
"zaky...." panggil seseorang. kami langsung menoleh ke arah panggilan
"zaky kan?" tanyanya ketika sudah dekat
"iya. Siapa ya?" tanya mas zaky bingung
"alfian temen kamu di pondok dulu"
"oh iya maaf saya inget sekarang" ucap mas zaky sambil mempersilahkannya untuk duduk bergabung dengan kami
"kapan balik dari yaman?"
"baru beberapa bulan"
"ini?" tanyanya sambil melihat ku
"istiku" ucap mas zaky sambil menggenggam tanganku erat
"aira?" tanyanya. aku reflek melihat ke arah mas zaky dan genggaman tangannya semakin erat
"dia masa lalu. oh iya mau pesen apa?" tanya mas zaky mengalihkan pembicaraan
"oh ngak usah tadi udah mau pulang udah makan tadi sama temen. ngomong-ngomong selamat atas pernikahan kalian ya. pamit ya. kapan-kapan semoga bisa ketemu lagi. Assalamualaikum"
"waalaikumsalam" jawab kami serempak
__ADS_1
setelah kepergiannya, keadaan mendadak canggung diantara kami. mas zaky tidak melepas tangan ku sama sekali malah dia semakin erat menggenggam.
"maaf ya mas ngak cerita tentang aira sama kamu. karena sebenarnya mas belum siap"
"fisya ngak apa-apa koq kalau mas belum siap. itukan masa lalu. jadi ngak perlu diingat lagi" ucap ku mencoba menenangkan
"mas nanti cerita dirumah ya. Sekarang kita seneng-seneng sama si kecil"
kami pun makan dan berjalan-jalan ke salah satu pusat perbelanjaan.
"sayang beli buah " ajaknya sambil mendorong kereta belanjaan.
"beli apa mas?" tanya ku
"mas ini banyak banget siapa yang mau ngabisin" ucap ku ketika melihat kereta sudah banyak buah yang dia ambil hampir semua buah
"buat persediaan dirumah. sayur nya juga ambil"
"kalau sayur kan bisa beli di rumah mas. jangan beli banyak-banyak. di kulkas juga masih banyak loh"
"kan buat..."
"mas.." panggil ku
"iya sayang mas ngak beli lagi"
__ADS_1
setelah selesai dengan semua belanjaan, kami pulang ke rumah. sesampai dirumah, aku langsung membuka pintu dan masuk kerumah sementara suami masih memasukkan mobil ke garasi.
"kenapa masih disini?" tanyanya ketika masuk ke rumah dan melihat ku sedang menunggunya di ruang keluarga
"ke kamar duluan aja bersih-bersih terus istirahat. biar mas yang naruh ini ke dapur"
"biar fisya aja ya"
"sayang" panggilnya sangat lembut
"iya mas fisya ke kamar" ucap ku mengalah dan langsung menuju ke kamar untuk bersih-bersih. ketika aku keluar dari kamar mandi ternyata dia sedang duduk Di kasur
"mas bersih-bersih dulu. udah malem hp terus"
"iya sayang" ucapnya sambil meletakkan hp di nakas dan dia langsung ke kamar mandi sementara aku menyiapkan baju yang akan dia gunakan.
.....
pagi hari seperti biasa, setelah sholat subuh aku langsung memasak sarapan untuk kami. sementara mas zaky sedang mengajar ngaji di pondok. setelah semua masakan selesai, aku kembali ke kamar sambil menunggu mas zaky datang. dan entah mengapa rasa kantuk tiba-tiba menyerang ku. entah berapa lama aku terlelap. aku terbangun ketika merasakan sebuah tangan berada di atas perut ku. rasa nyaman sangat terasa ketika aku berada di dalam pelukannya.
'ya allah terima kasih karena engkau sudah mengirim suami terbaik untukku yang akan menjadi imam dalam hidup ku selamanya' batinku.
'sayang sehat-sehat ya, abi sama ummah udah ngak sabar pengen peluk kamu' batin ku
"udah lama bangunnya?"
__ADS_1