kutemukan cintaku di pesantren

kutemukan cintaku di pesantren
episode 74


__ADS_3

"kenapa bisa begini ummah?" tanya fisya sambil duduk di samping ayahnya


"ayah jatuh di kamar mandi waktu mau sholat dzuhur. ummah lagi ke dapur sebentar ngambil minum buat ayah. pas ummah balik ayah udah ngak sadar di kamar mandi"


"ya allah yah. ayah ini fisya yah. ayah minta fisya pulang kan. fisya pulang sama mas zaky sama alma. ayah bangun, fisya kangen ayah" ucap fisya berbisik di telinga ayah. tangisnya semakin pecah melihat keadaan ayahnya yang hanya bisa berbaring di kasur rumah sakit. baru beberapa hari yang lalu dia pulang ke rumah orang tuanya dan keadaan ayah sehat wal afiat. dan sekarang dia harus pulang karena keadaan ayahnya sedang tidak baik


"alma mana nak?" tanya ummah


"ada di luar ummah sama mbak fatima lagi tidur" jawab zaky. zaky selalu berada di samping istrinya, karena memang nafisya sedang tidak sehat.


"masih kuat?" tanya zaky sambil memegang pundak fisya. fisya mengangguk.


"abi keluar sebentar ya. takut alma bangun nyariin. kalau ada apa-apa panggil abi di luar" fisya hanya mengangguk


zaky keluar dari ruangan abah untuk menemui alma. dan benar saja, alma sudah bangun dan merengek. zaky langsung menghampiri.


"sama abi" alma langsung beralih ke gendongan abinya.

__ADS_1


"fisya masih di dalem?" tanya mbak fatima. zaky mengangguk.


"lebih baik kalian pulang aja dulu, kasihan alma kalau kelamaan di rumah sakit. ngak baik anak kecil di sini" kata mbak fatima sambil mengelus punggung alma yang kembali terlelap di gendongan abinya.


"ngak apa-apa mbak, nunggu keadaan abah stabil dulu. siapa tau kalau ada nafisya abah jadi cepet stabilnya"


"kamu kan tau sendiri ky gimana dekatnya fisya sama abah. dari fisya lahir pun abah sangat menyayangi lebih dari anaknya yang lain karena memang umur kami terpaut jauh. jadi wajar saja kalau abah memperlakukan fisya berbeda. dan tidak ada satu pun di antara kami yang cemburu. karena memang pada dasarnya fisya lebih butuh perhatian ummah dan abah"


"iya mbak, saya mengerti"


"pulang dulu ngak apa-apa. kasihan anaknya" kata alfi ketika melihat alma merengek


"biar mas yang panggil fisya ke dalam"


tidak lama fisya keluar dari kamar inap. alma langsung minta gendong ummahnya. mereka pulang ke rumah, karena hari juga sudah malam. sesampainya di rumah, fisya langsung menuju ke kamar karena alma sudah tertidur di pangkuan ummahnya.


pagi harinya, setelah sholat subuh fisya menuju ke dapur untuk memasak makanan yang akan di bawa ke rumah sakit oleh kakaknya karena ummah akan bergantian menjaga ayah. dari kemaren ayah masuk rumah sakit, ummah belum pulang.

__ADS_1


"gimana keadaan abah neng?" tanya salah satu khodam yang membantu fisya memasak


"sambung doa ya mbak, semoga ayah cepet sembuh dan bisa aktifitas lagi di pondok"


"amin neng"


"ummah" terdengar panggilan dari arah belakang. fisya langsung menoleh dan mendapati alma yang sedang berjalan menghampiri


"sudah bangun anak ummah" fisya menggendong alma dan duduk di ruang makan. alma menyandarkan kepalanya di bahu ummahnya.


"masih ngantuk tidak?" alma menggeleng


"mau mandi sama ummah?" dia mengangguk


"mbak titip masakannya sebentar ya, saya mau mandiin alma"


"baik neng"

__ADS_1


__ADS_2