
malam hari, fisya sedang bersiap-siap untuk berangkat ke rumah sakit menggantikan ummah untuk menginap disana. setelah menitipkan alma pada khodam di rumah, fisya dan zaky berangkat. malam ini fisya dan mas zain yang akan menjaga abah di rumah sakit.
"ummah pergi sebentar ya beliin kakak ice cream sama coklat"
"iya ummah. kakak main sama mas"
"anak pinter. mbak titip sebentar ya, nanti kalau abinya dateng almanya di jemput. bawa ke pesantren ngak apa-apa kalau mbak ada kegiatan biar sekalian alma belajar"
"baik neng"
"kakak, ummah berangkat ya"
setelah berpamitan pada gadis kecilnya, fisya langsung menghampiri zaky di halaman rumah dan mereka pun berangkat ke rumah sakit. selama perjalanan, fisya lebih banyak diam dan merebahkan badannya di kursi mobil.
"kenapa sayang" tanya zaky pada fisya
"ngak apa-apa mas, cuma agak pusing aja sedikit"
"Mau lanjut apa pulang aja"
"lanjut aja mas, nanti juga ilang pusing nya. di bawa istirahat aja nanti"
__ADS_1
"kalau ada apa-apa, telpon abi ya" pesan zaky. fisya hanya menganggukkan kepala tanda mengiyakan.
sesampai di rumah sakit, mereka langsung masuk ke ruangan ayah di rawat. setelah berbincang sebentar, zaky dan ummah pulang karena khawatir alma menangis.
malam berlalu bergantian suara adzan subuh yang terdengar dari masjid. fisya masih setia dengan wirid dan bacaan al-Qur'an di tangannya.
"nak" sayup-sayup fisya mendengar suara seseorang yang sangat ia kenal.
"nak" terdengar lagi suara itu. fisya menoleh ke ranjang pasien yang sedang di tempati oleh ayahnya. betapa bahagia ketika melihat sang ayah sudah sadar dan sedang memanggilnya. fisya langsung meletakkan al Qur'an Di nakas dan menghampiri ayahnya.
"ayah. ini fisya" ucap fisya sambil mencium tangan ayahnya. ayah tersenyum sambil satu tangannya mengusap kepala fisya.
"mana cucu ayah, kenapa kamu disini bukan ummah?"
"assalamualaikum sya" ucap mas zain ketika membuka pintu kamar.
"mas, ayah sudah sadar" panggil fisya. zain langsung menghampiri fisya dan abah.
setelah berbincang sebentar dengan ayah, fisya langsung menelpon ummah untuk memberi tahu bahwa ayah sudah sadar. ummah langsung berangkat ke rumah sakit dengan zaky dan juga membawa alma karena ayah ingin bertemu dengan cucunya.
satu jam kemudian, alma dan ummah datang. kami tidak lama di rumah sakit, karena ada anak kecil yang rentan terhadap penyakit.
__ADS_1
"fisya pamit ayah. Nanti fisya kesini lagi"
"ayah udah sehat nak, kalian kalau mau pulang ngak apa-apa. nak zaky pasti ninggalin banyak tugas di sana"
"fisya nunggu ayah sembuh"
"nak kamu udah nikah, ikut suami mu. kita masih bisa telponan. pulang lah. kapan-kapan bisa kesini lagi" sambung ummah
"kakak ngaji sama akung?" tanya alma yang sedang duduk di samping ayah
"iya. cucu akung pinter" ucap ayah sambil mengelus kepala alma
"ya udah nanti keburu panas yang mau pulang"
"kami pamit ummah, ayah, mas" pamit mas zaky.
setelah pamit, kami pun pulang ke ndalem abah terlebih dahulu untuk mengambil barang-barang bawaan alma. selama perjalanan pulang, gadis kecil ini banyak bercerita kalau tadi malam dia diajak mbak santri ke pesantren dan disana dia memakan banyak makanan yang di ber mbak santri.
"abi ngak di kasih jajannya kak"
"habis abi, maem kakak"
__ADS_1
"bilang makasih ngak sama mbaknya?" tanya fisya. alma mengangguk
"pinter anak ummah"