelaki itu, namun ia tak bisa melakukan apa pun.


Kekuatan Ken jauh lebih besar dari dirinya, jika ia berani melawan bukan tak mungkin pria itu akan menyakitinya.


'Kalau aku nggak bisa miliki kamu, maka gak ada yang boleh miliki kamu, Sayang. Aku mencintaimu, tapi bukan berarti aku tak bisa menghabisi dirimu. Jika kamu melawan dan mencoba kabur dariku, maka saat itu juga aku akan menghabisimu. Menurutlah padaku, karena hanya itu pilihanmu.'


Alsa memejamkan matanya, suara mengerikan Ken tempo hari masih terngiang di telinganya.


Karena tak ada pilihan untuk kabur atau melawan, maka ia putuskan untuk bertahan. Bertahan agar tetap hidup dan kembali bertemu Davin.


Ia percaya Tuhan tak pernah tidur,  dan pasti Tuhan akan menolongnya dari jerat mematikan Kenzo.


Ia pun makan di pangkuan Kenzo, lelaki itu dengan telaten dan penuh kesabaran menyuapi Alsa. Selesai makan, Ken mengajak Alsa untuk tidur siang. Lelaki itu terus memeluk Alsa dari belakang sesekali mengecup pipi gadis tersebut. Sedangkan yang diperlakukan demikian hanya diam sembari terus meneteskan air mata tanpa isakan.

__ADS_1


Dalam hati ia terus memanggil nama Davin. Ia ingin kembali ke pelukan Kakaknya, ia ingin menangis dan berlidung di balik punggung Davin seperti dulu.


____________Tbc.


__ADS_2