kutemukan cintaku di pesantren

kutemukan cintaku di pesantren
episode 78


__ADS_3

dua bulan kemudian


fisya sedang memasak di dapur. beberapa kali telepon berbunyi. fisya Yang penasaran langsung mengambil hp-nya yang terletak di meja makan


'Ada apa Ammah menelpon berkali-kali' batin fisya


'Assalamualaikum Ammah' sapa fisya


' Waalaikumsalam nak. Gimana kabar kalian?'


'baik ammah, Bagaimana dengan Ammi dan ammah?'


'kami baik. Oh ya nak, Zaki ada?'


'Mas Zaki masih ngajar ammah, belum pulang dari tadi. ada apa mah?'


'nggak ada apa-apa. cucu Amah mana?'


'Alma ikut Abinya mah belum pulang juga'


' Ya udah nanti kalau Zaki sudah pulang, bilang ya Kalau ammah telepon. Soalnya dari tadi ammah telpon nggak diangkat sama Zaki'


'ya Ummah nanti fisya sampaikan'


'ya sudah ummah tutup dulu ya Nak '


'Iya Mah'

__ADS_1


'Assalamualaikum'


'Waalaikumsalam'


fisya meletakkan hp-nya dan kembali melanjutkan masaknya. tidak lama setelah itu Zaki datang dengan Alma yang sudah tertidur dalam gendongannya. Zaki membawa Alma ke kamarnya untuk ditidurkan. setelah itu Zaki kembali menemui fisya di dapur


"masak apa ummah?" tanya zaky sambil memeluk fisya dari belakang


"ini makanan kesukaan anaknya sama soto ayam kesukaan abi"


" Pasti enak masakan ummah"


"udah Jangan gombal nanti nggak selesai-selesai masaknya. Oh iya Bi tadi Uma tadi Ammah menelpon dan katanya Abi nggak angkat teleponnya"


"Iya maaf HP Abi mati habis baterai"


"telepon balik aja Bi kasihan dari tadi Amah menunggu. pakai HP fisya aja Nggak papa dari pada balik kamar lagi ambil HP"


zaky menuju ke ruang keluarga untuk menelpon ammah. Zaki berbincang dengan Ummah, sedangkan fisya hanya menjadi pendengar yang baik. dari raut wajah yang ditunjukkan Zaki ada sesuatu yang tidak beres dengan di sana. setelah selesai memasak, fisya menyusul Zaki ke ruang keluarga


"Ada apa Bi?" tanya fisya sambil duduk di samping zaky.


"Ammah meminta Abi untuk datang ke sana, ada sedikit masalah di kantor ammi"


"kapan mau berangkat?"


"Kalau bisa secepatnya kata ammi"

__ADS_1


"Ya udah nanti fisya konsultasi ke dokter dulu. bisa nggak ikut ke yaman"


"kalau menurut Abi untuk kali ini kayaknya Ummah jangan dulu takut abi. si Adek kan masih jalan 4 bulan. kalau kehamilan masih awal itu Rentan sama goncangan di pesawat"


"berapa hari abi di sana?"


"belum tau ummah. mungkin satu minggu"


"ya udah ngak apa-apa berangkat aja. ammi lagi butuh abi disana. Nanti izin pelan-pelan sama anaknya"


"boleh abi berangkat besok? biar cepet selesainya"


"boleh ngak apa-apa. ammah sama ammi lagi butuh abi. Nanti alma biar ummah yang bujuk. makan dulu yuk, adek udah laper pengen di temenin makan sama abinya"


"mau di temenin abi makan ya nak?" ucap zaky sambil mengelus perut fisya kemudian menciumnya.


mereka berdua menuju ke ruang makan, dan makan bersama. kehamilan fisya sekarang lebih rewel, berbeda pada saat dia hamil alma. tapi beruntung mual muntah yang di alami fisya hanya sampai pada bulan ke 3. selebihnya nafsu makan fisya sudah membaik seperti semula. setelah selesai makan, mereka kembali duduk di ruang keluarga sambil menonton tv. zaky berbaring berbantalkan paha sang istri. beberpa kali dia mencium perut istrinya yang sudah terlihat buncit.


"sehat-sehat nak, abi, kakak sama ummah udah pengen ketemu sama adek"


"ummah" panggil seseorang berjalan menghampiri


"loh koq udah bangun" zaky langsung duduk dan merentangkan tangannya. alma langsung berada di gendongan abinya. fisya menurunkan kursi menjadi kasur. dan mereka rebahan di sana. alma kembali terlelap dalam pelukan abinya.


"pindah tidur ternyata" ucap fisya


"gimana ngak susah abi sama ummahnya kalau mau pergi. orang anaknya nempel terus" ucap zaky sambil memandang wajah gadis kecilnya

__ADS_1


"anak deket sama orang tua itu bagus loh. anak ngak akan sungkan kalau mau cerita apa pun"


"semoga anak-anak nanti jadi anak yang soleh solehah. abi sayang kalian" ucap zaky sambil mencium kening alma lama kemudian mengelus perut istrinya


__ADS_2