
hari ini kami sudah berada di rumah karena nanti malam ada acara di pesantren. setelah sholat maghrib, aku dan suami duduk diruang keluarga berdua.
"sayang kamu gemukan ya sekarang" ucapnya sambil mencubit pipiku.
"gimana ngak gemuk ngak ada yang dikerjain disini"
"itu artinya kamu bahagia sama mas" ucapnya sambil mencium kepalaku
"sayang" panggil nya
"iya mas" "
"kamu mau kuliah ngak?"
"fisya belum kepikiran ke sana, apalagi nanti kalau fisya hamil dan punya anak"
"kan nanti bisa di titipin ke mbak-mbak di pondok"
"fisya ngak mau kalau titipin anak sama orang apalagi anak pertama"
"apa pun yang menurut kamu baik sayang, mas sayang sama kamu" ucapnya sambil mencium kepalaku lagi lebih lama. Aku tersenyum ke arahnya
setelah sholat isya, aku dan suami langsung menuju ke rumah ummi. kami langsung menuju ke kamar.
__ADS_1
"mas boleh ngak fisya ke kamar hilya sebentar"
"mau ngapain, disini aja sama mas kita olahraga" ucapnya sambil merebahkan dirinya di kasur
"mas habis ini ada acara loh, boleh ya?" tanyaku sambil duduk di sebelahnya
"hilya juga pasti lagi sibuk siap-siap mau acara sayang. sini sayang sebentar aja ada yang mau mas omongin sama kamu" ucapnya sambil menepuk kasur di sebelahnya
"iya juga ya. ya udah lah. apa yang mau mas omongin sama aku"
"ngak ada sih, sini sayang" ucapnya aku langsung berbaring disampingnya dan dia langsung memeluk ku dengan erat.
"sayang mas mau tanya"
"siapa nizar?" tanyanya sambil menggenggam tangan ku dengan erat
"maaf mas, fisya lupa mau cerita tentang itu. tapi mas janji jangan marah ya" dia mengangguk
"Kak nizar itu TU di sekolah tempat fisya pkl kemaren. dia punya rasa sama fisya. tapi demi allah fisya tidak pernah meresponnya bahkan fisya sudah bilang kalau udah nikah tapi dia tetep ngejar-ngejar fisya. fisya ngak cerita sama mas karena fisya takut mas khawatir apalagi mas kan masih di yaman kan"
"bener kamu ngak ada apa-apa sama dia?" aku hanya mengangguk mengiyakan
"kenapa dia masih nelpon kamu?"
__ADS_1
"kapan?" tanya ku bingung karena aku sudah memblokir no.nya sejak pertama dia menelponnya ketika di pkl
"ngak mungkin deh mas kalau dia nelpon soalnya semua media sosialnya udah fisya blok semua sejak di pkl"
"itu di hp yang warna biru" ucapnya sambil mengelus pipiku
"itu hpnya hilya mas bukan hp fisya. kan kemaren fisya bilang kalau hp hilya ada sama fisya. hp nya hilya juga fisya matiin dari kemaren pas ditinggal ke rumah ummah. kapan telponnya?"
"sebelum berangkat ke rumah ummah"
"nekat juga ya sampek nelpon hilya. tapi tau no. hilya dari mana kan fisya sama hilya ngak satu tempat"
"udah lah lupain yang penting kamu udah jujur sama mas. mas seneng kamu bisa menjaga kehormatan kamu untuk mas"
"ya udah yuk keluar pasti nanti acaranya udah mulai. tapi nanti fisya bingung harus ngapain disana ka biasanya fisya kumpul sama temen-temen"
"mau duduk sama mas ngak?"tanyanya
"ya ngak mungkin lah kan mas di bagian cowok. kan pastinya dipisah"
"ya udah kalau gitu kita pulang aja ngak usah ke acara aja gimana. Nanti mas yang bilang sama ummi"
"mas fisya juga mau liat acaranya. inikan pelantikan pengurus angkatan fisya. masa fisya ngak liat sih. udah yuk keluar kalau dikamar terus nanti pikiran mas kemana-mana lagi"
__ADS_1
"ayo"