kutemukan cintaku di pesantren

kutemukan cintaku di pesantren
episode 50


__ADS_3

"mas ayo berangkat" ajak ku karena hari ini kami akan berangkat ke rumah ummah dan akan menginap disana selama beberapa hari.


"udah semua keperluan alma?"


"udah mas. udah fisya masukin mobil semua"


"ya udah ayo berangkat" ajaknya. kami pun keluar dari kamar. aku ke dapur sebentar mengambil camilan untuk di mobil nanti. alma dan mas zaky menunggu di ruang keluarga


"kayaknya ada tamu mas di luar"


"siapa?"


"ngak tau juga. sebentar ya fisya liat dulu" aku pun keluar menemui tamu


"ada apa mbak?" tanya ku.


"maaf neng, gus zaky ada?" tanyanya. Ya dia aira mantan kekasih mas zaky


"ada. ada apa ya?"

__ADS_1


"siapa sayang?" tanya mas zaky sambil menghampiri ku sambil menggendong alma


"ada apa?" tanya mas zaky


"maaf gus, apa boleh berbicara sebentar" pintanya


"maaf saya ada keperluan untuk beberapa hari ke depan. langsung aja ada apa. maaf ngak bisa bicara berdua, ada hati yang harus saya jaga"


"mohon maaf gus, saya ingin bertanya apakah dulu gus ridho jika saya menikah dengan suami saya?" tanya nya


"untuk apa menanyakan itu sama saya, saya tidak ada hubungannya dengan pernikahan antum. itu sudah keputusan antum untuk menikah. langsung aja ke intinya. saya lagi buru-buru"


"sini mas almanya fisya tunggu di dalem aja" pinta ku pada mas zaky


"maaf gus, saya tidak ada maksud apa-apa. saya ingin meminta ke ridhoan dari gus zaky. saya takut jika sampai saat ini allah belum memberikan kepercayaan anak pada saya karena ada yang belum terselesaikan di masa lalu"


"saya ridho jika antum menikah dengan orang pilihan antum. karena memang di antara kita tidak ada hubungan apa-apa. dan saya minta tolong, ini terakhir kalinya antum membahas tentang masa lalu. antum sudah bahagia dengan pasangan antum begitu juga dengan saya. dan sekali lagi maaf, saya dan istri harus pergi sekarang juga. maaf"


"baik gus kalau gitu saya permisi dulu. assalamualaikum"

__ADS_1


"waalaikumsalam" jawab kami. setelah kepergian aira, kami langsung mengunci pintu rumah dan menuju ke bagasi.


perjalanan yang kami tempuh memang tidak terlalu jauh. selama di perjalanan, kami malah lebih sering bercanda dengan alma jika bayi ini tidak sedang tidur.


"mas nyangka ngak kalau mbak aira akan kerumah dan bilang kayak tadi?" tanya ku


"ya ngak lah sayang. mas ngak pernah lagi berhubungan sejak dia memutuskan menikah dengan orang pilihannya. setelah tau dia nikah kan mas ngak pernah pulang kesini lagi. mas juga ngak tau kalau dia belum punya anak. yang mas tau dia ikut suaminya pengabdian di pesantren cabang dan sekarang pindah lagi kesini. kemaren ummi juga ngasih tau sama mas kalau dia pindah kesini lagi"


"semoga mereka segera diberikan momongan ya mas, biar lebih lengkap keluarga mereka"


"amin sayang. Ya udah lah ngak usah di bahas lagi masalah aira, kita fokus aja sama keluarga kita. apalagi nanti kalau ada Adek nya alma"


"tunggu dulu ya, alma aja masih umur sebulan. Kalau bisa fisya mau ngasih ASI dua tahun full buat alma. Kalau udah selesai baru boleh ada adiknya alma"


"kalau seumpama mas harus ke yaman lagi selama beberapa hari, kamu mau ikut ngak?"


"emang kapan?"


"belum tau juga, kan setidaknya kita pasti ke sana lagi buat ngecek"

__ADS_1


"kalau semuanya sehat ya kita berangkat, sekalian ngejengukin ammah sama ammi disana. pasti mereka kangen sama alma"


"iya deh kapan-kapan kita kesana"


__ADS_2