
pov zaky
"zaky" panggil ummi entah dari mana
"iya ummi" jawab ku
"ke sini sebentar" panggil ummi
"sebentar ya nak, abi di panggil sama jidah. sebentar ya mas nemuin ummi dulu sebenyar" izin ku pada istri dan dia menganggukkan kepala
"ada apa ummi?" tanya ku sambil duduk disamping ummi
"nafisya udah tau tentang aira kan?" tanya ummi
"sudah ummi dari dulu. tapi baru ketemu orangnya tadi pas manggil ke rumah"
"ya udah kalau udah tau. yang penting jangan bikin menantu ummi sakit hati. yang ada nanti kamu yang ummi hukum" ancam ummi
"insya allah ummi. zaky akan berusaha untuk itu. zaky kedalam dulu ya. mau main sama alma lagi"
"belum tidur?"
"belum. lumayan susah tidur siang kalau zaky ada. mau nya main terus"
"ya udah"
.....
__ADS_1
"sayangnya ummah. cantiknya ummah"
"sayang, kapan mau ke rumah ummah?" kata mas zaky tiba-tiba
"sebisanya mas aja, kapan bisanya. resto gimana udah beres semua?" tanya ku sambil menggendong alma
"resto udah semua, tinggal di email aja yang lainnya. mau kapan ke rumah ummah, biar sekalian sebelum mas ngajar ngaji lagi"
"kapan mas ngajar lagi?" tanya ku sambil menyusui alma
"maksimal minggu depan karena nunggu abah khatam kitab dulu baru mas yang ngelanjutin"
"boleh ngak kalau fisya ikut ngaji?"
"ya boleh lah. sangat boleh malah. Nanti biar alma ikut mas aja ngaji di depan. gimana kalau besok saja ke rumah ummahnya, nginep disana tiga hari"
"pulang yuk" ajaknya. aku mengangguk. dia mengambil alma dari gendongan ku. dan kami pun pulang ke rumah.
....
malam harinya.
entah kenapa perasaan ku campur aduk antara kesel dan sedih. gimana ngak kesal jika melihat mantan dari suami sekarang tinggal di satu lingkungan. ya walau pun mereka tidak ada hubungan tapi entah kenapa rasa kesal tiba-tiba datang menghampiri ku.
"alma sudah tidur?" tanyanya tiba-tiba membuat ku terkaget
"kenapa mas?" tanya ku
__ADS_1
"alma sudah tidur?" tanyanya lagi sambil duduk di samping ku
"sudah. udah fisya pindahin ke box bayinya"
"ada apa?" tanya nya sambil menggenggam tangan ku erat. aku hanya tersenyum ke arahnya
"ngak mau cerita sama mas?" tanyanya
"fisya istirahat duluan ya mas" ucap ku sambil merebahkan badan ku
"sayang bukan gitu cara menyelesaikan masalah. mas ngak pernah loh ngajarin kamu untuk lari dari masalah. Kalau bisa diselesaikan baik-baik kenapa ngak" ucapnya. seketika air mata ku jatuh dengan sendirinya. mas zaky langsung membantu ku untuk duduk. dia langsung memelukku.
"ada apa?" tanya nya setelah tangisan ku mereda. aku menggelengkan kepala
"ada apa sayang. mas ada salah sama kamu?" tanyanya lembut sambil menggenggam tanganku. aku menatap matanya.
"ada apa?" tanyanya.
"ngak ada apa-apa. ngak tau kenapa, cuma kesel aja hari ini"
"kamu cemburu?" tanyanya.
"ngak tau"
"sayang, mas ngak ada hubungan apa-apa sama aira. itu udah masa lalu. untuk saat ini dan seterusnya cuma ada kamu dan anak-anak kita nanti ngak akan ada yang lain. sudah ya jangan nangis. mas ngak suka kalau kamu sampai mengeluarkan air mata. apa pun itu" ucapnya sambil menghapus air mata ku.
dia kembali memelukku dan mencium kening ku lama. tiba-tiba terdengar suara tangisan alma. mas zaky langsung menghampiri alma dan si bayi kecil ini kembali terlelap.
__ADS_1