kutemukan cintaku di pesantren

kutemukan cintaku di pesantren
episode 71


__ADS_3

pov zaky


selama perjalanan pulang, zaky merasa ada yang berbeda dengan istrinya. zaky tidak bermaksud mengabaikan istrinya. Iya hanya berbincang dengan teman lamanya setelah sekian lama tidak bertemu. tapi ternyata istrinya berfikiran lain. sesampai di rumah nafisya langsung keluar dari mobil dan pergi entah kemana. ketika masuk kerumah, ummah mengatakan kalau nafisya membawa alma ke kamar karena si kecil menangis mencari ummahnya. ketika zaky membuka pintu kamar, dia melihat dua wanitanya sedang berbaring di ranjang. dan si kecil sedang meminum Asi ummahnya. setelah melalui perdebatan kecil untuk membahas masalah yang tadi, akhirnya zaky mengalah karena nafisya merasa capek dan pusing. lebih tepatnya tidak ingin membahas masalah ini sekarang. zaky memilih keluar dari kamar dan membiarkan kedua wanitanya beristirahat.


ketika adzan ashar berkumandang, zaky kembali ke kamarnya karena diminta oleh abah untuk mengimami di musholla pondok putri. ketika membuka pintu, ternyata nafisya sudah tidak ada di sana. akan tetapi terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi. sekitar lima menit, dia keluar dari kamar mandi.


"jangan sholat dulu, di minta abah ngimamin di musholla putri. tunggu mas sebentar". dia hanya mengangguk


***


"mohon maaf neng fisya" kata seseorang tiba-tiba di sebelah nafisya


"Iya mbak, ada apa?" tanya ku, tidak biasanya ada santri yang berbicara saat sedang mengumandangkan wirid bersama


"mohon maaf neng, di tunggu ummi di ndalem, neng alma menangis"


"oh iya mbak, makasih ya"


"iya neng, saya permisi" pamitnya

__ADS_1


nafisya melanjutkan wirid sebentar, karena memang sebentar lagi selesai. tapi ternyata tangisan alma terdengar sangat dekat. nafisya menoleh ke belakang, dan ternyata si kecil sudah ada di belakangnya dalam gendongan seorang santri.


"makasih ya mbak" ucap nafisya ketika alma sudah berada di gendongannya.


"iya neng. saya permisi"


"kenapa nak?" tanya nafisya sambil mengelus kepala alma dan menciumnya. alma menyembunyikan wajahnya dalam pelukan ummahnya.


setelah selesai memimpin wirid, kami pun kembali ke rumah. alma sama sekali tidak mau lepas dari gendongan nafisya.


"mas tolong sebentar, mau ke kamar mandi"


"sama abi yuk, ummah mau ke kamar mandi sebentar" bujuk zaky. bukannya mau malah alma semakin mempererat pegangannya.


"mah"


"tolong mas, beneran ngak kuat ini, sebentar ya nak, sama abi dulu" ucap fisya langsung memberikan alma pada abinya. ketika masuk kamar mandi, fisya mendengar tangisan alma sangat keras.


"kenapa sayang, ummah cuma sebentar" ucap fisya sambil mengambil alma dari gendongan abinya

__ADS_1


"abi loh ini, sama abi yuk, ummahnya capek nak"


"ngak apa-apa mas, biarin aja. katanya mau ngomong?" tanya fisya sambil duduk di kasur sambil menenangkan alma


"mas mau bilang kalau tadi itu temen mas, kita dulu kenal dari temen mas juga"


"udah itu aja, yakin ngak ada yang lain?"


"dia mantan mas juga"


"kenapa ngak cerita, malah nyuekin fisya tadi restoran"


"maaf sayang, mas ngak bermaksud seperti itu"


"ya udah lah, kalau masih ngak mau jujur"


"nanti malem mas jelasin semuanya. sekarang siap-siap ya, kita pulang. udah di tungguin sama ammah"


"boleh disini dulu beberapa hari lagi?"

__ADS_1


"nunggu ammah balik ke yaman dulu ya, lusa ummah pulang, habis nganter ummah langsung pulang ke sini lagi"


"ya udah"


__ADS_2