
sesampai dirumah, ternyata semua orang sedang menunggu. alma yang sedang tertidur di gendongan ummah langsung dibawa masuk ke kamar.
"ayah kesini ngak bilang fisya dulu" kataku pada ayah ketika bersalaman.
"namanya juga kejutan nak. ayah emang udah ada rencana kesini, ummah ngajak kesini terus kangen katanya sama kamu. paginya ayah mau berangkat. eh ternyata cucu ayah udah ngak sabar keluar duluan. padahal ummah kamu katanya mau jalan-jalan dulu sebelum kamu lahiran"
"mungkin alma tau kalau eyangnya mau kesini jadi dia mau main"
"ya udah masuk dulu sana istirahat. ayah mah ngobrol lagi sama ammi kamu"
setelah berpamitan pada ayah dan ammi, aku masuk kedalam rumah. sedangkan mas zaky ikut bergabung dengan mereka. sudah ada box bayi di ruang tamu dan alma tidur di sana. aku dan mas zaky memang sengaja tidak membeli box bayi, karena kita disini hanya sebentar. hanya baju, kasur bayi kecil dan beberapa keperluan alma yang lain selama berada disini. tapi ternyata ammah sudah menyiapkan semua keperluan alma seperti stroler dan box bayi yang digunakan alma sekarang.
"makan dulu nak, ammah udah masak tadi" kata ammah menghampiri ku yang sedang duduk di ruang tamu.
"ammah yang menyiapkan ini semua?" tanya ku
"iya nak, hadiah buat cucu ammah"
"maaf ya ammah selama disini fisya banyak ngerepotin ammah sama ammi"
__ADS_1
"kamu anak ammah. ammah ngak pernah merasa direpotin sama kamu. alma cucu kesayangan jiddah"
"Makasih ammah sudah sayang sama kami" ucapku pada ammah dan ammah tersenyum
kami semua pun makan siang bersama.
malam sudah sangat larut, tapi alma belum juga tidur. dia sudah kenyang tapi sepertinya bayi ini mau mengajak begadang. mas zaky, ammi sama ayah masih berbincang-bincang diruang keluarga. rasanya ingin bergabung disana untuk mengusir rasa kantukku ini. aku pun keluar dari kamar sambil menggendong alma.
"belum tidur?" tanya suami. aku mengangguk
"sini almanya. kamu istirahat aja"
"iya ngak apa-apa sini. kamu istirahat aja dari tadi kamu belum istirahat. mungkin alma belum terbiasa di rumah. nanti kalau alma tidur mas bawa ke kamar" ucap mas zaky sambil mengambil alma dari gendongan ku.
aku kembali ke kamar dan merebahkan diri di kasur. entah berapa lama aku terlelap hingga seseorang membangunkan ku.
"sayang alma bangun, kasih ASI dulu biar tidur lagi" ucap mas zaky yang membangunkan ku.
"mas belum istirahat?" tanya ku ketika melihatnya duduk bersandar di kasur
__ADS_1
"udah tadi, tapi anaknya ngak mau ditaruh di kasur minta gendong terus"
"kenapa ngak bangunin fisya mas" ucap ku sambil menyusui alma.
"ngak apa-apa. anaknya tidur nyenyak tadi paling bangun karena laper dia"
"ya udah mas istirahat, alma juga udah tidur lagi" kata ku sambil menidurkan alma di tengah kami.
"makasih ya sudah mau hidup sama mas. Makasih karena kamu sudah mau menjadi ibu dari anak-anak mas diusia kamu yang sangat muda"
"bimbing fisya ya buat menjalani ini semua. dukungan mas dan keluarga sangat fisya perlukan"
"selalu sayang. ya udah istirahat nanti keburu alma bangun lagi"
"kapan kita pulang mas?" tanyaku
"nunggu alma selesai 40 hari ya. kasian kalau kelamaan di pesawat" aku mengangguk.
kami berbincang-bincang sebentar, dan kami pun terlelap.
__ADS_1