kutemukan cintaku di pesantren

kutemukan cintaku di pesantren
episode 37


__ADS_3

"pembukaannya sudah lengkap" ucap perawat.


dokter langsung melakukan tindakan. mas zaky dengan setia menemani ku. dia menggenggam tangan ku dengan erat dan mas zaky membacakan doa di telinga ku. beberapa kali dia memberi ku semangat dan aku hanya membalasnya dengan senyuman. tidak lama...


oweeekkk


terdengar tangisan bayi yang sangat keras. semua rasa sakit yang aku rasakan seketika hilang berganti dengan rasa bahagia. berkali-kali mas zaky mencium kening ku. kami sama-sama menangis ketika mendengar tangisannya.


"selamat ya bu bayinya perempuan, tidak kurang apa pun" ucap seorang perawat sambil meletakkan bayi mungil ini di diatas perut ku untuk melakukan IMD.


"Assalamualaikum nak, ini abi sama ummah sayang" ucap ku sambil mengelus punggungnya.


"assalamualaikum anak abi" ucapnya. setelah itu mas zaky mengalami anak kami.


....


setelah dilakukan tindakan sekitar 1 jam, aku dipindahkan ke ruang perawatan. dari tadi mas zaky selalu duduk di samping kami. bayi mungil ini sedang berada di box bayinya tidur. ammah dan ammi tidak mau jauh dari cucunya. dari tadi mereka selalu memperhatikan si kecil.


"sudah ada namanya nak?" tanya ammi

__ADS_1


"sudah mi" jawab mas zaky


"siapa?" tanya ammah


"syakila gazbiyya almahyra artinya anak cantik yang beruntung. Kalau panggilannya mau syakila apa alma sayang?"


"alma aja ya" mas zaky menganggukkan kepala


"alma cucu jiddah"


"maaf ammah bukan maksud fisya gimana, apa tidak sebaiknya ammah istirahat ini masih tengah malam"


"wah tanda-tanda ini ammi dicuekin lagi. dulu waktu ammah tau kalau zaky akan tinggal disini, ammah seneng banget. Kalau zaky berangkat sekolah ammah langsung masak makanan kesukaan zaky padahal pulangnya baru sore. apalagi sekarang ada cucu, ditinggal lah ammi nanti"


"pernah kan waktu zaky pulang telat lupa telpon, ammah sampek nangis nungguin zaky di depan rumah" kata mas zaky


"iihhh kalian berdua ini selalu saja begitu. untung sekarang ammah udah ada mantu sama cucu. jadi kalau kalian sibuk, ammah bisa seharian main sama cucu"


kami berbincang-bincang sambil bercerita tentang kehidupan mas zaky selama berada disini. sedikit info. ammah adalah saudara kandung dari abah. mereka sudah berpuluh-puluh tahun menikah tapi masih belum di percaya untuk memiliki anak. hingga suatu saat abah mengabarkan kalau mas zaky akan menimba ilmu disini. dan ammah langsung meminta mas zaky untuk tinggal bersamanya. kasih sayang ammah dan ammi bukan seperti kepada keponakan melainkan sudah dianggap seperti anak kandung sendiri. sejak SMA mas zaky sudah diajarkan untuk berbisnis oleh ammi bahkan ammi selalu mengajak mas zaky ke perusahaannya jika ada kesempatan. ammi sendiri termasuk salah satu pengusaha dibidang properti yang sukses di yaman. sedangkan mas zaky memilih bisnis dibidang kuliner

__ADS_1


pagi harinya, aku terbangun ketika merasakan ada yang mengelus pipiku. aku memang baru bisa tidur setelah subuh. sedangkan ammah dan ammi pamit pulang sebentar untuk berganti baju dan mengambil keperluan kami selama berada do rumah sakit.


"sayang, alma bangun merengek" kata mas zaky. aku langsung bangun dan duduk. mas zaky mengambil alma di box bayinya dan memberikan padaku. mas zaky langsung ke kamar mandi. setelah menyusu alma tidak mau tidur lagi.


"alma telpon jiddah ya". aku langsung mengambil hp dan menelpon ummi.


"assalamualaikum nak"


"waalaikumsalam jiddah" sapa ku sambil mengarahkan layar hp ke alma


"masya allah cucu jiddah" kata ummi dan aku melihat air mata mengalir di wajah ummi


"masya allah cucu jaddi" ucap abah tiba-tiba di belakang ummi


"Assalamualaikum jaddi" sapa ku.


"perempuan nak?" tanya abah. aku mengangguk dan tersenyum


"mi bah" sapa mas zaky

__ADS_1


"barakallah putrinya nak. kapan pulang?"


__ADS_2