
"cucu nenek dateng juga" kata ummah ketika kami datang. ummah langsung mengambil alma dari gendongan ku. setelah bersalaman kami pun masuk ke dalam rumah. ayah masih mengaji di musholla bersama para santri.
"fisya ke kamar sebentar ya mah, mau bersih-bersih sebentar"
"iya ngak apa-apa biar alma sama ummah disini. kalian istirahat aja di kamar. nanti kalau alma nangis ummah kasih ke kalian"
"ummah mau kemana?"
"ke pondok sebentar ada perlu sama ketua pondok"
"ya udah fisya ke kamar"
aku dan mas zaky pergi ke kamar. sementara ummah membawa alma entah kemana. setelah membersihkan badan, kami keluar dari kamar dan ternyata ayah sudah selesai mengaji dan sedang duduk santai di ruang keluarga. kami pun ikut bergabung dengan ayah.
pov zaky
malam harinya, di rumah sedang ada salah satu kyai temen ayah yang datang. aku sedang ikut berbincang dengan ayah. sedangkan istri sedang menyusui alma di ruang keluarga.
"boleh lah anak mu ini jadi mantu ku. aku ada anak perempuan dua yang belum menikah. nanti suruh saja anakmu melihat anak ku siapa tau ada yang cocok salah satunya"
"anak yang mana. anak ku sudah menikah semua"
"ini yang disamping mu. ini anak kamu yang terakhir kan. kan ada kemaren yang mondok di pesantren itu"
"maksudnya nafisya?" tanya ayah
"anak kamu perempuan?" abah mengangguk
__ADS_1
"terus yang ini siapa?" tanyanya
"ini anak mantu ku, suaminya nafisya. kebetulan lagi nginep disini. nafisya lagi nidurin anaknya di dalam"
"aku kira ini anakmu yang terakhir, makanya mau aku jodohkan dengan anak perempuan ku. siapa tau kita bisa besanan"
"alhamdulillah anak- anak ku sudah menikah semua. ini putranya kyai ahmad. gus di tempat nafisya menimba ilmu"
"o walah, kamu putranya kyai ahmad yang sekolah di yaman itu, sudah pulang ternyata". katanya. aku mengangguk. tiba-tiba hp ku berdering.
"abah mohon maaf zaky pamit kedalam dulu, alma rewel" pamit ku
"belum tidur?"
"belum abah"
setelah berpamitan dan mencium tangan, aku langsung meninggalkan ruang tamu. ternyata istri dan anakku tidak ada diruang keluarga, aku langsung menuju ke kamar.
"belum tidur?"
....
"belum tidur?" tanya mas zaky ketika masuk kamar
"belum, nunggu mas"
"sayang anak abi, bobok yuk nak di peluk sama abi" ucapnya sambil berbaring di samping alma. Dia menghadapkan alma ke arahnya. tidak lama berada di pelukan abinya, bayi kecil ini terlelap dengan sendirinya.
__ADS_1
"mau keluar ngak?" tanya mas zaky
"kemana anaknya lagi tidur"
"jalan-jalan aja sekitar pondok nyari jajanan. cctv nya dipasang dulu biar kalau anaknya bangun bisa langsung pulang"
"gimana rasanya mau di jodohin sama temen ayah?" tanya ku sambil mengambil cctv yang kami bawa di dalam tas.
"Jadi kamu denger yang dibicarakan tadi?" tanya mas zaky tiba-tiba memelukku dari belakang.
"jangan gini" ucap ku sambil berusaha melepaskan pelukan mas zaky. tapi dia malah semakin mempererat pelukannya
"Jadi kamu cemburu?" tanyanya sambil meletakkan dagunya di bahu ku
"menurut mas"
"sayang, namanya juga orang ngak tau, tapi udah dijelasin semua sama abah. lagian kamu ngak pernah pulang dari pesantren sampek orang aja ngak tau kalau anaknya abah ini sudah menikah dan punya anak" ucapnya
"meski pun ngak pernah mau bertemu dengan masyayih tetep aja di jodohkan sama gus. malah di suruh langsung nikah juga. malah sama gus pondok yang ngak pernah pulang. wajahnya aja fisya ngak tau yang mana"
"yang penting sekarang kita udah bersama. apalagi ada si kecil yang lucu itu. beruntung mas punya kamu sayang. kamu bisa mengerti mas. mau di ajak kemana pun mas pergi"
"fisya juga beruntung menjadi bisa menjadi istri mas. makasih sudah melengkapi hidup fisya"
"Masih mau pergi keluar?" tanya mas zaky. aku menggeleng.
"di rumah aja ya. fisya malem keluar rumah. ke rumah mas aja yuk" ajak ku. dan dia mengangguk. setelah memasang cctv di kamar, kami pun berangkat ke rumah mas yang tidak jauh dari rumah. hanya perlu berjalan kaki kesana.
__ADS_1