
"abi berangkat ya sayang. jangan rewel ya sama ummah" ucap mas zaky sambil mencium pipi alma berkali-kali.
"iya abi. salim dulu sama abi" ucap ku sambil mengulurkan tangan alma.
"cium dulu" mas zaky kembali mencium alma.
"ayo zak ketinggalan pesawat nanti kita kalau kamu ngak mau melepaskan alma kayak gitu" panggil abah.
"sebentar bah. abah ini kayak ngak pernah muda aja" kata mas zaky.
"itu udah mau berangkat, di panggil abah" kata ku
"abi berangkat ya. Assalamualaikum cantiknya abi" ucap mas zaky kembali menciumi pipi alma.
kemudian dia berjalan menuju ke mobil, aku dan alma mengikuti di belakang mas zaky. setelah mobil mas zaky tidak terlihat, aku dan alma kembali ke rumah karena alma sudah mulai mengantuk dan merengek. aku membawa alma ke kamar. setelah menyusu, alma terlelap di samping ku. dan tanpa terasa aku juga ikut terlelap di samping alma.
entah sudah berapa lama aku terlelap. aku terbangun ketika mendengar seseorang mengucapkan salam. aku keluar kamar dan melihat siapa yang datang.
__ADS_1
"waalaikumsalam" jawab ku ketika membuka pintu.
"Ada apa mbak?" tanya ku. aku kaget ketika membuka pintu ternyata yang datang adalah aira. mantan kekasih mas zaky. dan yang ku tahu beberapa bulan yang lalu dia ikut suaminya pengabdian di pesantren cabang.
"gus zaky ada neng?" tanyanya
"mas zaky lagi keluar kota sama abah. Ada apa mbak nyari mas zaky?" tanya ku
"ada yang ingin saya bicarakan dengan gus zaky neng"
"maaf kalau saya lancang, kalau boleh saya tau apa ya mungkin nanti bisa saya sampaikan ke mas zaky"
"bicara di dalem aja mbak, ngak enak kalau ada santri yang dengar" ajakku. kami masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu.
"Ada apa ya mbak?" tanya ku lagi
"menurut neng fisya, apa tanggapan neng tentang poligami?"
__ADS_1
"saya tidak bisa menjelaskan mbak, ilmu saya masih belum banyak saya takut salah jika menjelaskan"
"maksud saya bagaimana tanggapan dari neng fisya tentang poligami?"
"saya manusia biasa mbak, saya kurang setuju dengan poligami. Saya tidak siap untuk sakit hati. dan saya tidak siap untuk berbagi suami dengan orang lain. maaf kalau saya lancang. apa tujuan mbak aira menanyakan tentang poligami pada saya?"
"mohon maaf neng, apakah dengan tidak adanya anak rumah tangga bisa berpisah?" tanya nya
"maaf mbak saya rasa pertanyaan mbak terlalu bertele-tele. bisa langsung ke intinya saja"
"rumah tangga saya sudah di ujung tanduk neng, saya sudah lebih lima tahun menikah tapi belum di karuniai anak. sedangkan suami sudah sangat menginginkan anak di tengah kami"
"maaf mbak, untuk masalah mbak ini saya tidak bisa memberikan solusi karena rumah tangga saya sendiri masih seumur jagung. mungkin mbak aira bisa menanyakan pada ummi atau abah yang lebih berpengalaman. maaf sekali mbak, mungkin..." tiba-tiba terdengar tangisan alma dari kamar.
"sebentar mbak" pamit ku. aku langsung ke kamar untuk melihat alma. ketika aku sampai di kamar, ternyata alma sudah berada di pinggir kasur sambil nangis. dan untungnya, aku menidurkan alma di kasur lantai.
"sayangnya ummah, kenapa sayang" kata ku sambil menggendong alma. alma langsung menyandarkan kepalanya di bahu ku. aku mengelus punggung alma.
__ADS_1
"mbak duduk disini aja. Saya mau nyusuin alma sebentar ngobrol-ngobrol disini aja" panggil ku. kami duduk di ruang keluarga sambil berbincang-bincang.