
"sya, mana almanya. ummah mau berangkat" panggil ummah di luar kamar
"iya ummah"
setelah menyiapkan semua keperluan alma, kami pun keluar dari kamar karena ummah dan yang lain sedang menunggu.
"koq lama, ngak tega lagi?" tanya ummah
"ini ummahnya alma"
"ya udah kita berangkat dulu. puas puasin dulu berdua, anaknya ummah bawa"
setelah semua berangkat, kini di rumah hanya tinggal fisya dan zaky yang sedang duduk di ruang keluarga. fisya menyandarkan kepalanya di dada suaminya.
"ke kamar aja yuk" ajak zaky. fisya hanya mendongakkan kepala menatap zaky.
"ke kamar, abah gerah mau buka baju"
mereka pun akhirnya ke kamar. zaky sengaja langsung mengunci pintu kamarnya dan menghampiri fisya yang sudah lebih dahulu bersandar di kasur. zaky langsung membawa fisya ke pelukannya.
"alma perginya cuma sebentar sayang. kan cuma jalan jalan sama eyangnya"
"fisya ngak pernah loh ninggalin alma sampek lama" ucap fisya sambil bersandar di dada bidang suaminya dan memainkan bulu di dada suaminya.
"kan kemaren pernah sayang, udah dong jangan gini terus, kemaren kan bisa ninggalin alma yang penting masih ada asi, kenapa sekarang mau berhenti Asinya malah kayak gini"
__ADS_1
"tiap hari anaknya nempel sama ummah bi"
"udah ya, mending sekarang bikin adek nya alma aja. mumpung rumah lagi sepi" ucapnya. tangan zaky sudah berkeliaran dimana mana mencari tempat favoritnya. dan terjadilah siang yang panjang bagi mereka yang sedang berpadu dalam mahligai cinta yang mereka rasakan.
malam hari, ummah dan yang lain baru datang setelah sholat isya'. fisya dan zaky yang sedang makan malam berdua langsung di hampiri putri kecil mereka.
"gimana jalan-jalannya?" tanya fisya sambil mendudukkan alma di pangkuannya
"mainan banyak mah"
"abi di beliin apa sama alma?" tanya zaky
"ndak ada"
"abi uang banyak"
"pinternya anak ummah" kata fisya sambil mencium pipi alma
"udah maem?" tanya fisya yang di angguki oleh alma
fisya dan zaky melanjutkan makan malam mereka berdua karena yang lain sudah makan di luar dan langsung ke kamar masing-masing untuk bersih-bersih.
jam sudah menunjukkan pukul 11 malam tapi alma belum juga tidur. dia masih mengajak abinya main dengan mainan yang baru dia beli. sedangkan zaky dari tadi sudah menahan ngantuk nya.
"sayang bobok yuk. peluk sama ummah" ajak fisya, tapi alma menggeleng.
__ADS_1
"abi tidur aja dulu biar alma sama fisya"
"ngak apa-apa ummah aja istirahat"
"alma mau mimik susu ngak, peluk ummah yuk" ajak fisya lagi. alma langsung menghampiri. rupanya bayi ini masih mencari sumber kehidupannya. tidak lama alma sudah terlelap di dalam pelukan ummahnya. zaky ikut berbaring di samping alma.
"kapan berhentinya kalau anaknya kayak gini terus"
"ngak apa lah mas, seharian kan dia ngak di peluk ummahnya. mumpung masih belum ada Adek nya kan bisa manja-manjaan sama abi ummahnya"
"dia udah dua setengah tahun sayang. sudah bukan waktunya asi lagi. belajar tega ya sama anak. beberapa hari aja biar bisa lepas asi tuntas"
"insya allah ya"
"sayang ayo lah"
"iya iya"
"ya udah istirahat, besok ikut mas ya ke restoran cabang yang disini sebentar"
"katanya besok mau pulang?"
"pulang sore aja, paginya mas mau ngecek restoran sebentar"
"iya deh terserah mas aja"
__ADS_1