kutemukan cintaku di pesantren

kutemukan cintaku di pesantren
episode 42


__ADS_3

selama di dalam pesawat, alma lumayan anteng. tapi alma tidak mau lepas dari menyusu. sudah 3 jam aku berada dalam posisi seperti ini.


"capek?" tanya mas zaky. aku hanya tersenyum


"coba lepas, biar mas yang gendong"


"kalau nangis?"


"coba dulu. kita masih 6 jam di pesawat" aku mencoba melepas alma.


"gendongannya mana?" tanyanya


"ini" aku memberikan gendongan alma padanya.


"sini anaknya"pinta mas zaky. alma sempat merengek. kemudian kembali terlelap di gendongan abinya.


"istirahat, nanti kalau alma minta asi mas bangunin"


"mas udah nelpon orang rumah buat jemput?"


"udah, tapi besok pagi jemput nya. malam ini kita nginep di hotel deket bandara dulu. kasihan kalau malem-malem jemput ke bandara" aku mengangguk


aku membenarkan posisi duduk ku. mencari posisi senyaman mungkin. badan capek tapi seperti mata enggan untuk memejam. aku bersandar di bahu mas zaky. dia tersenyum ke arahku dan mengelus wajah ku. bayi kecil itu anteng di pangkuan abinya.


"gimana kalau ada 2 bayi mas. 1 aja repot banget"

__ADS_1


"disyukuri aja. namanya juga bayi belum tau apa-apa bisanya cuma nangis. kita yang dewasa harus peka"


"yang pinter ya nak sampek rumah nanti. ummah sama abi akan memberikan yang terbaik buat kamu"


"istirahat sayang, nanti keburu alma bangun"


"mas?"


"iya mas juga mau istirahat"


aku terlelap di bahu suami. aku terbangun ketika merasa ada yang menyentuh wajahku.


"almanya bangun, mana pampersnya mau mas gantiin dulu"


"biar fisya aja"


"anak cantik ummah" bayi kecil itu menyunggingkan senyuman.


"anak ummah ketawa".


tanpa terasa, kami sudah sampai di bandara pukul 01.00 wib pagi. setelah mengambil koper, mas zaky langsung mencari hotel terdekat untuk kami menginap pagi ini. setelah check in, kami langsung kamar karna alma tertidur dari tadi.


setelah dzuhur, kami check out dari hotel dan langsung pulang ke pesantren. selama di perjalanan, alma tidak mau tidur. malah bercanda dengan abinya. sesampai di pesantren, mas zaky memberikan alma padaku karena dia mau menurunkan koper dari bagasi mobil. ketika aku akan masuk rumah, ummi baru keluar dari ndalem.


"ummi sehat?" tanya ku pada ummi ketika aku menyalami tangannya.

__ADS_1


"alhamdulillah sehat, koq tidur, jiddah belum gendong" kata ummi sambil mengelus kepala alma


"baru tidur pas mau nyampek mi. dari tadi bercanda sama abinya"


"ya udah masuk dulu, kasian anaknya tidur"


"fisya kedalam dulu ummi" pamit ku.


aku langsung masuk ke dalam rumah karena alma sedang tidur. setelah menidurkan alma di kamar, aku ke dapur untuk menyiapkan makanan dan minuman.


"sayang, ngak usah masak. ummi sudah masak banyak. nanti makan malam disana aja. di pondok nanti juga ada acara. mendingan istirahat temenin alma di kamar"


"fisya belum ketemu abah mas"


"abah lagi ada acara, ngak ada di ndalem"


"gimana kalau bongkar koper aja. dari pada fisya ngak ada kerjaan sama sekali"


"ya udah ngak apa-apa. dikamar aja ya" aku mengangguk. dan kami pun ke kamar untuk membuka koper yang kami bawa. sekalian menata baju-baju alma di lemari nya.


"mas udah telpon ammah?"


"sudah tadi. ini oleh-oleh buat hilya sekalian kamu kasih ke pondok. nanti langsung ke ndalem ummi, mas mau kesana sekalian bawa alma"


"almanya tidur, nanti aja lah"

__ADS_1


"tidur apanya, itu anaknya bangun"


"fisya nyusuin dulu ya bentar"


__ADS_2