
"gimana jauh ngak kesini?" tanyanya sambil merangkul ku menuju ke tempat
"lumayan tapi kalau kata ammah ngak jauh kalau dari rumah"
"ada keluhan ngak?" tanyanya sambil mengelus perutku
"anaknya baik pengertian sama ummah abinya"
"alhamdulillah kalau gitu. habis ini kita periksa ya kan kemaren lama di pesawat"
"iya abi"
kami pun makan bersama sambil sesekali bercerita. setelah selesai makan siang, ammah dan ammi pamit pulang. setelah mengantar sampai ke mobil, aku dan mas zaky langsung menuju ke ruangannya karena masih ada beberapa pekerjaan yang harus dia selesaikan.
"mau ngak kalau tinggal disini lama?" tanyanya ketika kami duduk di sofa
"ada apa?"
"ngak ada apa-apa cuma nanya aja"
"fisya kemana aja akan ikut mas, tapi gimana sama pesantren mas punya tanggung jawab besar disana. ummi sama abah masih ngizinin mas jauh lagi?"
"ngak juga. malah pas kesini aja ummi berat banget soalnya kamu lagi hamil. apalagi pas ada anak tambah berat ummi"
__ADS_1
"mas bicarakan dulu sama abah dan ummi gimana enaknya. fisya akan ikut kemana pun mas pergi"
"ngak koq sayang, kita disini sampek kamu lahiran aja. ngak mungkin kalau kita pulang pas kamu menjelang lahiran. gimana nanti kalau kamu lahiran di pesawat?"
kami berbincang-bincang sambil mas zaky mengerjakan pekerjaannya. setelah semua selesai, kami pulang dan langusng menuju ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan ku. sekalian juga untuk mencari dokter perempuan untuk kelahiran nanti. setelah melakukan pemeriksaan dan semua hasil sehat dan normal, kami pun pulang ke rumah.
....
beberapa bulan kemudian
malam hari saat akan tidur, entah mengapa perut ku terasa sakit. mas zaky yang sedang duduk bermain hp disamping ku langsung menoleh.
"kenapa sayang?" tanyanya
"perut fisya sakit mas"
"mas telpon ammah ya biar ammah kesini" katanya langsung menelpon ammah.
aku terus mengelus perut ku dan mencoba berkomunikasi dengan bayi ku. tidak lama ammah datang dan langsung menghampiri ku.
"gimana nak masih sakit?" tanya ammah sambil mengelus perut ku. aku hanya mengangguk
"dari kapan sakitnya?" tanya ummah sambil membantu ku untuk berbaring di kasur. ummah mengelus pinggang ku
__ADS_1
"dari siang mah, tapi ngak sesakit sekarang"
"ke rumah sakit ya nak kamu udah mau lahiran"
kami pun langsung berangkat ke rumah sakit. sesampainya disana, aku dan mas zaky langsung masuk ke ruang persalinan sementara ammah dan ammi menunggu diluar.
"mas telpon ummah" pinta ku. mas zaky langsung mengambil hpnya dan melakukan video call dengan ummah walau pun di indonesia sekarang sedang sangat malam. setelah beberapa deringan, terlihat lah wajah ummah di layar hp.
"fisya lagi dimana nak?" tanya ummah setelah mengucapkan salam
"ummah doain fisya ya" hanya itu yang bisa aku ucap kan sambil menahan rasa sakit
"pasti nak ayah sama ummah selalu mendoakan fisya. fisya yang kuat ya nak. telpon ummi nak minta doa sama ummi". aku hanya menganggukkan kepala.
tidak lama terlihat wajah ummi di layar.
"masya allah nak, sudah mau lahiran?" tanya ummi
"doain fisya ummi" ucapku pada ummi
"pasti nak. doa ummi sama abah selalu bersama kalian"
"mas perut fisya mas" panggilku pada mas zaky karena rasa sakit yang aku rasa lebih sakit
__ADS_1
"ummi ummah mohon doanya maaf telponnya zaky matikan" mas zaky langsung memanggil perawat.
"pembukaannya sudah lengkap"