
"fi ayo berangkat" ajak fizah
"bentar jer" ucapku sambil berjalan keluar
kami pun berangkat menuju ke sekolah. sampai disana kami langsung menuju ke kantor dan bergabung dengan guru-guru yang lain.
setelah upacara selesai, semua murid langsung menuju ke ruang kelas masing-masing dan kami langsung menuju ke kantor.
"nafisya, boleh bicara sebentar" panggil seseorang
"kak nizar, ada apa kak?" tanyaku
"boleh bicara sebentar kesana" ucapnya sambil menunjuk ke perpustakaan
"maaf kak, boleh ajak temen ngak" dia hanya menganggukkan kepala kemudian aku langsung mengajak fizah
"Ada apa kak?" tanya ku
"maaf kalau saya lancang. sejak awal ketemu kamu saya sudah menaruh hati, apa kamu mau untuk kita saling mengenal satu sama lain?"
"maaf kak, saya ngak bisa"
"kenapa?"
"maaf" kataku. kemudian berjalan menjauhinya
"kenapa ngak bilang kalau kamu udah nikah sih fi?" tanya fizah ketika kami sedang duduk di kantor
__ADS_1
"belum waktunya. nanti aja kalau udah mau pulang"
"Kalau kak nizar masih mengharap sama kamu gimana, kamu kan ngak pakek cincin nikah?" tanyanya
"semoga aja dia bisa ngerti, aku ke kelas 2 dulu ya tadi di suruh gantiin ngajar" ucap ku sambil berjalan meninggalkan fizah dan langsung menuju ke kelas 2.
sore hari, kami sedang Berbincang-bincang di teras rumah untuk membahas kenang-kenangan apa yang akan diberikan pada saat perpisahan nanti.
"mbak, hpnya bunyi" ucap mila sambil memberikan hp ku yang memang sedang di cas di depan ruang tv
"makasih mil" ucapku sambil menerima hp ku. tertera nama "hubby💖"
"sebentar ya" pamit ku pada yang lain
'assalamualaikum mas' sapa ku
'lagi ngumpul sama temen, mas lagi dimana?'
'mas mau ngasih tau kamu kalau mas ngak jadi berangkat hari ini, lusa mas berangkatnya. oh iya sayang mas mau belanja perabotan rumah, nanti malem mas video call ya biar kamu tau barangnya. jadi nanti pas pulang bisa langsung ditinggali rumahnya' ucapnya
'iya ngak apa-apa mas. mas sudah makan?'
'sudah tadi dirumah ummi. sayang...' panggil nya
'iya mas, ada apa?' tanyaku penasaran
'mas kangen sama kamu. ikut ke yaman sekarang aja ya. besok mas jemput ke sana'
__ADS_1
'mas, kan udah dibahas. jangan gitu donk, ngak tenang aku disininya'
'perasaan mas ngak enak sayang....'
'''apa mas zaky ngerasa ya kalau ada yang suka sama aku disini!!! batin ku
'sayang..... kamu masih disana kan' panggilannya
'iya mas'
'pulang ya, mas jemput. nanti mas bilang sama abah'
'mas, fisya minta tolong jangan kayak gini, boleh ya 1 bulan aja fisya sama temen fisya, setelah itu fisya ikut mas kemana pun mas pergi. tapi bukan sekarang. apa nanti yang orang fikirkan tentang fisya yang seenaknya aja pulang'
'besok mas kesana ya'
'mas jangan gini donk, fisya jadi kepikiran kalau mas kayak gini. mas yang sabar, 1 bulan koq ngak lebih. dulu sebelum nikah juga biasa aja sendirian di yaman, malah ngak pulang-pulang ya kan' ucapku mencoba mencairkan suasana
'sayang....' panggil nya ketika panggilan sudah berganti menjadi video
'iya mas' ucapku sambil tersenyum
'aaaa mas tambah kangen sayang....'
kami melakukan video call hingga terdengar adzan maghrib karena suami akan mengimami sholat di pesantren.
setelah sholat isya, kami makan dan mengerjakan tugas masing-masing.
__ADS_1