kutemukan cintaku di pesantren

kutemukan cintaku di pesantren
episode 76


__ADS_3

beberapa hari kemudian.


sejak kemaren fisya mual, muntah dan pusing. bahkan sejak pagi dia lemas dan tidak bertenaga walau hanya untuk duduk di kasur. alma sudah di bawa hilya dan fizah entah kemana sejak pagi. bahkan beberapa hari terakhir gadis kecil itu lebih suka bermain di pesantren dan mengikuti kegiatan disana.


"makan yuk biar ada tenaga" zaky datang ke kamar sambil membawa nampan berisi nasi, sayur sop dan air


"ngak selera bi, yang ada nanti muntah"


"coba dulu sedikit aja. nyium baunya ngak mual kan. siapa tau bisa" fisya hanya mengangguk. tapi ketika sedang mengunyah, entah kenapa tenggorokan seakan menolak makanan tersebut. fisya langsung berlari ke kamar mandi dan memuntahkan makanan yang belum sempurna dia telan.


zaky menyusul istrinya ke kamar mandi dan memapah fisya untuk menuju ke ranjang.


"periksa aja ya ke dokter, biar tau sakitnya apa" ucap zaky sambil membantu fisya duduk


"gak usah lah, nanti juga sembuh"


"mau sampek kapan, dari kemaren ngak ada asupan yang masuk, cuma air putih aja. nurut ya sayang. abi ngak bisa liat kamu kayak gini"


"baik lah. ummah nurut aja"


setelah berganti pakaian, mereka langsung berangkat ke dokter untuk periksa. ketika turun dari mobil, tiba-tiba badan fisya semakin lemas dan sudah tidak sanggup untuk berjalan. zaky langsung menggendongnya dan di bawa ke UGD.

__ADS_1


"berapa hari ibu mual muntah pak?" tanya seorang perawat.


"dari kemaren sus. setiap makan pasti muntah"


"baik. ini ibunya kami pasang infus untuk mengganti cairan yang hilang"


"iya sus"


ketika sedang di pasang infus, perlahan fisya sadar. zaky langsung menggenggam tangan fisya.


"sebentar jangan bergerak dulu" ucap zaky, fisya mengangguk.


"infusnya sudah terpasang, setengah jam lagi kalau kondisi ibunya sudah stabil, dokter menyarankan untuk dilakukan USG. untuk diagnosa sementara, ibu mengalami gejala hamil muda. Nanti biar dokter yang menjelaskan lebih lanjut mengenai kondisi ibu" ucap perawat. fisya dan zaky hanya mengangguk mendengar penjelasan perawat.


"semoga bi"


setengah jam kemudian, fisya di bawa ke ruang USG. dokter sudah menunggu di sana.


"selamat ya pak bu atas kehamilannya. usianya sekarang sudah 6 minggu. mual, muntah itu gejala trimester pertama, tapi kalau ibu sampek ngak bisa bangun, itu sudah harus di tangani"


"tapi waktu hamil anak pertama saya ngak ada mual muntah dok" sambung fisya

__ADS_1


"setiap kehamilan itu bawaannya berbeda bu. yang pertama normal atau sesar?"


"normal dok"


"bagus itu, insya allah nanti kalau tidak ada hambatan bisa normal lagi. sama-sama berdoa ya untuk kesehatan ibu dan bayinya"


"jadi berapa hari di infusnya dok?" tanya zaky


"Kalau besok sudah lebih baik, bisa pulang. tergantung kondisi ibunya pak"


"ya udah dok ngak apa-apa kalau memang itu yang terbaik"


"anaknya gimana kalau kita nginep disini"


"Nanti abi jemput, yang penting sehat dulu"


setelah semua pemeriksaan selesai, kami di antar menuju ke ruang inap. zaky selalu setia di samping istrinya. senyum bahagia selalu menghiasi wajah ke duanya.


"assalamualaikum anak abi. adek sayang, sehat-sehat ya nak. jangan buat ummah sakit. biar kita bisa kumpul sama kakak alam. kakak pasti seneng mau punya adek. sehat ya nak" ucap zaky sambil mengelus perut fisya.


"adek sehat abi. adek mau pulang ke rumah" jawab fisya menirukan suara anak kecil

__ADS_1


"tunggu ummah sehat ya nak" berkali-kali zaky mencium tangan istrinya sebagai tanda kata terima kasih. kebahagiaan mereka akan bertambah dengan kehadiran anggota baru.


__ADS_2