
hari ini kami sudah berada di pesantren karena nanti malam akan diadakan tasyakuran untuk pernikahan kami. saat ini aku sedang berada di kamar bersama dengan suami.
"mas berangkat ke yamannya hari apa?" tanyaku sambil duduk disampingnya
"3 hari lagi habis nganterin kamu ke tempat pkl, kenapa?" tanyanya
"ngak apa-apa, boleh ngak kalau...."
tok tok tok..... terdengar ketokan di pintu kamar. suami langsung berdiri dan membuka
"ky kamu disuruh abah buat ngimamin di pondok barat soalnya abah lagi di pondok putra sama ummi"
"iya neng. sampe isya?" dan dia hanya mengangguk
"ya udah ya neng tinggal dulu. neng juga mau ke pondok putra. kalian ke sananya nanti habis isya. oh iya fi, nanti kasih tau ke pengurus timur ya kalau di imamin sendiri"
"iya neng"
"oh iya disini ngak ada orang tinggal kalian berdua jadi selamat membuat temennya mika ya" ucapnya sambil berlalu.
"gimana mau buat orang masih halangan" lirihnya yang bisa ku dengar
"maaf ya mas" ucapku tiba-tiba
"mas cuma bercanda koq, nanti mas minta hak mas pas kamu selesai pkl, ngak lucu kan kalau pas pkl kamu hamil" ucapnya sambil mengusap kepalaku.
__ADS_1
"mas ih..." ucapku sambil memanyunkan bibir ku
"Kalau manyun nanti mas cium loh"
"mas, udah sana siap-siap bentar lagi adzan, mandi biar seger" ucapku sambil berjalan menuju lemari untuk menyiapkan pakaian yang akan dia gunakan untuk sholat. dia pun langsung menuju ke kamar mandi. tidak lama dia keluar dan langsung memakai baju yang sudah aku siapkan.
"mas kamu aja ya yang ngasih tau ke pondok timur, aku sungkan yang mau keluar dari sini" ucapku sambil menaruh handuk di tempatnya
"ngapain sungkan kan emang kamu istriku sekarang, jadi harus terbiasa keluar masuk ke rumah ini, udah adzan, mending ke pondok timur sekarang biar nanti mereka ngak nunggu"
"ya udah..." ucapku sambil berjalan keluar dari kamar.
sebenarnya kau gugup. ini pertama kalinya aku menampakkan diri sebagai istri dari putra kyai dan keluar dari ndalem kyai. ketika aku membuka pintu untungnya suasana pesantren tidak terlalu ramai karena sudah adzan otomatis banyak yang sedang mengambil wudhu. aku langsung menuju ke kantor pengurus.
"fi, koq kamu disini ngak pkl?" panggil seseorang tiba-tiba
"mbak ziya" lirihku lalu menghampirinya. dia adalah kakak kelas ku. lebih tepatnya pengurus kamar ku. dan kami memang lumayan dekat.
"koq disini bukannya lagi pkl ya sekarang?" tanyanya bingung
"mbak sholat?" tanya ku ragu. dia menggelengkan kepala
"ke atas sebentar yuk, habis sholat aku harus balik ke ndalem" ajakku sambil mengajak mbak ziya ke lantai atas. sesampai di sana, aku dan dia duduk.
"mbak tau gus zaky kan?" tanyaku dia hanya mengangguk
__ADS_1
"aku udah nikah sama gus zaky"
"apa?" ucapnya kaget sehingga membuat orang yang lewat melihat le arah kami heran
"mbak jangan teriak-teriak gitu"
"iya iya maaf, koq bisa?"
"mbak tau ngak kalau aku anak seorang kyai?" tanyaku dia menggeleng
"maaf ya mbak aku ngak pernah bilang, sebenarnya ayah ku itu temenan sama kyai dan kami dijodohin. emang mbak ngak denger kalau gus zaky nikah?"
"denger sih tapi ngak ada yang tau nikahnya sama siapa kan nikahnya bukan disini. tapi pas denger gus zaky nikah, semua pada patah hati, secara gus zaky ngak pernah pulang sekalinya pulang langsung nikah. kamu tau kan gus zaky fansnya banyak"
"ga udah mbak aku balik dulu, takut di cariin soalnya di ndalem ngak ada orang. gus zaky juga mau ngimamin di pondok barat"
"ya udah ngak apa-apa, masih balik pkl?"
"lusa aku balik mbak. Soalnya gus zaky juga mau balik ke yaman. aku duluan ya mbak" ucapku sambil berdiri. dia pun mengangguk. aku langsung turun ke lantai bawah dan ternyata di musholla sudah banyak santri. aku langsung menuju ke pintu ndalem dan masuk.
......
maaf ya kakak..... jadi jarang upload nih soalnya lagi sibuk di dunia nyata.
jangan lupa vote ya....
__ADS_1