kutemukan cintaku di pesantren

kutemukan cintaku di pesantren
episode 25


__ADS_3

tanpa terasa pernikahan kami sudah memasuki bulan ke 5. hari-hari kami terasa begitu indah. mas zaky semakin romantis setiap harinya. setiap hari libur kami sering menghabiskan waktu berdua. kadang juga aku ikut mengunjungi beberapa restoran miliknya di sini atau pun diluar kota.


"sayang kok mas ngerasa perut kamu agak besar ya" ucapnya sambil mengelus perutku. kami sedang bermalas-malasan di kamar menunggu adzan dhuhur. ya sejak menikah mas zaky sangat suka mengelus perutku apalagi setelah kami melakukan hubungan suami istri karena dia berharap ada yang tumbuh disana.


"gimana ngak besar kan ngak ngapa-ngapain. dan akhir-akhir ini porsi makan juga bertambah. mas ngak suka ya kalau fisya gendutan?" tanyaku sambil menggenggam tangannya


"bukan begitu. mas malah suka kalau kamu gendut itu tandanya kamu bahagia sama mas"


"mas jadi yang mau ke yaman?" tanya ku sambil memindahkan kepalaku ke dadanya


"belum tau. selama keadaan restoran disana aman-aman aja kayaknya mas ngak perlu kesana. lagian yang megang disana orangnya bagus banget cara bisnisnya. bismillah aja rejeki kita lancar" ucapnya sambil mengelus rambutku.


"sayang mas pengen makan capcai buatan kamu"


"mas laper?" dia mengangguk


"ya udah ayo ke dapur temenin ya".


kami pun menuju ke dapur untuk memasak. mas zaky menunggu di meja makan sedangkan aku memasak. Setelah masakan selesai kami makan bersama.


"assalamualaikum" sapa seseorang


"waalaikumsalam, ummi" sapa ku langsung menghampiri ummi dan mencium tangannya.


"makan sendiri aja kamu ky" ucap ummi sambil duduk di kursi makan.


"ummi mau makan?" tanyaku


"iya deh kayaknya enak"


"sebentar ummi". aku langsung mengambilkan ummi piring dan makan bersama.

__ADS_1


"enak banget ini. nanti ummi mau bawain buat abah ya makanannya"


"iya ummi"


"nak kamu sekarang lebih berisi ya itu pipi kamu tambah gembul. udah ada tanda-tanda belum?"


"belum ummi"


"ya udah nikmati dulu pacaran halalnya. tapi coba kamu periksa nak siapa tau udah ada cucu ummi diperut kamu"


"fisya takut ummi"


"jangan takut kan coba tes aja. nanti kamu beli alat buat tes kehamilan di apotik ky. siapa tau beneran hamil"


"Iya ummi"


setelah makan bersama, ummi kembali ke ndalem sedangkan aku dan suami langsung ke kamar untuk melaksanakan sholat dzuhur berjamaah. setelah sholat, aku berdiri di depan cermin sambil melihat perutku.


"kenapa sayang?" tanyanya sambil memeluk ku dari belakang. dia menaruh kepalanya di bahu ku.


"iya juga ya perut ku agak buncit sekarang dan keliatan gendut banget"


"gimana kalau langsung ke dokter aja periksanya. biar lebih jelas"


"tapi aku takut kecewa mas sama hasilnya"


"kalau belum ada ya kita lebih sering lagi usahanya. yuk berangkat mumpung masih siang"


kami langsung bersiap-siap dan berangkat ke rumah sakit. tidak menunggu lama, kami pun masuk ke ruangan dokter.


"ada yang bisa saya bantu pak bu?" tanya dokter

__ADS_1


"ini mau periksa dok"


"mari bu berbaring dulu" aku pun mengikuti dokter dan berbaring di ranjang sedangkan mas zaky setia disamping ku sambil menggenggam tanganku.


"janinnya sehat"


"bayi?" tanya ku dan mas zaky kompak


"iya janin ibu sehat"


"beneran istri saya hamil dok?"


"loh bapak belum tau ini sudah 3 bulan lebih"


"belum tau dokter makanya kami periksa"


"saya jelasin ya. janin ibu sehat denyut jantungnya bagus. ini sudah 13 minggu pak bu" kata dokter sambil menjelaskan yang ada di komputer.


air mata ku tidak berhenti dari tadi. tidak ada kata yang keluar dari mulut ku. hanya ada kata syukur yang terucap dari bibir ku. genggaman tangan mas zaky tidak pernah lepas dari tangan ku. setelah dokter menjelaskan tentang kehamilan, kami pun pulang kerumah. sesampainya dirumah, kami langsung menuju ke kamar.


"makasih ya" ucapnya sambil merangkul pundakku dan mengelus perut ku


"fisya juga ngak nyangka mas kalau dia sudah ada disini" ucap ku juga ikut mengelus perut


"sayangnya abi, jangan nakal ya di perut ummah. sehat-sehat ya nak"


"fisya telpon ummah dulu ya mas"


"oh iya ummah pasti seneng banget. mas juga nanti mau ngasih tau ummi. nanti habis isya ke ndalemnya ummi ya" aku mengangguk


"assalamualaikum ummah"

__ADS_1


__ADS_2